Real Madrid akan menjadi tuan rumah leg 2 play-off fase gugur menjamu Man. City pada Rabu (19/2). El Real akan memanfaatkan betul keuntungan berupa kemenangan dari leg 1.
Kemenangan dramatis di Etihad Stadium minggu lalu mendekatkan Real Madrid pada perdelapan final menyingkirkan City. Namun, mandeknya perjalanan di La Liga, tiga imbang beruntun, membuat para fan Madrid rada khawatir.
Akan tetapi, sang juara bertahan memiliki beberapa pendorong untuk menunjukkan diri kepada Cityzens sebagai penguasa kompetisi wahid ini.
Sejarah Jarang Gagal
Secara historis, Los Blancos jarang gagal setelah memenangi laga pertama di luar Santiago Bernabeu. Madrid hanya dua kali gagal lolos dari 39 kali berada dalam kondisi tersebut.
Subur di Bernabeu
Bernabeu lalu menjadi penyokong keganasan Madrid. Di stadion besar itu, El Real selalu mencetak gol di 78 laga Liga Champion sebagai penjamu. Rata-rata gol si empunya stadion di sana adalah 2,65 gol.
Khusus saat menjamu klub Inggris, Madrid memiliki catatan lumayan mengesankan. Di Bernabeu saat disambangi klub Premier League sebanyak 25 kali, Si Putih menghasilkan 12 kemenangan dan 9 kali imbang.
City Lagi Limbung
Tak berlebihan bila menyebut Man. City belum lewat dari masa goyah mereka musim ini. Gol penentu Madrid pada injury time di leg pertama menelurkan catatan buruk buat The Cityzens. Itulah kali ketiga musim ini skuad Pep Guardiola menelan kekalahan setelah membuka skor lebih dulu. Tidak ada yang sesering City melihat keunggulan mereka berakhir menjadi kekalahan.
Tugas berat buat Kevin de Bruyne cs. untuk membalikkan ketertinggalan. City mesti menghentikan tiga kekalahan beruntun saat tandang.
Pep Inferior
Khusus Guardiola, pekerjaan sang pelatih asal Spanyol berat di pertemuan kesepuluh dengan Carlo Ancelotti. Pep belum pernah mengalahkan tim asuhan Don Carlo dari empat benturan saat bertandang di Liga Champion, dua di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Tiga dari empat adu taktik dengan pelatih kawakan dari Italia itu adalah Pep sebagai bos City. Yang lebih menciutkan peluang Pep adalah catatan duel akibat tiga hasil tak pernah menang atas Madrid di Bernabeu. Torehan Guardiola menghadapi klub Spanyol terbilang payah, yakni 8 kekalahan dan 4 seri dari 16 laga tandang ke Negeri Matador.
Potensi Mungil
Sedikit lampu kuning buat Madrid terkait klub Inggris sebagai lawan, tiga kali Los Blancos tersingkir adalah di tangan wakil Inggris. City tengah menimba keyakinan pula dari hasil bagus di Premier League berupa kemenangan 4-0 atas Newcastle.
Erling Haaland bisa mengoyak keuntungan Madrid. Sang penyerang sekurangnya dapat menyasar catatan pribadi. Dua golnya di masing-masing babak di Etihad membuat koleksinya di Liga Champion menjadi 49 gol. Ia bisa menjadi pemain tercepat dan termuda (24 tahun 213 hari) yang mencapai 50 gol di kompetisi megah ini.
Terlalu Berharga
Akan tetapi, Madrid sepertinya takkan melewatkan keuntungan yang terlalu berharga dari laga pertama. Krisis cedera bek juga mulai berlalu. Tinggal Dani Carvajal dan Eder Militao yang tidak tersedia buat laga ini.
Di sisi lain, City malah masih merasakan efek terpaan badai cedera terutama pada sisi defensif. Absensi Manuel Akanji dan gelandang bertahan Rodri serta tidak masuknya Vitor Reis bakal menurunkan kekuatan pertahanan. City pun menanti perkembangan kondisi Nathan Ake dan Ruben Dias, selain Jack Grealish di sektor serangan.
Dari Madrid, Vinicius Junior boleh jadi masih mengemban misi khusus di kompetisi ini. Di leg 1, sayap Brasil itu membuat 2 assist untuk menggenapkan 10 kontribusi gol musim ini dengan torehan 7 gol dan 3 assist. Vini masih akan termotivasi spanduk di Etihad untuk kembali meneror pertahanan Cityzens.
Los Blancos bakal singkirkan City.
View this post on Instagram


