Kemenangan 4-0 atas Peru di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONMEBOL, Rabu (16/10), patut menjadi catatan.
Di atas kertas dan head-to-head, Brasil memang sejak awal diprediksi bakal menang mudah dari sang lawan. Sejak kemenangan mengejutkan 1-0 Peru di ajang Copa 2016, Brasil sukses membalas kekalahan tersebut dengan tak tanggung-tanggung: Mereka memborong kemenangan di sembilan pertemuan terakhir.
Rangkaian hasil positif itu menjadi makin sempurna berkat gol-gol Rapinha (38’ & 54’), Andreas Pereira (71’), dan Luis Henrique (74’) yang berujung dengan kemenangan ke-10.
Berkat tambahan tiga poin ini, Brasil – yang awalnya sempat terseok-seok – bisa terus menempel tiga rival mereka yang posisinya lebih tinggi di papan klasemen, yakni Argentina (peringkat 1/22 poin), Kolombia (peringkat 2/19 poin), dan Uruguay (peringkat 3/16 poin). Skuat asuhan Dorival Junior kini mengoleksi poin yang sama dengan Uruguay dan cuma kalah agregat gol.
Selain tambahan tiga poin, kemenangan 4-0 atas Peru ini setidaknya juga bisa memantik kembali optimisme Negeri Samba terkait produktivitas tim.
Pasalnya, ini baru kedua kalinya Brasil bisa menang besar dalam kurun satu tahun terakhir. Jika mau dihitung mundur sejak Oktober tahun silam, Rapinha dkk. sudah melakoni 16 laga.
Dari total 16 laga tersebut, Brasil cuma enam kali sukses mengalahkan lawannya. Di sisa 10 partai lainnya, mereka cuma bisa lima kali seri dan lima kali kalah.
Masalah bertambah pelik karena dari enam kemenangan yang berhasil diraih Brasil, hanya satu yang mereka bisa menang besar, yakni kala menaklukkan tuan rumah, Paraguay, dengan skor 4-1 (29 Juni 2024).
Sedangkan di sisa lima kemenangan lainnya, Brasil cuma bisa menang dengan selisih satu gol. Itulah mengapa kemenangan 4-0 atas Peru ini baru menjadi kemenangan besar kedua Brasil dalam setahun terakhir.
Dilansir dari situs Flashscore, dari 11 starter Brasil yang ditampilkan di laga ini, cuma duo bek, Gabriel dan Marquinhos, serta winger Savinho, yang mendapat rating penampilan di bawah nilai 7.
Sedangkan sisa delapan starter lainnya mendapat rating penampilan di atas tujuh dengan Rapinha selaku peraih nilai tertinggi (8,7) berkat torehan dua golnya.
Jika mengacu pada data statistik Opta, Rapinha menjadi pemain yang paling sering mencetak gol (6 gol) untuk Brasil di laga kandang, jika dihitung sejak berakhirnya Piala Dunia 2018. Torehan enam gol membuatnya sejajar dengan koleksi serupa yang pernah ditorehkan Neymar.
View this post on Instagram


