Pratama Arhan akhirnya resmi berbaju Tokyo Verdy dan telah diumumkan secara resmi di akun Instagram klubnya. Pratama Arhan sendiri telah dikontrak selama dua tahun di Tokyo Verdy.
Dengan begitu Pratama Arhan telah mengikuti para pain Indonesia terdahulunya yang sempat bermain di Liga Jepang, seperti Ricky Yacobi, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly.
Menurut Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS Semarang mengatakan dirinya telah sepakat dengan sang agen Pratama Arhan, Dusan Bogdanovic untuk mencarikan tim di luar ngeri.
“Jadi memang kami berdua, saya dan Dusan itu sudah setengah tahun ini mencoba mencarikan jalan Arhan bermain di Luar Negeri,” ungkapnya kepada JebreeetMedia.
Kepindahan Pratama Arhan ke Liga Jepang tentu layaknya sebuah kejutan. Pasalnya awalnya Pratama Arhan justru dirumorkan akan bergabung dengan Liga Korea atau pun Eropa.
Hal itu juga menjadi pancingan dari keduanya agar ada tim dari Korea atau Eropa yang tertarik dengan Pratama Arhan. Padahal sejak awal keduanya sudah menargetkan Jepang untuk destinasi Pratama Arhan selanjutnya.
“Karena di Indonesia itu netizen sangat aktif dan atraktif jadi kami sepakat memberi umpan terlebih dulu ke Korea atau Eropa. Padahal sebenarnya tujuan awal kita sudah ke Jepang.
“Karena berbahaya kalau dari awal Arhan tercium ke Jepang itu akan sulit untuk kita mempromosikan Arhan melalui klub dan lain-lain,” jelasnya.
Sebetulnya Pratama Arhan sudah diberikan pilihan akan berlabuh ke mana nantinya. Dibandingkan ke Eropa, Pratama Arhan justru memilih untuk ke Liga Jepang. Meski begitu keduanya tak serta merta memilihkan klub asal untuk Pratama Arhan.
Kebetulan ada klub Liga Jepang yang tertarik dan ternyata klub tersebut adalah Tokyo Verdy. Disebutkan juga Tokyo Verdy menjadi klub paling serius untuk mendapatkan pemain yang memiliki lemparan ke dalam yang sangat luar biasa itu.
“Sebelumnya Arhan pilihannya Eropa atau Jepang, kami memberikan dia pilihan. Kami lihat Jepangnya mana dulu, ternyata Tokyo Verdy. Jadi ya cukup bagus juga karena itu klub besar di Jepang.
Meski ada pilihan Eropa, Yoyok Sukawi enggan menyebut tim mana saja yang ditawarkan untuk meminang Pratama Arhan. Yang jelas, klub dari Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri menjadi pilihan yang ditawarkan ke Arhan.
“Klubnya memang tidak etis tetapi klub yg sudah merekrut Egy dan Witan itu juga menjadi pilihan. Namun Arhan akhirnya memilih ke Jepang,” tutupnya.


