Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Antonio Conte Minta Didepak, 5 Sosok Bisa Gantikan
    Liga Champions

    Antonio Conte Minta Didepak, 5 Sosok Bisa Gantikan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMarch 19, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Antonio Conte, gemas timnya medioker. (foto: twitter Tottenham)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dalam beberapa musim terakhir, Tottenham Hotspur mencuat sebagai tim yang bersaing untuk empat besar. Sayangnya, hanya sampai di sana predikat mereka. Gonta-ganti pelatih tidak kunjung mendongkrak mental Spurs.

    Musim 2009/10 boleh jadi merupakan titik penting buat Spurs. Mereka dapat finis di peringkat keempat untuk tampil di Liga Champion untuk pertama kali di musim berikutnya. Perempat finalis merupakan pencapaian perdana The Lilywhites.

    Musim penting berikutnya adalah 2015/16. Saat Mauricio Pochettino melakoni musim keduanya menukangi Spurs, klub itu bisa finis di peringkat ketiga. Pencapaian tertinggi hadir pada 2016/17. Tottenham untuk pertama kalinya mengakhiri musim sebagai runner-up Premier League.

    Di musim berikutnya Tottenham turun satu peringkat di klasemen akhir. Efeknya terasa pada 2018/19. Spurs mampu melaju ke final Liga Champion. Akan tetapi, impian mengangkat trofi langsung di kelas berat Eropa itu dikandaskan Liverpool yang lebih memiliki tradisi di ajang wahid Benua Biru itu.

    Secara mengejutkan Pochettino dipecat pada 19 November musim berikutnya. Jose Mourinho dicantumkan sebagai manajer baru. Pelatih asal Portugal itu juga mesti berhenti di tengah musim karena vonis pemecatan.

    Sepeninggal Mou pada 19 April 2021, Ryan Mason diangkat menjadi pelatih sementara sampai akhir musim yang ditandai dengan kekalahan di final Piala Liga. Nuno Espirito Santo digaet setelah mengangkat Wolverhampton. Pelatih asal Portugal itu gagal melakukannya di White Hart Lane walau membuat start menjanjikan. Kontrak Espirito Santo diputus hanya 124 hari alias empat bulan lebih beberapa hari saja usai perekrutan.

    Pilihan pengganti jatuh kepada Antonio Conte. Keberhasilan membawa Chelsea menjuarai Premier League pada musim pertamanya menjadi poin mengillap dalam curriculum vitae Conte yang sulit dilewatkan Spurs. Apalagi, selepas Chelsea, Conte mampu membawa Internazionale Milan scudetto di musim keduanya di San Siro.

    Conte memberikan tanda tangan dinginnya berpotensi besar mengangkat kiprah The Lilywhites. Sekitar tujuh bulan ditangani Conte, Spurs bisa finis di peringkat keempat. Hasil itu sekaligus menjadi sinyal ancaman buat tim-tim lain memasuki 2022/23. Conte berkesempatan menaikkan pencapaian pada musim penuh pertamanya.

    Tottenham memuncaki klasemen pekan pertama musim ini. Memasuki pekan berikutnya, Spurs masih bisa mendiami zona Liga Champion. Sampai pekan ke-13, Spurs mampu berada di peringkat ketiga. Sempat melorot ke posisi kelima, klub London Utara itu bisa kembali ke peringkat keempat. Tempat itu dapat dipertahankan sampai akhir pekan lalu.

    Hanya, posisi mereka sama sekali tidak aman. Newcastle yang ada di peringkat kelima mengintai dengan jarak dua angka, tapi dengan dua laga lebih sedikit.

    Ya, perlahan tapi pasti klub London Utara itu mengendur. Sasaran gelar tampak menurun jadi empat besar saja. Spurs juga gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah leg 2 ronde 16 Besar setelah kalah 0-1 di Milan.

    Kegerahan Conte memuncak pada Sabtu (18/3). Spurs mesti puas dengan satu angka dari Southampton, tim papan bawah. Padahal, Tottenham unggul 3-1. Gol penyama kedudukan tercipta pada injury time. Conte blakblakan memuntahkan kekesalannya terhadap performa pasukannya.

    “Mereka tidak tampil untuk sesuatu yang penting. Mereka tidak ingin bermain di bawah tekanan. Gampang kalau begitu. Cerita Tottenham tetap begitu. Selama 20 tahun dengan pemilik yang sekarang, mereka tidak pernah memenangi sesuatu. Mengapa? Kesalahan hanya pada klub atau setiap manajer yang ada di sini. Mereka bisa berkali-kali mengganti manajer, tapi situasinya tidak bisa diubah. Percayai omongan saya,” sembur Conte seperti dikutip The Guardian.

    Dengan serapahnya soal kemediokeran Spurs itu, Conte kayak meminta dipecat. Sejumlah pihak menilai bahwa mantan gelandang itu layak didepak karena ucapan kerasnya itu.

    Semisal Conte dipecat, beberapa kandidat patut dimunculkan. Siapa saja? Ini lima calonnya menurut The Independent.

    Pochettino ditengarai berpeluang kembali ke White Hart Lane. Pelatih asal Argentina itu sedang menganggur setelah dipecat PSG musim lalu. Namun, Chelsea disebut juga mengintai Poch untuk menggantikan Graham Potter.

    Spurs disebut perlu mempertimbangkan Thomas Frank, arsitek Brentford. Thomas Tuchel, juga tengah menganggur, beserta Luis Enrique dan Marco Silva konon masuk bursa calon bos baru Spurs.

    Kalau Daniel Levy memutuskan Conte tetap bertahan sampai akhir musim, Carlo Ancelotti berkesempatan kembali ke London. Ancelotti diperkirakan akan meninggalkan Madrid pada akhir musim.

    Kira-kira yang mana akan menggeser Conte?

    antonio conte carlo ancelotti Luis Enrique Mauricio Pochettino thomas tuchel Tottenham Hotspur
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Klub-Klub Pesaing Mesti Hati-Hati, Nuno Espirito Santo akan Berada 3 Tahun Lagi di Nottingham Forest

    June 21, 2025

    Liverpool Lanjut Boros Abis, Caplok Milos Kerkez setelah Florian Wirtz Resmi Datang sebagai Rekrutan Termehong

    June 21, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Klub-Klub Pesaing Mesti Hati-Hati, Nuno Espirito Santo akan Berada 3 Tahun Lagi di Nottingham Forest

    June 21, 2025

    Liverpool Lanjut Boros Abis, Caplok Milos Kerkez setelah Florian Wirtz Resmi Datang sebagai Rekrutan Termehong

    June 21, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.