Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » All England 2024: Dari Paris Geser ke Birmingham, Skuat Merah Putih Perbaiki Mental
    Bulutangkis

    All England 2024: Dari Paris Geser ke Birmingham, Skuat Merah Putih Perbaiki Mental

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMarch 12, 2024Updated:March 12, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M. Rian kala menjajal venue All England 2024. Kedua berstatus sebagai juara bertahan dan diharapkan mengakhir paceklik gelar Indonesia di tahun 2024.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Setelah nirgelar di ajang French Open pekan lalu, tim bulutangkis Indonesia sudah bergeser ke Inggris, awal pekan ini. Fokus Hendra Setiawan dkk. langsung dialihkan ke All England yang berlangsung 12-17 Maret.

    Skuat Cipayung tiba di Birmingham, Minggu malam (10/3) waktu setempat dan langsung menjajal venue, Utilita Arena, Senin pagi (11/3). Mereka melahap latihan sekitar 90 menit.

    Selain mengasah teknis dan mengoptimalkan kondisi fisik, faktor lain yang jadi bahan evaluasi dari kegagalan di French Open adalah perkara mental. Hal itu menjadi tugas utama dari Koordinator Psikolog tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024, Lilik Sudarwati.

    “Memang seperti yang disampaikan Kabid Binpres, Ricky Soebagdja bahwa daya juang anak-anak harus ditingkatkan. Di dalam pertandingan pasti ada menang dan kalah, itu pasti, tapi kita harus punya prinsip yaitu kita main harus siap capek dan kalaupun harus kalah, lawan tidak boleh menang dengan mudah. Tidak memberikan poin-poin yang gampang,” ujar Lilik di situs resmi PBSI.

    Berhubung tekanan yang dihadapi para pemain bakal berlipat di turnamen sebergengsi All England, maka mental pemain harus tetap terjaga di tengah laga. Saat strategi tak berjalan dengan baik, pemain disarankan mengambil jeda.

    ““Memang mengambil jeda itu penting ketika apa yang kita inginkan tidak berjalan. Ini yang kadang-kadang anak-anak lupa. Mengambil jeda itu bisa membalikkan fokus dan ketenangan. Caranya bermacam-macam tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Ini yang saya ingatkan juga, baik kepada pemain maupun pelatih,” lanjut Lilik.

    *Juara bertahan

    Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian menjadi salah satu tumpuan untuk meraih gelar. Hal itu bukannya tanpa alasan. Keduanya berstatus juara bertahan.

    Apalagi, Indonesia tengah mendambakan raihan gelar setelah periode paceklik di tahun 2024 ini. Dari tujuh ajang BWF World Tour yang sudah dihelat sejak pergantian tahun, Indonesia baru mampu meraih satu gelar lewat keberhasilan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di Indonesia Masters.

    Fajar/Rian diharapkan mengakhiri masa paceklik tersebut. Namun, keduanya tak ingin menjadikan hal itu sebagai beban. Mereka bakal lebih berupaya fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

    “Tidak ada beban yang terlalu tinggi (menjadi juara bertahan). Kami mau fokus untuk all-out di setiap pertandingan,” ujar Fajar.

    Di ajang All England tahun lalu, Fajar/Rian keluar sebagai juara usai menyisihkan senior mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lewat dua gim langsung 21-17 dan 21-14.

    all england 2024 bulutangkis Fajar/Rian ginting Hendra/Ahsan Indonesia jonatan christie The Daddies
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia, Pasar Subur Sepak Bola Dunia yang Masih Sulit Memproduksi Pemain Kelas Atas di Tengah Melimpahnya Sumber Daya Manusia

    August 17, 2025

    Indonesia Patut Berbangga, Kini Punya 37 Pemain yang Bermain di Luar Negeri

    August 14, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    PSSI Bidik Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

    August 2, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia, Pasar Subur Sepak Bola Dunia yang Masih Sulit Memproduksi Pemain Kelas Atas di Tengah Melimpahnya Sumber Daya Manusia

    August 17, 2025

    Indonesia Patut Berbangga, Kini Punya 37 Pemain yang Bermain di Luar Negeri

    August 14, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    PSSI Bidik Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

    August 2, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.