Liverpool secara mengejutkan takluk 0-2 kala bertamu ke Everton di laga derbi Merseyside, Kamis (25/4).
Skuat asuhan Juergen Klopp sebenarnya tampil cukup dominan di Goodison Park. Hanya memang, skor akhir tak berpihak ke mereka.
Menurut situs Flashscore, The Reds unggul 77% berbanding 23% dalam hal penguasaan bola. Selain itu, skuat Merseyside Merah juga lebih banyak membuat peluang (23 kali) dibanding skuat Merseyside Biru (16 kali).
Namun, dua gol tuan rumah yang dicetak Jarrad Branthwaite (menit 27’) dan Dominic Calvert-Lewin (58’), justru sama sekali tak berbalas.
Kiper Everton, Jordan Pickford, juga layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga (man of the match) lantaran sukses membendung seluruh (tujuh) tembakan on-target Liverpool.
Bagi Everton, tambahan tiga poin ini setidaknya makin menjauhkan mereka dari zona degradasi. The Toffees tengah menempati peringkat 16 dan mereka kini unggul delapan poin dari Luton (peringkat 18).
Kemenangan ini juga menjadi kemenangan pertama Everton di kandang mereka dalam derbi Merseyside dalam kurun hampir 24 tahun.
Pasalnya, terakhir kali mereka menang atas Liverpool di Goodison Park adalah pada 17 Oktober 2010. Kala itu, Everton juga menang 2-0 dan kedua gol kemenangan itu disumbangkan duet gelandang tengah mereka, Mikel Arteta dan Tim Cahill.
Arteta kini sudah menangani Arsenal, sedangkan Cahill dipercaya Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) untuk menjadi salah satu Direktur Teknik.
*Trio Salah-Nunez-Diaz
Sedangkan bagi Liverpool, kekalahan ini terasa krusial karena menghambat raihan poin mereka dalam perebutan gelar juara.
Juergen Klopp dan pasukannya bahkan cuma sekali menang di empat laga terakhir. Sisanya berujung satu hasil imbang dan dua kekalahan. Itu artinya, mereka sudah kehilangan delapan poin di empat matchweek terakhir.
Selain tertinggal tiga poin dari Arsenal di puncak klasemen, Liverpool juga berpotensi disalip Manchester City yang cuma berjarak satu poin dan masih mengantongi dua laga lebih banyak.
Klopp wajib mengevaluasi trio starter di lini depannya, yakni Mohamed Salah, Darwin Nunez, dan Luis Diaz. Ketiganya lagi-lagi gak perform.
Mirip dengan ketika Liverpool takluk 0-1 di rumah sendiri dari Crystal Palace dua pekan silam. Kala itu, trio Salah-Nunez-Diaz juga tampil sejak menit awal dan sama sekali tak menyumbang gol.
Terbukti ketika Klopp berubah komposisi starter lini depannya kala bertandang ke Fulham akhir pekan lalu, Liverpool malah bisa menang 3-1. Kala itu, hanya Diaz yang tetap dimainkan Klopp sejak menit awal. Sedangkan Salah dan Nunez digantikan Cody Gakpo dan Diogo Jota.
Sebagai starter, trio Salah-Nunez-Diaz bukannya tak bagus. Hanya saja, kombinasi tersebut perlu diracik ulang atau mungkin diistirahatkan. Pasalnya, terakhir kali trio Salah-Nunez-Diaz memberikan kontribusi saat dipercaya tampil sejak menit awal adalah kala menahan imbang tuan rumah Manchester United 2-2 di pekan 31 (7 April). Kala itu, Diaz dan Salah menyumbang satu gol, sedangkan Nunez menyumbang satu assist untuk gol Diaz.
Nah, masalahnya sejak laga kontra United tersebut, baik Salah, Nunez, maupun Diaz, tak pernah lagi menghadirkan kontribusi gol atau assist, termasuk di kekalahan dini hari tadi.
Nunez bahkan punya peluang emas membobol gawang Everton, sekitar delapan menit setelah gol pembuka Everton. Dihadapkan dengan ruang tembak yang sangat terbuka, sepakannya malah tepat mengarah ke Pickford.
Menurut Opta, koleksi gol Nunez seharusnya bisa delapan gol lebih banyak dari koleksi golnya saat ini, jika berdasarkan pada jumlah peluang emas yang harusnya bisa ia konversikan menjadi gol.
View this post on Instagram
*Klopp menyesal
Dalam interview dengan Sky Sports usai laga, Klopp tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.
“Saya benar-benar kecewa. Kami benar-benar membiarkan laga berjalan seperti harapan Everton. Dua gol dari set-pieces dan mereka sangat bagus dalam hal itu. Kami juga banyak membuat peluang, namun gagal mencetak gol. Lalu, di babak kedua, kami terlalu emosional dan terburu-buru,” ujar Klopp.
Selain itu, Klopp tak lupa untuk menyinggung soal kondisi lini depannya. Stok pemain yang ada tak memungkinkannya untuk bermanuver dari pilihan trio Salah-Nunez-Diaz.
“Ini memang bukan periode yang baik, tapi kami harus berjuang melewatinya dan dapatkan momentum. Seperti saat melawan Fulham. Hanya saja, kali ini, kedua striker kami, absen karena cedera (Jota) dan satunya lagi baru menjadi ayah (Gakpo). Kondisi itu juga tak menolong,” lanjut Klopp.
Dua pandit Sky Sports yang juga mantan bintang Premier League, Gary Neville dan Jamie Caragher, sama-sama meyakini bahwa peluang Liverpool untuk menjuara Premier League musim ini sudah benar-benar tertutup atas kekalahan dari Everton.
View this post on Instagram


