Pertemuan antara Brasil melawan Kroasia akhirnya berakhir. Kedigdayaan Brasil kali ini harus dihentikan oleh semangat pantang menyerah milik Kroasia.
Bermain tanpa gol di waktu 90 menit, keduanya sukses mencetak satu gol memasuki menit ke-120 menit. Sebetulnya Brasil hampir lolos ke babak selanjutnya setelah Neymar mencetak gol di menit ke-105 +1.
Hanya Petkovic berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-117. Alhasil pertandingan pun harus ditentukan lewat tendangan adu penalti.
Pada babak itulah Brasil harus pulang dari Piala Dunia 2022 setelah gagal mengeksekusi dua tendangan 12 pass. Dua tendangan pemain Brasil gagal melesak ke dalam gawang Kroasia.
Kedua pemain yang gagal mengeksekusi tenndangan penalti adalah Marquinhos dan Rodrygo. Karena itu pula Brasil harus pulang dari Qatar tanpa membawa piala.
Dalam acara live reaction yang dibawakan oleh Popon Kerok, Aldi Bawazier dan Sapto Haryo dikatakan bahwa Brasil tidak bermain seperti biasanya.
Menurut Sapto Haryo, Brasil tidak bermain seperti beberapa laga ke belakang yang sudah dijalani oleh anak asuh dari Tite. Pasalnya dalam pertandingan melawan Kroasia, Brasil sepeti kehilangan taji.
Sering tertekan, Brasil gagal mengembangkan permainan sehingga pemain depannya kesulitan mencetak gol.
“Brasil kali ini lagi ga perform, apalagi depannya. Mungkin Brasil kaget juga Kroasia mainnya kaya gitu (menyerang) sejak awal. Makannya dapetin ritmenya balik susah,” jelasnya.
Meski saat melawan Serbia tim Samba sempat kesukitan juga, namun mereka sukses keluar dari tekanan. Jalan tersebut ditemukan oleh Brasil setelah mencetak gol ke gawang Serbia.
“Kemarin lawan Serbia sempat susah, terus akhirnya mereka bisa cetak gol dan keluar dari tekanan,” katanya.


