Mantan atlet badminton Indonesia, Agrippina Prima sudah memulai tour badmintonnya ke pelosok-pelosok di Jabodetabek. Destinasi pertama Agrippina Prima adalah menuju PB Nadhasuse di Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan.
Dalam tournya kali ini Agrippina Prima memainkan beberapa pertandingan eksibisi. Pertandingan yang berjalan satu set itu harus mencari pemain yang pertama menyentuh angka 11 untuk dinyatakan sebagai pemenang.
Khusus di pertandingan pertama berbeda. Di pertandingan pertama, para pemain harus menyentuh angka 15 untuk dinyatakan menang.
Yang menariknya, di pertandingan pertama Agrippina yang bermain sendiri, harus melawan empat emak-emak dari PB Nadjasuse. Keempat emak-emak tersebut adalah Uni, Nazmi, Wati dan Bude Karina
Pertandingan yang dipenuhi oleh teriakan dan gelak tawa dari penonton dan emak-emak yang main itu berhasil dimenangkan Agrippina Prima dengan skor 15-2. Selepas pertandingan pertama usai, Agrippina langsung kembali bermain untuk melanjutkan pertandingan kedua.
Pada pertandigan kedua, pemain yang bermain berbeda dari sebelumnya. Kali ini Agrippina memainkan pertandingan ganda putra.
Agripinna Prima yang mewakili PB INA, berpasangan dengan pemain lokal dari PB Nadjasuse, Adon. Untuk penantangnya kali ini adalah Kiki dan Anjay.
Memasuki pertandingan, Agrippina Prina dan Adon sempat tertinggal oleh Kiki dan Anjay yang bermain menyerang. Bahkan Kiki dan Anjay sempat unggul 4-7 atas Agrippina dan Adon.
Tidak mau kalah, Agrippina dan Adon langsung bangkit. Mereka mengunci skor Kiki dan Anjay di angka tujuh, sampai akhirnya mereka berbalik unggul menjadi 11-7. Pertandingan kedua pun dimenangkan oleh Agrippina Prima.
Di pertandingan terakhir, Agrippina Prima menantang para pemain unggulan di PB Nadjasuse, namun bukan tunggal putra melainkan kembali memainkan ganda putra. Jika sebelumnya Agrippina berpasangan dengan Adon, kali ini dengan Dapi, sedangkan lawannya saat ini adalah Dafa dan Dimas.
Pertandingan pun kembali mendatangkan gelak tawa saat Agrippina Prima melakukan hiburan dengan bertukar teman saat pertandingan masih berjalan. Namun lucunya, saat Agrippina Prima berhasil menghasilkan poin, justru poin yang didapat dihitung untuknya, padahal ia berada di sisi pertahanan lawan bukan di sisi pertahanan dia seharusnya.
Dafa dan Dimas yang jatuh bangun diberikan bola gocekan dari Agrippina Prima akhirnya harus kalah dengan skor 20-16. Dengan hasil tersebut maka Agrippina Prima dinyatakan menang di semua pertandingan yang ia jalani.
Selepas melaksanakan pertandingan, tak lupa Agrippina Prima memberikan masukan kepada para pemain junior PB Nadjasuse. Ia mengatakan jika para pemain ingin juara ke depannya, maka harus selalu bekerja keras sejak dini.
“Yang terpenting adalah harus percaya sama pelatih. Soalnya tidak ada pelatih yang tidak mau anak asuhnya tidak menjadi juara. Jadi kalau pelatih bilang harus latihan ini itu harus mau jangan mengeluh. Semua yang jadi juara itu orang yang luar biasa, untuk itu hidupnya pun harus luar biasa,” ungkap mantan atlet pelatnas tersebut.
“Selain itu makan juga harus dijaga dan harus makan banyak. Kalau tidur pun tidak boleh begadang. Sama kalau main game atau handphone tidak boleh lama-lama nanti mata burem, sulit pas pertandingan. Pokoknya percaya pelatih, disiplin, dan latihan yang bener. Nanti hasilnya akan mengikuti,”sambungnya.
Di lain pihak, Dimas dan Dafa yang sempat melawan Agrippina Prima mengaku cukup bahagia.
“Seru, udah gitu mas Agri (Agrippina Prima) juga orangnya humble dan enak,” kata Dimas. “Dapet motivasi juga kan anak-anak tadi, untuk ngebangkitin semangat juga,” ucap Dafa.
Tidak hanya Dimas dan Dafa yang bahagia, para emak-emak yang sempat menjadi lawan Agrippina Prima di pertandingan pertama turut merasakan yang sama. Menurut salah satu pemain, Bude Karina, sangat senang ada acara Badmintour. Ia harap ke depannya badminton Indonesia semakin maju lagi
“Senang banget, seru. Biar semakin maju terus ke depannya apalagi ganda putrinya,” ucap Bude Karina.
Untuk melihat bagaimana keseruan PB INA Badmintour Agrippina & Friends, JebreeetTeam bisa menyaksikannya langsung di kanal Youtube PB INA. Agar tidak ketinggalan episode selanjutnya, jangan lupa untuk subscribe kanal youtube nya dan ikuti Instagramnya di PB INA.


