Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Beban Besar di Bahu Gregoria Mariska Tunjung, Sebesar Apa Peluang Jorji Empaskan Ratchanok Intanon?
    Bulutangkis

    Beban Besar di Bahu Gregoria Mariska Tunjung, Sebesar Apa Peluang Jorji Empaskan Ratchanok Intanon?

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaAugust 2, 2024Updated:August 2, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Gregoria Mariska Tunjung, lewati 16 besar secara dramatis. (foto: twitter inabadminton)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Indonesia tinggal menyisakan Gregoria Mariska Tunjung di cabang yang biasanya menyumbangkan medali, bulu tangkis. Seberapa besar kansnya bisa menang di perempat final melawan Ratchanok Intanon pada Sabtu (3/8)?

    Gregoria atau yang akrab dipanggil Jorji menjadi satu-satunya pebadminton Indonesia yang masih berlaga. Jorji bisa lolos dari perdelapan final melalui laga ketat dan mendebarkan. Mampukah Jorji meneruskan ketangguhan mentalnya di duel perempat final?

    Berikut ini telisik peluang melalui perbandingan antara Jorji dan Intanon sebelum partai delapan besar yang dilangsungkan di Adidas Arena, Paris, pada Sabtu (3/8) pagi waktu setempat atau pukul 13.30 WIB.

    Kiprah di Paris

    Intanon mampu mencatatkan hasil penting di fase grup. Atlet Thailand ini mengalahkan pebulu tangkis Taiwan beperingkat 3 BWF, Tai Tzu Ying, dengan dua set langsung, 21-19 dan 21-15, untuk memuncaki klasemen grup. Kelolosan dari grup berat disusul dengan tempat langsung ke perempat final.

    Gregoria berada di grup yang terbilang ringan. Dua lawan di fase grup merupakan atlet dari Eropa yang bukan unggulan. Ujian besar buat Jorji tergelar di perdelapan final.

    Menghadapi wakil Korea Selatan ranking 17 di daftar peringkat BWF, Kim Ga-eun, Jorji bisa unggul jauh di set pertama (21-4). Namun, Ga-eun bisa membalas di set kedua (21-8). Set penentuan berlangsung ketat dan tak kurang menunjukkan kekuatan mental Jorji.

    Ga-eun unggul 11-8 saat interval. Akan tetapi, Jorji bisa menyamakan skor menjadi 11-11. Sejak itu, kedua pebulu tangkis berkejar-kejaran. Ga-eun hanya sekali memimpin, yakni di 18-17. Jorji beberapa kali unggul satu poin, tapi melewatkan kesempatan di kedudukan 20-19 hingga terjadi deuce.

    Jorji akhirnya dapat menjaga mentalnya untuk menang dengan skor 23-21. Hasil mengesankan mengingat ia mengetahui beban besar di pundaknya setelah Fajar/Rian rontok beberapa jam sebelumnya. Jorji menjadi tumpuan harapan Indonesia di badminton.

    Grafik Performa

    Intanon memperlihatkan peningkatan penampilan di Paris 2024. Sebelum ke Olimpiade, performa Intanon secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu meyakinkan. Di delapan laga sebelumnya, Intanon mengalami lima kekalahan. Ia belum bangkit benar usai mengalami cedera engkel.

    Tiga kemenangan di Olimpiade 2024 ini menjadi kelanjutan kiprah lumayan Gregoria sejak akhir Mei. Jorji bisa menorehkan delapan kemenangan di 10 pertandingan terakhirnya.

    Beda Bugar

    Sama-sama mesti melewati dua pertandingan di fase grup di Paris 2024, Intanon mendapat keuntungan setelah memastikan tempat di fase gugur. Sementara Jorji harus bertarung ketat lewat rubber game di perdelapan final, Intanon mendapat bye hingga bisa langsung berlaga di delapan besar. Kondisi fisik yang lebih segar bisa bermanfaat besar bagi Intanon.

    Di sisi lain, perbedaan usia dapat menjadi pembeda di pertarungan ini. Intanon telah berusia 29 tahun. Jorji akan berusia 25 tahun pada 11 Agustus mendatang. Perbedaan empat tahun lebih muda bisa menjadi keuntungan Jorji.

    Rekor Duel: 8:1

    Intanon diunggulkan jika melihat catatan pertemuan dengan Jorji. Intanon memenangi delapan dari sembilan duelnya dengan Jorji, di antaranya terjadi di Olimpiade 2020, Kejuaraan Dunia 2019, Indonesia Open 2019, dan Indonesia Open 2018 yang menjadi duel pertama.

    Pertemuan di Tokyo 2020 itu menjadi kemenangan terakhir Intanon atas Jorji. Nah, Jorji dapat memecahkan telur di pertemuan terakhir tiga tahun berselang dari Tokyo. Di Piala Uber 2024 lalu, Jorji bisa menang dua set langsung atas Intanon. Skor akhir pertarungan ketat adalah 22-20 dan 21-18.

    Perkiraan

    Peluang Jorji sebenarnya tidak kecil. Namun, kans Intanon boleh dikatakan sedikit lebih besar dengan beberapa keuntungan ditambah dengan beberapa kelebihan seperti pengalaman, kepercayaan diri usai kiprah bagus di fase grup, dan rekor duel.

    Sebaliknya, beban akan terasa semakin besar buat Jorji. Beban itu terlampau berat untuk dipanggul satu pemain saja menghadapi lawan yang semakin berat meski hanya berada di peringkat 21 BWF sementara Jorji peringkat 8. Peringkat sekadar angka bila sudah memasuki fase gugur di ajang selevel Olimpiade.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Badminton Fajar/Rian gregoria gregoria mariska tunjung intanon jorji kim ga-eun olimpiade 2024 paris 2024 piala uber 2024 Ratchanok Intanon
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.