Mulai dari kepastian scudetto tercepat dalam semusim, berakhirnya penantian 33 tahun, hingga senyum sang legenda dari surga.
Kamis (4/5) petang waktu Italia, penggemar Napoli tampak memenuhi Diego Armando Maradona Stadium di Naples. Padahal, tim kesayangan mereka sedang tidak tampil di sana.
Skuat Napoli melancong ke Dacia Arena, markas Udinese demi kepastian gelar juara. Itu pula mengapa kandang Napoli tetap dibuka agar para fan bisa menyaksikan secara langsung perjuangan Victor Oshimen dkk. lewat big screen.
Udinese sempat unggul lebih dulu berkat gol Sandi Lovric di menit 13. Pada akhirnya, gol penyeimbang (1-1) Oshimen sudah cukup untuk memastikan gelar juara Serie A ketiga Napoli sepanjang sejarah. Berikut tiga hal spesial terkait keberhasilan tersebut.
- Kepastian Scudetto Tercepat
Berhubung Napoli sebenarnya masih memiliki lima laga untuk dituntaskan hingga akhir musim, maka kepastian gelar juara yang mereka raih di pekan ke-33 ini termasuk kepastian scudetto tercepat dalam sejarah Serie A.
Mereka menyusul Juventus (2018/19) dan Inter Milan (2006/07), yang juga sama-sama memastikan gelar juara di musim-musim tersebut meski masih menyisakan lima pertandingan.
Napoli sebenarnya berpeluang untuk melampaui pencapaian Juve dan Inter itu pada akhir pekan lalu. Hanya saja, skuat Partenopei cuma mampu bermain imbang kontra tim berperingkat 14, Salernitana. Usai laga tersebut, pelatih Luciano Spalletti bahkan juga menuturkan bahwa hasil imbang itu hanya sebatas menunda pesta juara mereka.
2. Euforia Akhir Penantian 33 Tahun
Laga kepastian gelar juara versus tuan rumah Udinese memang digelar Kamis petang waktu Italia. Meski begitu, media-media Italia melaporkan bahwa sebagian besar Napolitans – sebutan untuk masyarakat kota Naples – sudah bersiap menggelar pesta sejak pagi hari.
Tak sedikit penghuni rumah atau apartemen yang memasang bendera dan beragam atribut Napoli di tembok atau jendela tempat tinggal mereka.
Euforia itu lahir berkat penantian panjang. Pasalnya, sudah sekitar 33 tahun berlalu sejak terakhir kali Napoli berhasil menjuarai Serie A di musim 1989/90 silam.
3. Tawa Sang Legenda Dari Surga
Mega bintang asal Argentina, Diego Armando Maradona, merupakan pemain legendaris Napoli. Ia berperan besar dalam mengantar Napoli ke gelar scudetto 1989/90 berkat torehan 16 gol.
Itu pula mengapa nama Maradona sampai disematkan sebagai nama stadion kandang Napoli sebagai bentuk penghormatan. Sang legenda meninggal pada November 2020 silam lalu.
Meski begitu, Maradona diyakini sedang tersenyum di surga. Pasalnya, pada perhelatan pertama Piala Dunia (Qatar 2022) sejak ia wafat, baik Argentina atau Napoli, justru sama-sama keluar sebagai juara.
Tim Tango lebih dulu memberikan penghormatan lewat trofi Piala Dunia 2022. Barulah sekitar empat bulan setelahnya, Napoli menyusul dengan gelar scudetto 2022/23.


