Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Previu AS Roma vs Inter Milan: 5 Alasan Nerazzurri akan Bawa Oleh-Oleh 3 Poin dari Ibu Kota
    Liga Italia

    Previu AS Roma vs Inter Milan: 5 Alasan Nerazzurri akan Bawa Oleh-Oleh 3 Poin dari Ibu Kota

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaOctober 19, 2024Updated:October 19, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Marcus Thuram, sedang tajam, ancaman buat Roma. (foto: twitter marcoconterio)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    AS Roma mendapat tamu berat setelah jeda internasional. Inter Milan datang ke Olimpico pada Minggu (20/10) dengan ambisi membawa pulang tak kurang dari tiga poin. Kans tamu sangat besar.

    Inter memiliki sejumlah alasan yang mendukung niat mereka menang di ibu kota. Lima kelebihan menjadikan I Nerazzurri favorit untuk mewujudkan keinginan tersebut.

     

    Amunisi Mapan

    Inter memiliki skuad yang dipadati dengan banyak bakat bagus. Kemampuan individual para pengisi tim Nerazzurri secara keseluruhan lebih merata dibandingkan dengan kebanyakan klub Serie A, termasuk Roma. Pasukan dengan perimbangan mantap ini menjadi salah atu alasan besar mengapa Inter bisa berjaya musim lalu.

    Tuan rumah mendapat tekanan tambahan seputar penggawanya. Lorenzo Pellegrini mendapatkan sorotan besar dengan kartu merahnya di timnas Italia yang membuat Gli Azzurri hanya bisa meraih satu poin di kendang kendati unggul dua gol lebih dulu atas Belgia pekan lalu. Masa depan sang gelandang serang kapten di Roma dikabarkan pula tidak menentu.

     

    Soal Arsitek

    Perihal otak di belakang tim alias pelatih, Inter tentu mempunyai kelebihan masif daripada I Lupi. Simone Inzaghi terbilang semakin dicintai oleh tifosi Biru-Hitam dengan persembahan prestasi sejak kedatangan pada 1 Juli 2021, seperti scudetto musim lalu, dua Coppa Italia, dan sekali runner-up Liga Champion. Sangat oke buat pelatih yang mendapatkan kritik di awal keberadaannya di sana.

    AS Roma mengalami krisis personel, dan yang mungkin terparah adalah pada pelatih. Ivan Juric dicantumkan sebagai pelatih setelah I Giallorossi memotong ikatan Daniele De Rossi. Padahal, sebelumnya Roma memutuskan untuk memperpanjang kontrak legenda hidup mereka itu. Sebelum De Rossi, klub ibu kota mendepak Jose Mourinho.

     

    Kiprah Menyeluruh

    Performa domestik AS Roma sebenarnya tergolong oke. Klub yang terakhir kali scudetto pada 2001 ini bisa tidak terkalahkan dalam lima pekan terakhir di Serie A, dengan tujuh poin dari tiga partai terakhir yang nota bene sudah dibesut Juric. Alhasil, Paulo Dybala cs. bisa mengumpulkan 10 poin dari tujuh pekan liga.

    Akan tetapi, Inter pada akhirnya secara keseluruhan lebih produktif daripada Roma. Sempat terpeleset di derbi dari AC Milan pada giornata 5, La Beneamata bisa bangkit dengan mencatatkan dua kemenangan beruntun. Koleksi 14 poin membawa Inter ke peringkat kedua dengan selisih dua angka dari Juventus di pucuk klasemen.

    Perbedaan terlihat dari kiprah di antarklub Eropa. Inter bisa menang 4-0 atas Crvena Zvezda di Liga Champion yang tergelar di antara dua kemenangan terakhir di Serie A. Roma keok dari Elfsborg di Liga Europa.

     

    Ukiran Duel

    Kendati datang ke Olimpico, Inter pantas percaya diri. Rekor duel tampak mendukung skuad Inzaghi.

    Roma hanya sekali menang dan enam kali imbang dari 14 pertemuan terakhir mereka dengan Internazionale. Kemenangan terakhir Roma itu hadir pada Oktober 2022 di San Siro, atau berjarak lebih dari lima setengah tahun dari kemenangan sebelumnya (Februari 2017, juga di San Siro).

    Di benturan terakhir pada Februari silam, Inter menang 4-2 di Olimpico walau sempat tertinggal 1-2 di babak pertama. Marcus Thuram mencetak gol penting yang menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Putra Lilian ini bakal menjadi teror buat Roma. Penyerang Prancis itu telah mencetak tujuh gol liga. Hanya Christian Vieri dan Lautaro Martinez yang lebih produktif buat Inter di era tiga poin per kemenangan.

    Di lawatan sebelumnya, Nerazzurri juga menang, dengan 2-0 yang salah satu golnya dipersembahkan andalan timnas Italia saat ini, Federico Dimarco.

     

    Niat Gelar

    Ambisi pada akhirnya menjadi perbedaan yang lumayan besar di antara kedua klub. Roma, terutama dengan perubahan manajemen, dianggap berkutat dengan ambisi sekadar lolos ke antarklub Eropa daripada menjadi penantang gelar.

    Inter telah mengembangkan status sebagai klub yang menyasar tak kurang dari scudetto. Gelar musim lalu tidak membuat Nerazzurri melepaskan cecaran mereka terhadap gelar lagi. Lawan yang tidak bisa mengatasi superioritas Inter bakal mengetahuinya ketika berjumpa. Roma akan kembali merasakannya, tak peduli di kandangnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    as roma dimarco inter inter milan juric olimpico pellegrini Roma serie a simone inzaghi thuram
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.