Pada laga final Menpora Cup 2024 yang diselenggarakan di GBK Arena, Jakarta, Jumat (18/10/2024) terjadi sebuah momen yang cukup menegangkan. Momen saat kedua pebulutangkis muda Shabrina Luthfiyyah dan Rafif Ismaiil Alqusyairi harus kehilangan kemenangannya yang sudah di depan mata.
Pada laga final, Shabrina Luthfiyyah yang menjadi perwakilan dari Sulawesi harus menghadapi Fakhirah Syakirah Salma, perwakilan dari Kalimantan. Di pertandingan tersebut Shabrina sebetulnya hampir saja keluar sebagai pemenang.
Shabrina sudah mengunci set pertama dengan skor 18-21. Hanya di set kedua dirinya ternyata kehilangan fokus dan tertinggal jauh dari Fakhirah.
Sempat mencoba untuk mengejar demi menyudahi pertandingan, namun Fakhirah menyerah di set kedua dengan skor 21-11. Pada set ketiga permainan tidak berubah banyak dan Shabrina pun harus rela kalah dengan skor 21-14.
Selepas pertandingan, Shabrina mengatakan kalau dirinya memang kehilangan fokus. Menurutnya alasan utamanya karena lampu gor yang sangat terang.
Lampu tersebut membuatnya tidak focus saat bermain. Alhasil dirinya harus rela menempati tempat kedua di Menpora Cup 2024 kategori tunggal putri.
“Mungkin faktor gornya. Lampunya cukup silau jadinya kurang maksimal waktu main. AC-nya juga cukup terasa jadi terkadang membuat shuttlecock susah ditebak,” ungkap Shabrina.
Shabrina sendiri tak memungkiri lain faktor gor, stamina sang lawan masuk menjadi salah satunya. Ia menilai Fakhirah mempunyai fisik yang bagus sehingga dirinya sulit untuk mengimbangi permainan yang mengandalkan bola belakang.
“Dia punya main belakang yang bagus. Belum lagi fisiknya dia bagus, jadi buat saya kesulitan,” ucapnya.
Kendati kalah, Shabrina tetap bersemangat untuk lebih baik lagi. Ia bertekad untuk Kembali ke Menpora Cup di tahun berikutnya. “Pastinya lebih semangat lagi dan rajib Latihan lagi. Semoga di Menpora Cup tahun depan bisa juara,” tutupnya.
Sementara itu, Rafif yang juga sempat unggul di set pertama saat menghadapi Fathan Nugraha Mulayawan, harus rela kehilangan kemenangannya. Rafif kalah dari koleganya yang sama-sama dari Jawa dengan skor 15-21, 21-19 dan 21-16.
Kekalahan tersebut dikatakan oleh Rafif tak lebih dari faktor kehilangan fokus. Dirinya terlena dengan keunggulannya sehingga ingin menyudahi pertandingan dengan cepat.
Hanya, bukan kemenangan yang diraih, justru sebaliknya ia harus kalah dari Fathan. Set kedua berjalan cukup sengit usai keduanya saling mengejar poin. Namun kesabarannya yang hilang membuat Rafif banyak kehilangan momentum.
“Di set pertama saya coba lebih nahan bola, jadi lebih sabar mainnya. Di set kedua dan ketiga ya kecolongan dan tidak sabar, jadinya banyak buang bola.
“Lawan lebih cepat bikin serangan dan membuat saya kesulitan di set kedua dan ketiga. Tidak hanya itu, lawan juga terlihat lebih siap, focus dan lebih percaya diri, sehingga membuat dia bisa keluar sebagai pemenang,” jelasnya Rafif.
Soal Menpora Cup 2024, Rafif mengaku sangat senang karena turnamen berjalan dengan lancar. Namun bukan berarti tidak ada yang harus diperbaiki.
“Pertandingannya dan turnamennya sangat bagus. Tapi, untuk ke depannya mungkin harus diperbaiki lagi untuk shuttlecock, itu saja sih,” ungkapnya.
Kini ia menatap turnamen selanjutnya yang akan diikutinya. Pemain asal Ujungberung, Bandung itu bertekad menjadi juara di turnamen tersebut.
“Ke depannya saya akan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk mengikuti turnamen Kejurprov di Jakarta. Semoga di sana bisa jadi juara,” tutupnya.
Dengan hasil ini, baik Shabrina dan Rafif harus rela menempati tempat kedua. Mereka pun layak membawa pulang medali dan hadiah masing-masing sebesar Rp 8 juta.
View this post on Instagram


