Aurelien Tchouameni dan Marcus Thuram mengantar tim nasional Prancis menang 2-0 atas Republik Irlandia, Jumat (8/9). Raihan tiga poin itu menggenapi torehan sempurna Les Blues di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2024 sejauh ini.
Laga baru berjalan sekitar 18 menit kala Tchouameni sukses menggemparkan para pendukung tuan rumah yang memadati stadion Parc des Princes.
Tanpa lebih dulu mengontrol si kulit bundar, ia menyambar sodoran dari Kylin Mbappe lewat tembakan keras dari luar kotak. Bola menghujam ke pojok kiri gawang Irlandia.
Khusus di ajang resmi (di luar laga uji coba), gol tersebut merupakan gol kedua Tchouameni bersama timnas. Satu gol terdahulu yang sudah dikoleksinya adalah kala membobol gawang Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2022. Prancis menang 2-0 di laga tersebut.
Kembali ke laga Prancis vs Irlandia. Di babak kedua, giliran Marcus Thuram yang mencatatkan namanya di scoresheet, tepatnya di menit 48’.
Berawal dari sebuah kemelut di kotak penalti lawan, striker anyar Inter Milan itu sebenarnya tengah berada dalam posisi membelakangi gawang Irlandia. Berhubung bola liar bergulir ke dekatnya, Thuram lantas melepas tembakan sambil berbalik badan. Eksekusinya terbilang sempurna karena tak bisa dihalau kiper dan empat pemain Irlandia yang berdiri di mulut gawang.
Setelah gol Thuram itu, Prancis semakin mendominasi permainan. Namun, skor 2-0 bertahan hingga laga usai. Situs Flashscore merilis bahwa persentase penguasaan bola Prancis mencapai 65% (berbanding 35% milik Irlandia). Selain itu, Prancis juga jauh lebih sering mengancam lewat 25 tembakan (berbanding 6).
Berkat kemenangan tersebut, Les Blues tak hanya sukses memborong kemenangan di lima laga sejauh ini dan makin kokoh di puncak klasemen, tapi juga mempertahankan rekor tak pernah kebobolan mereka lewat agregat gol 11-0.
Menurut Opta, rangkaian hasil impresif itu sekaligus menyamai catatan serupa yang pernah mereka buat selama periode Oktober 2006 hingga September 2007 di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2008.
Tergabung di Grup B, Thierry Henry dkk. kala itu berturut-turut mengalahkan Skotlandia (1-0), Kep. Faroe (5-0), Lithuania (1-0), Ukraina (2-0), dan Georgia (1-0).
Pada akhirnya, Prancis memang lolos ke Swiss-Austria 2008. Akan tetapi, catatan positif itu sedikit tercoreng lantaran mereka kalah bersaing dengan Italia yang akhirnya keluar sebagai juara grup.
Kini, tiket sebagai juara grup sudah hampir pasti diraih Mbappe dkk. Mereka untuk sementara ini unggul sembilan poin dari dua pesaing terdekat, Belanda dan Yunani, yang sama-sama baru mengoleksi enam poin.
Kemenangan pasukan Didier Deschamps atas Irlandia juga semakin terasa spesial karena laga tersebut bertepatan dengan laga ke-900 Prancis di kancah internasional.
Berhubung laga juga digelar di Parc des Princes, stadion kebanggaan publik Prancis itu juga menorehkan sejarah tersendiri lantaran menjadi venue yang paling sering memanggungkan aksi-aksi bintang-bintang Prancis sepanjang masa lewat 131 pertandingan.


