Kemenangan meyakinkan Inggris atas Malta di Grup C kualifikasi Euro 2024 pada Jumat (16/6) memunculkan tambahan pilihan menarik buat Gareth Southgate. Trent Alexander-Arnold penyedianya.
Pada laga ini, pelatih Inggris, Gareth Southgate, menerapkan pola 4-3-3. Di depan Harry Kane menempati posisi penyerang tengah, diapit James Maddison di kiri dan Bukayo Saka di kanan. Declan Rice menjadi gelandang tengah, didampingi Jordan Henderson di kiri dan Alexander-Arno di sisi kanan.
Perhatian utama tertuju kepada Alexander-Arnold. Pemberian kostum nomor punggung 10 buat Alexander-Arnold sudah mengundang perhatian. Seperti ingin menjawab keraguan yang selama ini hadir termasuk dari Southgate, pemain Liverpool itu tampil menikmati peran pengatur serangan yang ia emban. Penampilannya di National Stadium, Ta’ Qali, itu mengundang pujian.
Eks gelandang Chelsea dan Liverpool, Joe Cole, menilai bahwa semua hal baik dari The Three Lions pada petang itu datang dari TAA.
Alexander-Arnold berandil besar dalam gol pembuka Inggris pada menit kedelapan. Operan lambungnya menemui Saka, yang umpannya kemudian berakhir dengan gol bek Malta, Ferdinando Apap, ke gawang sendiri.
Pada menit ke-28, tembakan jarak jauh anak Liverpool ini menggandakan keunggulan Tiga Singa. Inggris menang 4-0. Kemenangan ini menjadi yang ketiga Inggris dari tiga laga di Grup C.
Peran sebagai gelandang kanan sebenarnya bukan hal asing buat TAA. Menjelang akhir Premier League 2022/23 yang baru berlalu, Jurgen Klopp membiarkan Alexander-Arnold bebas berkreasi sebagai gelandang serang saat menguasai bola.
Di timnas Inggris, Southgate pernah menjajalnya saat Tim Tiga Singa menghadapi Andorra pada September 2021 di kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasil saat itu tidak semengesankan laga ini.
“Saya masih jarang memainkannya, tapi rasanya nyaman-nyaman saja. Rasanya alami saja. Saya bisa bermain di posisi ini di masa depan. Saya ingin memastikan diri tampil reguler di tim. Itu akan menjadi fondasi bagus,” ucap Alexander-Arnold seperti dikutip Channel 4.
TAA sesungguhnya merupakan bek kanan. Namun, secara keseluruhan, Southgate jarang memberikan kesempatan buat TAA. Sang pelatih lebih memilih Reece James, Kyle Walker, atau Kieran Trippier di posisi bek kanan itu.
Masukan dari eksperimen Jurgen Klopp di Liverpool menjelang akhir musim lalu tampak menggugah perhatian Southgate juga. Eks bek Aston Villa itu malah tidak mewajibkan TAA turun ke lini belakang seperti di Liverpool.
“Banyak hal yang tergantung klub. Faktanya, ia telah bermain di posisi itu, meski lebih ke belakang, telah membantu transisinya. Saya tak ragu ia bisa melakukannya. Ia hanya perlu memelajari nuansa peran itu,” puji Southgate dikutip BBC.
Southgate mengaku telah membahas peran itu dengan si pemain empat pekan silam lewat telepon. “Ia sangat bersemangat untuk melakukannya. Ia menunjukkan persis seperti yang kami pikirkan,” lanjut Southgate.
Masih harus dinanti apakah Inggris, tepatnya Southgate saat ini, akan memberikan peran nomor 10. Jika tidak cedera, Jude Bellingham akan lebih dipercaya di posisi itu. Paling tidak, Southgate memiliki opsi menarik pada TAA.


