Chelsea sukses merajut kemenangan comeback 4-1 kala bersua Real Betis di final UEFA Conference League 2024/25 di Tarczynski Arena Wroclaw, Polandia, Kamis (29/5).
Chelsea tertinggal lebih dulu lewat gol Abde Ezzalzouli saat laga baru berjalan sekitar sembilan menit. Barulah di babak kedua, The Blues bangkit dan membalikan kedudukan berkat gol-gol Enzo Fernandez (65’), Nicolas Jackson (70’), Jadon Sancho (83’), dan Moises Caicedo (90’).
Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima faktor penentu kemenangan Chelsea atas Betis.
- Digendong Palmer
Meski namanya tak masuk dalam scoresheets, Cole Palmer tetap didaulat sebagai pemain terbaik laga (man of the match). Hal itu lantaran Palmer menjadi pemain Chelsea yang paling sibuk untuk menembus pertahanan Betis, khususnya di babak kedua.
Jerih payahnya itu berujung dengan dua assist untuk dua gol awal Chelsea lewat Fernandez dan Jackson.
Assist Palmer ke Fernandez begitu presisi. Setelah itu, Palmer juga lebih dulu memperdaya satu bek Betis untuk kemudian mengirim umpan matang ke mulut gawang yang tinggal diteruskan Jackson.
*Pretends to be shocked*#CFC | #UECLFinal pic.twitter.com/dIQY7692FN
— Chelsea FC (@ChelseaFC) May 28, 2025
2. Peran 2 gelandang mahal
Tak sia-sia rasanya Chelsea rela mengeluarkan uang mahal untuk mendatangkan Fernandez seharga 121 juta euro (Januari 2023 dari Benfica) dan Caicedo 115 juta euro (Agustus 2023 dari Brighton). Keduanya tampil bagus dini hari tadi dan sama-sama sukses menjebol gawang Betis.
Bagi Fernandez, gol tersebut merupakan gol ke delapannya untuk The Blues di semua ajang musim ini, yang sekaligus menjadi torehan gol terbanyaknya dalam satu musim kompetisi.
Sedangkan bagi Caicedo, gol ke gawang Betis memang hanya menjadi gol keduanya di musim ini. Itu karena Caicedo lebih diandalkan sebagai gelandang bertahan dan bukti kontribusi besarnya adalah ia menjadi pemain dengan jumlah menit bermain terbanyak (3.815 menit) di musim ini.
3. Cuma sekali melenceng di babak ke-2
Jika mengacu pada data statistik, permainan Chelsea di babak pertama bisa dibilang cukup timpang dibanding babak kedua.
Di babak pertama, pasukan Enzo Maresca cuma bisa melepskan empat tembakan dan dari empat peluang tersebut, cuma satu yang on-target. Bandingkan dengan Betis yang bisa menciptakan peluang lebih banyak lewat tujuh tembakan dan dua on-target.
Barulah di babak kedua, Chelsea lebih agresif menyerang. Palmer dkk. melepaskan tujuh tembakan dan sebanyak enam di antaranya on-target dan empat yang menjadi gol.
4. Gol serangan balik karena Betis terlena
Yang bikin Chelsea akhirnya bisa menang comeback 4-1 adalah karena Betis terlalu bernafsu mengejar ketertinggalan, khususnya setelah gol Fernandez dan Jackson. Buktinya, dua gol penutup Chelsea yang dicetak Sancho dan Caicedo, lahir lewat serangan balik.
5. Kontribusi pemain pengganti
Di babak kedua, Maresca melakukan lima pergantian pemain. Reece James bahkan langsung dimasukkan usai turun minum untuk menggantikan Malo Gusto.
Kehadiran sang kapten membuat aliran bola Chelsea makin lancar karena ia rajin berpindah posisi dari bek kanan menjadi gelandang saat Chelsea membangun serangan.
Dua pemain pengganti lainnya, Sancho dan Kiernan Dewsbury-Hall, berkolaborasi untuk gol ketiga Chelsea. Usai memenangkan perebutan bola di lini tengah, Dewsbury-Hall mengirimkan umpan ke Sanco yang akhirnya menyudahi proses tersebut dengan gol curling ke pojok kiri gawang Betis.
===
View this post on Instagram


