Prawira Bandung selangkah lagi akan mencatatkan sejarah di ajang Indonesian Basketball League (IBL). Sejarah tersebut akan tercatatkan jika mereka berhasil keluar sebagai juara IBL 2023. Dengan catatan, mereka harus mengalahkan Pelita Jaya di gim kedua pada pertandingan final IBL 2023.
Gelar juara tersebut akan menjadi yang pertama untuk Prawira Bandung setelah 15 tahun yang lalu. Sejak saat itu Prawira Bandung belum pernah keluar sebagai juara di liga basket profesional Indonesia.
Pada momen terakhir kali Prawira Bandung juara, mereka masih bernama Panasia Indosyntec. Nama liga nya pun bukan IBL melainkan Kobatama.
Prawira Bandung sendiri berhasil memijakkan satu kakinya di tangga juara setelah mereka keluar sebagai pemenang di gim pertama final IBL 2023. Pada pertandingan tersebut, Prawira Bandung berhasil mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 76-63.
Meski bermain tandang di Hall A, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/7), Prawira Bandung tetap tak tergetarkan semangatnya. Padahal saat itu pendukung dari Pelita Jaya cukup membuat gemuruh di dalam venue.
Pada pertandingan tersebut juga Prawira Bandung harus bermain tanpa Brandone Francis yang terkena eject atau diusir oleh wasit pada kuarter ketiga. Hal tersebut terjadi karena Brandone Francis dianggap tak patuh terhadap keputusan wasit. Akibatnya ia pun terkena technical foul keduanya pada pertandingan itu.
Meski demikian, Prawira Bandung justru tidak kekuarangan kekuatannya. Mereka tetap menyulitkan Pelita Jaya. Pelatih Prawira Bandung, David Singelton mengaku senang timnya bisa memenangkan pertandingan. Hanya ia tak memungkiri jika timnya tidak bermain terlalu baik.
“Para pemain justru tampil meningkat setelah kehilangan Brandone. Kami kehilangan MVP tapi masih tetap tim terbaik. Ini membuktikan kekuatan mental kami. Tapi masih belum menunjukkan permainan terbaik,” kata Singleton selepas pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut Yudha Saputera dan Jarred Shaw menjadi aktor untuk Prawira Bandung dalam mengamankan kemenangan. Keduanya sama-sama mencetak 12 poin.
Tidak hanya itu, Yudha Saputra juga menambah 5 assists dan 3 rebound. Sedangkan Shaw dobel-dobel dengan 11 poin. Teruntuk Player of The Game atau pemain terbaik di pertandingan tersebut, Reza Guntara, sukses mencatatkan 26 poin, 7 rebounds dan satu block.
Sama seperti David Singleton, Reza Guntara juga sangat senang timnya bisa meraih kemenangan di gim pertama final IBL 2023. Kakak dari Fhirdan Guntara itu sangat mengapresiasi rekan setimnya yang bermain sangat baik.
“Kami percaya satu sama lain dan menjalani peran kami sebaik mungkin. Tinggal tunggu hasilnya. Semua menjalankan tugasnya dengan luar biasa,” kata Reza.
Selain itu, di pihal Pelita Jaya, ada Agassi Goantara yang meraih poin tertinggi. Agassi tampil selama 31 menit dan mengumpulkan 15 poin dan 7 rebound. Ia mencetak 4/8 tripoin. Muhammad Arighi membantu dengan 11 poin. Dominique Sutton meraih 9 poin dan 13 rebound.
Untuk gim kedua final IBL 2023, rencananya akan berlangsung di C-Tra Arena, Sabtu (22/7). Jika Prawira Bandung bisa kembali memenangkan pertandingan, maka dipastikan mereka akan berpesta di depan pendukungnya sendiri.
Sebaliknya, jika Pelita Jaya berhasil memenangkan pertandingan, maka penentuan juara akan diputuskan lewat gim ketiga yang akan berlangsung di tempat yang sama dan dilaksanakan satu hari setelah gim kedua.


