Arsenal dihadang dua laga penting dalam sepekan ke depan. Yang pertama adalah menjamu Shakhtar Donetsk, Rabu (23/10) di ajang Liga Champions. Empat hari kemudian, Minggu (27/10), Mikel Arteta dan pasukannya kedatangan Liverpool di Premier League.
Kekalahan 0-2 dari tuan rumah, Bournemouth, di laga teranyar, Sabtu (19/10), wajib menjadi perhatian Arteta. Apalagi, kekalahan itu menjadi kekalahan pertama Arsenal di semua ajang musim ini.
Kartu merah yang diterima William Saliba memang menjadi salah satu faktor penyebab. Namun, absennya Bukayo Saka juga dinilai turut berpengaruh.
Saliba tetap bisa tampil melawan Shakhtar karena hukuman akumulasinya hanya untuk di kancah domestik. Nah, kondisi Saka yang justru diprediksi belum siap tampil. Setidaknya, di sesi latihan Senin (21/10), Saka belum terlihat.
Saka menderita cedera paha kala membela Inggris kontra Yunani di ajang UEFA Nations League pada 10 Oktober silam. Pada laga yang berkesudahaan 2-1 untuk Yunani tersebut, Saka ditarik keluar di menit 51’.
Imbasnya, Saka masih absen kontra Bournemouth akhir pekan lalu. Tanpa Saka, produktivitas Arsenal jelas berimbas. Ia merupakan pemain dengan kontribusi gol terbanyak lewat catatan tiga gol dan tujuh assist.
Masalah makin pelik bagi Arteta karena pemain pilar lainnya, Martin Odegaard, juga masih diragukan tampil kontra Shakhtar. Sang kapten tengah menjalani pemulihan cedera engkel sejak sebulan lalu.
“Proses pulihnya Saka dan Odegaard semakin dekat. Kemajuannya cukup baik. Hanya memang, Odegaard belum bakal bisa tampil vs Shakhtar. Sedangkan untuk Saka, kami masih harus lihat lagi kondisinya jelang laga,” ujar Arteta dilansir Goal.
Tanpa Saka, agresivitas lini depan Arsenal jadi bergantung pada Kai Havertz selaku ujung tombak. Benar bahw perform Havertz sedang bagus-bagusnya di periode awal musim ini.
Namun, kesan itu mulai meluntur lantaran ia gagal mencetak gol ke gawang Bournemouth. Padahal, di empat laga sebelumnya, nama striker Jerman itu selalu masuk dalam scoresheets.
Seandainya ketajaman Havertz mulai tersendat, Arteta bisa menjadikan Gabriel Jesus sebagai opsi alternatif. Nama striker asal Brasil itu memang agak tenggelam karena ketajaman Havertz.
Namun, Jesus tetap bisa diandalkan kontra Shakhtar. Ia punya reputasi bagus melawan klub asal Ukraina tersebut.
Kala masih berseragam Manchester City, Jesus mengoleksi empat gol ke gawang Shakhtar. Sebanyak tiga gol di antaranya bahkan berujung hattrick kala City berpesta enam gol tanpa balas pada 8 November 2018.
View this post on Instagram


