Komentator Liga 1, Labieb Sadat mengungkapkan dua faktor penting Persipura Jayapura bisa longsor ke Liga 2. Padahal seperti kita ketahui Persipura Jayapura merupakan tim besar di Indonesia.
Menurutnya faktor utama kenapa Persipura bisa terjungkal ialah karena telatnya regenerasi. Pasalnya sudah sejak lama Persipura Jayapura diisi oleh pemain yang ada di tim sejak tahun 2005.
“Kalau Persipura mereka belum siap dengan yg namanya regenerasi karena mereka masih menggunakan nama-nama yang sudah ada di tim sejak mereka juara di tahun 2005 dan sejak Liga Indonesia 2006/2007 seperti Ian Kabes, Ricardo Salampessy, Boaz Solossa, Yustinus Pae dan nama- nama lain yang seharusnya regenerasi tetapi Persipura belum mempersiapkannya,” katanya kepada JebreeetMedia.
Oleh karena itu ketika regenerasi dilakukan, para pemain terbebani oleh nama besar sebelumnya. Apalagi beberapa pemain sudah keluar dari Persipura Jayapura, seperti Boaz Solossa dan Yustinus Pae.
“Ketika regenerasi terjadi akhirnya mereka harus mengenban beban besar dan itu yang terjadi. Jadi memang mereka mendapatkan posisi berbeda karena sebelumnya mereka mengejar titel juara justru sekarang harus terlempar. Kemarin mereka harus menjalani partai hidup mati,” jelasnya.
Selain itu, faktor lainnya adalah terlambatnya mendatangkan Alfredo Vera ke tubuh Persipura Jayapura. Padahal selama didatangkan kembali oleh Persipura Jayapura, Alfredo Vera sukses membawa perubahan besar ke tubuh tim berjulukan Mutiara Hitam itu.
“Faktor regenerasi yang terlambat dan terlambat juga mendatangkan Alfredo Vera. Karena di 5 laga terakhir Alfredo Vera sukses melakukan pendekatan kepada para pemain dan tidak hanya memberikan teknik dan materi saja,” ungkapnya.
Seperti diketahui Alfredo Vera bukan nama asing untuk Persipura Jayapura. Saat tahun 2016 lalu, pelatih asal Brasil itu sukses membawa Persipura Jayapura menjadi juara Indonesian Soccer Championship (ISC) pada saat itu.
“Kita tahu Alfredo Vera sukses membawa Persipura juara ISC 2016 menurut saya sudah snagat berpengalaman, dan dia tahu nama besar Persipura bagaimana. Tetapi agak terlambat saja, pokonnya yang terbaik saja untuk Persipura ke depannya,” tutupnya.


