Borussia Dortmund membuat kejutan saat menang 1-0 lagi di laga kedua di Parc des Princes pada Selasa (7/5). Tuan rumah, Paris Saint-Germain, mesti mengubur impian lagi.
Dortmund datang ke Paris dengan bekal kemenangan 1-0 leg 1 di kandang. Si Hitam-Kuning dapat memaksimalkannya, dan menuju final setelah 11 tahun lalu atau yang ketiga sepanjang sejarah.
BVB tak memesan tempat di Wembley secara mudah. Apa lagi cerita menarik dari Parc des Princes?
Firasat Enrique
Sebelum pertandingan, pelatih PSG, Luis Enrique, menyatakan keinginan agar skuadnya mencetak gol lebih dulu. “Niat kami bukan untuk menang dengan dua gol, tapi untuk menang,” ucap pelatih yang mengincar catatan treble kedua dengan dua klub berbeda mengikuti jejak Pep Guardiola itu.
Tak kurang ujaran itu mengisyaratkan PSG menanti kesulitan menjebol gawang lawan. Dortmund sangat mungkin bertahan untuk mempertahankan keunggulan di laga pertama di Westfalenstadion.
Dortmund memang menghasilkan pertahanan solid. Badai serangan PSG bisa terhalau.
Nirgol Awal
Dengan niat mencetak gol lebih dulu, PSG mencoba merangsek sejak awal duel. Achraf Hakimi di kanan dan Kylian Mbappe di kiri terus menekan Dortmund.
Tak lama setelah laga melewati setengah jam, Mbappe melewati tiga pemain Der BVB sebelum mengirim sodoran untuk Ousmane Dembele. Tembakan Dembele dari jarak dekat masih melambung di atas gawang eks klubnya itu.
Dari Dortmund, Karim Adeyemi mendapat peluang bagus. Namun, tembakannya dari bisa ditepis kiper PSG, Gianluigi Donnarumma.
Sibuk bertahan, tak dinyana pemain belakang Dortmund menjadi pahlawan kemenangan kedua ini. Bek tengah kawakan, Mats Hummels, menciptakan gol tunggal pada menit ke-50 dengan menyundul umpan sepak pojok Julian Brandt. Agregat menjadi 2-0 buat BVB.
Momok Tiga Batang
Di pengujung babak pertama, PSG berpeluang memimpin. Warren Zaire-Emery mendapat bola muntah, tapi tembakan lanjutannya dari jarak dekat membentur tiang kiri gawang Dortmund yang dikawal Gregor Kobel.
Respons setelah gol Hummels juga digagalkan tiang. Tembakan apik Nuno Mendes dari luar kotak penalti pada menit ke-61 menghajar mistar, yang menegaskan kenahasan PSG. Dari momen ini, tiang-mistar sudah 12 kali menggagalkan kans PSG musim ini di Liga Champion.
Dengan keharusan mencetak dua gol, PSG lantas mengurung Dortmund. Tembakan kali pertama Goncalo Ramos masih melambung Tamu dari Jerman kembali mesti berterima kasih kepada mistar yang menggagalkan upaya Mbappe di bagian akhir laga.
View this post on Instagram
Defensif Logis
Di depan pendukungnya, Les Rouges-et-Bleus menguasai permainan. Indikasi terjelasnya adalah 67% penguasaan bola. PSG menghasilkan pula 31 percobaan, dibandingkan Dortmund yang hanya 6 tembakan.
Dominasi tuan rumah terlihat juga dari jumlah operan yang mencapai 668 kali dengan 605 yang tepat sasaran. BVB membuat kurang dari separuh catatan PSG, yakni 293 operan dengan yang sampai ke tujuan sebanyak 232 buah.
Akan tetapi, serangan PSG kerap meleset dari target. Dari 31 tembakan, hanya 5 yang mengarah ke gawang kubu tamu walau menghasilkan harapan gol sebesar 3,22. Dortmund lebih efektif. Separuh dari 6 percobaan mereka menjadi shot on goal, kendati expected goals yang dihasilkan hanya 0,76.
PSG melihat 10 upaya mereka bisa dihadang blok pertahanan BVB. Kiper Dortmund, Kobel, tercatat 5 kali menyelamatkan gawangnya dari peluang Les Parisiens. Penjaga gawang PSG, Donnarumma, membuat 2 penyelamatan.
Segi defensif Dortmund terlihat pula dari jumlah sapuan sebanyak 26 kali. Angka itu kontras dengan PSG yang cuma membuat 6 sapuan sepanjang laga.

Luis Aman, Kylian Cukup
Dortmund mencapai final ketiga mereka. Skuad besutan Edin Terzic ini menanti lawan. Jika Bayern Munchen yang lolos akan menjadi ulangan 11 tahun lalu termasuk tempat perhelatan.
Setelah kampiun pada 1997, BVB tampil di laga puncak 2013. Di final yang digelar di Wembley itu, Dortmund yang ditangani Jurgen Klopp kalah 1-2 dari Bayern.
Ketika Dortmund mengincar gelar kedua, PSG mesti mengubur impian dan hasrat besar mengangkat trofi besar ini. Pihak klub menepis dugaan akan adanya imbas lanjutan berupa perombakan.
Presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, memastikan kursi Enrique aman. “Kami membangun proyek jangka panjang dengan skuad termuda. Masa depan akan cerah. Kami akan terus maju,” ucapnya dikutip AFP.
Mbappe hampir pasti bergabung dengan Real Madrid. Raksasa Spanyol itu senantiasa diunggulkan di ajang wahid ini. “PSG sudah sangat dekat dengan gelar Liga Champion. Suatu saat mereka akan meraihnya,” demikian komentar normatif sang kapten setelah duel.
Siapa yang meraih Liga Champion lebih dulu, Mbappe atau PSG?


