Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Final Liga Europa (Sevilla vs AS Roma): Saat Langganan Juara Bersua Masternya
    Liga Champion/Europa

    Final Liga Europa (Sevilla vs AS Roma): Saat Langganan Juara Bersua Masternya

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 31, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Striker AS Roma, Tammy Abraham, (kiri) dan bomber Sevilla, Youssef En-Nesyri, terbang ke Budapest untuk mengeluarkan seluruh sisa kemampuan mereka demi menutup musim dengan gelar juara Liga Europa.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Laga final Liga Europa antara Sevilla versus AS Roma di Puskas Arena, Budapest, Kamis (1/6), bakal menyuguhkan para petarung bermental juara. Dikomandoi Jose Mourinho, Roma berupaya mengganjal Sevilla selaku tim spesialis turnamen ini.

    Bicara Liga Europa, maka Sevilla akan menjadi klub pertama yang terlintas di benak para pecandu bola. Wakil Spanyol itu merupakan langganan juara. Mereka telah memenangi ajang ini dalam enam kesempatan (2006, 2007, 2014, 2015, 2016, 2020),

    Menurut Opta, jumlah enam gelar tersebut merupakan dua kali lebih banyak dibanding koleksi tim-tim lain. Setiap kali mencapai final di ajang ini, Sevilla selalu berhasil mengunci gelar juara.

    Di sisi lain, kiprah Roma tak sementereng Sevilla. Ini baru kesempatan kedua mereka tampil di final Liga Europa. Sebelumnya, mereka takluk dari Inter Milan di final musim 1990/91.

    Namun, berbekal nama besar pelatih sekaliber Jose Mourinho, Giallorossi berupaya menghambat laju Sevilla. Hal itu bukan tanpa alasan karena Mou merupakan pelatih spesialis juara.

    Sosok asal Portugal itu telah mencicipi lima gelar di beberapa turnamen Eropa. Mulai dari Piala UEFA (2003), Liga Champions  (2004 dan 2010), Liga Europa UEFA (2017), dan Liga Konferensi Eropa UEFA musim lalu.

    Jika Mou mampu mengantar Roma ke tangga juara, ia akan menjadi pelatih dengan gelar paling beragam di level Benua Biru, menyisihkan Giovanni Trapattoni yang juga sudah mengoleksi lima gelar.

    Tanpa mengesampingkan peran pemain Roma, keberadaan Mou selaku nahkoda tim memang ditenggarai sebagai salah satu cara untuk menghambat Sevilla. Pendekatan taktik dan strateginya kerap membuat lawan tak berdaya, sekalipun dianggap sepak bola negatif.

    Bayer Leverkusen, tim yang disisihkan Roma di semifinal, merupakan salah satu korbannya. Berbekal kemenangan tipis 1-0 kala menjamu sang lawan di leg pertama, Mou dan pasukannya bertahan total kala ganti bertandang ke Leverkusen di leg kedua.

    Leverkusen, yang dilatih eks pemain asuhan Mou di Real Madrid, Xabi Alonso, cuma bisa gigit jari lantaran seluruh 26 upaya percobaan gol mereka kandas. Bandingkan dengan Roma yang cuma membuat satu peluang.

    Sevilla bisa saja bernasib sama dengan Leverkusen. Itulah mengapa Ivan Rakitic dkk. harus pintar-pintar mengatur agresivisitas mereka dalam menggempur pertahanan Roma.

    Dari Leverkusen, Sevilla juga bisa belajar bahwa upaya membombardir gawang lawan tak lantas menjadi jalan pintas ke tangga juara. Pasalnya, Sevilla benar-benar memamerkan status mereka selaku penguasa Liga Europa dalam perjalanan ke laga puncak.

    Sempat takluk 1-2 dari Juventus di semifinal leg pertama, Sevilla tampil ekstra ofensif kala ganti menjamu sang lawan di leg kedua. Pertahanan solid Juventus harus menahan serangan bertubi-tubi sebelum akhirnya dijebol Suso pada menit ke-71. Di babak tambahan, giliran Erik Lamela yang menghadirkan gol penentu kemenangan.

    Menurut data Flashscore, total peluang Sevilla di laga tersebut adalah 30 peluang dengan 11 di antaranya berupa shot on target. Bandingkan dengan Juve yang “hanya” membuat 17 peluang atau hanya setengah lebih sedikit dari jumlah peluang Sevilla.

    Selain beragam perbandingan di atas, kedua tim juga diprediksi bakal menjadikan Puskas Arena sebagai ajang pelampiasan dari tren negatif belakangan ini.

    Pasalnya, selain belum mencicipi kemenangan di tiga laga terakhir, baik Sevilla maupun Roma juga tak lagi berkepentingan di kancah domestik. Dengan kata lain, kedua tim diyakini bakal tampil habis-habisan dan mengeluarkan seluruh sisa kemampuan demi ménûtup musim dengan manis.

    Pelatih Sevilla, Jose Luis Mendilibar, harus sedikit memutar otak. Besar kemungkinan ia tak bisa menurunkan komposisi terbaik. Selain hukuman akumulasi kartu yang menimpa Marcos Acuna, ada pula masalah cedera yang tengah menghinggapi Tanguy Nianzou, Suso dan Marcao.

    Media-media Spanyol lantas mengedepankan nama striker Sevilla, Youssef En-Nesyri. Ia diprediksi menjadi motor serangan Rojiblancos. Bomber yang tampil mencuat bersama tim nasional Maroko di Piala Dunia 2022 silam itu, tercatat dua kali menjebol gawang Manchester United di babak perempat final dan sekali membobol gawang Juventus di semifinal.

    Di sisi lain, Mourinho dikabarkan bisa menurunkan kekuatan penuh. Proses pemulihan Paulo Dybala dan Leonardo Spinazzola, berjalan tepat waktu. Keduanya sudah mendapat lampu hijau dari tim dokter untuk bisa merumput di Puskas Arena.

    Pada laga tandang ke Fiorentina akhir pekan lalu, Mou bahkan sengaja tak memboyong Nemanja Matic, Rui Patricio, dan Lorenzo Pellegrini agar kebugaran ketiganya tetap terjaga demi menatap final.

    Jadi, Mou tetaplah Mou. Ia akan melakukan segala cara demi meraih gelar juara dan untuk kali ini, Sevilla wajib mewaspadainya.

    ===

    PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

    Sevilla (4-5-1): Bounou; Navas, Bade, Gudelj, Telles; Fernando, Rakitic; Ocampos, Torres, Gil; En-Nesyri

    AS Roma (3-4-3): Patricio; Mancini, Smalling, Ibanez; Celik, Cristante, Matic, Spinazzola; Pellegrini, El Shaarawy; Abraham

    as roma El Shaarawy final ivan rakitic jesus navas Jose Mourinho liga europa Sevilla suso Tammy Abraham
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.