Keputusan ini sebenarnya sudah diduga sesaat setelah Antonio Conte meluapkan kegeraman terhadap performa tim racikannya. Namun, tetap saja pilihan Tottenham untuk melepas pelatih asal Italia itu mengundang perhatian.
Minggu (26/3) menjadi hari terakhir Conte di White Hart Lane. Pada Ahad petang, Spurs memutus kontrak mantan manajer Chelsea itu setelah kolaborasi selama 16 bulan.
“Kami mempunyai 10 pertandingan Premier League lagi, dan mesti memperjuangkan tempat di Liga Champion. Kami harus bangkit bersama. Setiap orang di klub ini mesti ambil bagian untuk memastikan finis setinggi mungkin untuk para suporter setia,” ucap presiden klub, Daniel Levy, seperti dikutip ESPN.
Spurs bisa berlaga di Liga Champion musim ini setelah memastikan peringkat keempat pada pekan terakhir musim silam. Memasuki musim ini, Conte disebut merasa tidak puas dengan strategi klub. Rasa frustrasinya seturut keraguan klub ragu merombak tim mencuat pada beberapa kesempatan dan meninggi belakangan ini.
Puncaknya adalah kemurkaannya terhadap penampilan Spurs dua pekan lalu. Klub London Utara ini tidak dapat mempertahankan keunggulan 3-1 pada 15 menit terakhir pertandingan melawan Southampton sehingga mesti berbagi poin dengan lawannya itu.
Antonio Conte Minta Didepak, 5 Sosok Bisa Gantikan
“Sebelumnya, saya mencoba menyembunyikan situasi, tapi tidak sekarang. Karena, saya ulangi, saya tidak ingin melihat lagi apa yang saya lihat hari ini. Penampilan hari ini tidak dapat dimaklumi, juga untuk para fan,” kata Conte.
“Ada 11 pemain yang tampil di lapangan. Saya melihat pemain yang egoistis. Saya melihat pemain-pemain yang tidak mau saling membantu dan tidak bermain sepenuh hati. Saya melihat hanya 11 pemain yang bermain bagi dirinya sendiri. Mereka terbiasa dengan kondisi itu. Di sini, mereka tidak bermain untuk sesuatu yang penting dan tidak mau bermain di bawah tekanan,” lanjutnya.
Tidak hanya kepada pemain, serapah Conte melebar sampai menyinggung pemilik klub, ENIC. Tidak mengherankan bila segera muncul perkiraan bahwa masa keberadaan Conte di White Hart Lane tidak akan lama lagi. Ia seperti minta dipecat. Itulah yang akhirya terjadi.
Beberapa kandidat pengganti segera dielus setelah luapan kegeraman Conte itu. Salah satunya adalah Thomas Tuchel yang terburu digandeng Bayern Munchen untuk menggantikan Julian Nagelsmann yang juga kena PHK beberapa hari lalu.
Kebetulan Nagelsmann adalah pelatih yang dipantau Spurs sebelum akhirnya mendatangkan Conte. Pelatih muda itu berpeluang besar berlabuh di White Hart Lane. Pelatih Brighton, Roberto De Zerbi, dan bos Brentford, Thomas Frank, juga masuk bursa calon pelatih Spurs.
Bursa juga diramaikan potensi kembalinya arsitek yang juga pernah mengangkat Spurs ke papan atas, Mauricio Pochettino. Walau peluangnya kecil, Levy menyatakan tidak menutup kemungkinan kembalinya Pochettino. “Mengapa tidak? Saya tidak menutup pintu terhadap apa pun,” ucap Levy kepada The Evening Standard pada 2019.
Tottenham masih berada di peringkat keempat di klasemen Premier League. Namun, The Lilywhites menghadapi ancaman dari sejumlah klub untuk posisi itu. Salah satunya adalah Newcastle yang tertinggal dua poin saja dengan dua gim lebih sedikit. Spur akan menghadapi The Magpies setelah meladeni Everton pada akhir pekan nanti.
Son Heung-min cs. juga telah terlempar kompetisi lainnya musim ini, termasuk Liga Champion. Dana transfer pemain sekitar 100 juta pound tidak berhasil mengangkat performa tim. Paceklik trofi Spurs akan berlanjut. Trofi terakhir mereka adalah Piala Liga 2008. Conte merupakan pelatih kedelapan sejak gelar itu.
Conte absen dari tepi lapangan selama sekitar sebulan setelah menjalani operasi kantung empedu pada Februari. Mantan gelandang ini sempat kembali saat Spurs kalah dari tuan rumah Milan dan Leicester sebelum kembali ke Italia untuk memulihkan diri.
Selama Conte absen, Cristian Stellini yang menggantikannya mampu menaikkan kiprah Tottenham. Stellini, asisten manajer, bisa membawa Lilywhites menang atas Manchester City dan Chelsea. Bisa dipahami keputusan pihak Spurs untuk mengangkat Stellini menjadi pelatih sementara setelah pemecatan Conte. Ryan Mason akan menjadi asisten Stellini.
Conte mungkin hanya akan absen melatih hingga akhir musim. Inter Milan disebut akan kembali menggaet pelatih yang memberikan scudetto pada 2020/21 itu.
Yang juga menarik buat ditunggu adalah potensi hengkangnya Harry Kane, terutama kalau Spurs gagal lolos ke Liga Champion musim mendatang. Manchester United konon sudah menyiapkan dana besar buat ujung tombak timnas Inggris itu.


