Kemenangan 4-0 atas tim tamu, Fiorentina, Minggu (3/9) mengantarkan Inter Milan sejajar dengan rival sekota mereka, AC Milan, di puncak klasemen.
Menjamu Fiorentina di Giuseppe Meazza, Inter sebenarnya tak terlalu mendominasi jalannya pertandingan. Dari data statistik, tim tamu bahkan lebih sering menguasai bola. Menurut Flashscore misalnya, persentase penguasaan bola La Viola bahkan mencapai angka 60% berbanding 40% milik Nerazzurri.
Akan tetapi, Inter ternyata jauh lebih agresif dalam melancarkan serangan. Suat asuhan Simeone Inzaghi itu melepas 21 tembakan di mana 11 di antaranya (50% lebih) merupakan shot on target. Bandingkan dengan Fiorentina yang cuma bisa melepas enam tembakan (2 shot on target).
Penampilan ofensif itu pula yang mengantar Inter ke pesta empat gol tanda balas. Striker anyar, Marcus Thuram, membuka gol kemenangan di menit 24’. Gol tersebut juga menjadi gol debutnya untuk Milan Biru.
Di babak kedua, Inter menambah tiga gol lagi lewat dua gol Lautaro Martinez (53’ dan 73’) dan gol penalti Hakan Calhanoglu. Thuram juga berperan sebagai pemberi assist untuk gol pertama Martinez dan lahirnya hadiah penalti Calhanoglu.
Dua gol yang dicetak Martinez di laga ini juga mengantar bomber asal Argentina itu memuncaki daftar pencetak gol sementara lewat koleksi lima gol. Ia ditempel striker Milan, Olivier Giroud (4 gol).
Berkat kemenangan ini, Inter berhak memuncaki klasemen sementara Serie A 2023/24 dengan nilai sempurna (9 poin) dari tiga laga awal. Mereka mengkudeta rival sekota, AC Milan, yang juga mengoleksi 9 poin. Milan menang 2-1 atas tuan rumah AS Roma di laga teranyar, Sabtu (2/9).
Meski sama-sama mengoleksi 9 poin, Inter lebih berhak berada di puncak klasemen lantaran memiliki agregat gol lebih baik (+8) dibanding Milan (+6). Selain itu, Martinez dkk. juga menjadi satu-satunya kontestan yang belum pernah kebobolan di tiga pekan awal.
Yang tak kalah menarik, dua tim asal kota Milan ini bakal langsung bertarung di pekan keempat pada 16 September mendatang. Serie A akan lebih dulu libur sejenak selama kurang dari dua pekan akibat jadwal jeda internasional. Usai jeda internasional, kota Milan akan terbelah.
Nantinya, laga Derby della Madonnina tersebut akan menjadi salah satu laga derbi Milan terbaik sepanjang sejarah. Pasalnya, untuk pertama kalinya Inter dan Milan bertarung dengan posisi keduanya mengoleksi poin identik di puncak klasemen.
“Milan tengah memperkuat komposisi mereka dengan beberapa pembelian bagus di bursa transfer. Mereka mendatangkan pemain-pemain bagus dan kami paham betul kekuatan mereka belakangan ini,” uyar Martinez dilansir Football Italia.


