Partai Ajax menjamu rival bebuyutan, Feyenoord, dihentikan setelah para pendukung tuan rumah melemparkan suar ke dalam lapangan. Ajax sedang tertinggal tiga gol di depan publiknya.
Duel De Klassieker di Johan Cruyff Arena pada Ahad (24/9) sudah dua kali dihentikan untuk beberapa saat. Yang pertama adalah saat gelas plastik dilemparkan ke dalam lapangan. Saat itu Feyenoord unggul dua gol.
Suar di lapangan ketika Ajax tertinggal tiga gol juga membuat wasit kembali menghentikan laga sebelum dilanjutkan lagi. Imbauan yang tertera di layar besar stadion agar fan tidak melemparkan suar atau kembang api tidak digubris.
Sang wasit, Serdar Gozubuyuk, akhirnya menghentikan pertandingan secara permanen pada menit ke-56.
Santiago Gimenez mengukir dua gol dan Igor Paixao menambah gol ketiga untuk Feyenoord, juara bertahan Eredivisie. Para fan Ajacied bereaksi terhadap performa buruk tim kesayangannya itu.
Setelah laga yang disetop secara prematur itu, masalah melebar ke luar stadion. Polisi menggunakan gas air mata untuk menghentikan sekelompok suporter yang melakukan kerusuhan di luar stadion. Kepolisian Amsterdam menyebut bahwa sejumlah pendukung tuan rumah berusaha masuk ke dalam stadion modern itu.
Para pemain dan staf kepelatihan Feyenoord tertahan di kamar ganti untuk beberapa saat hingga keadaan aman sehingga mereka bisa kembali ke Rotterdam. Fan Feyenoord tidak diperkenankan datang ke stadion yang awalnya bernama Amsterdam Arena itu.
Ajax baru sekali menang dari empat pekan sebelumnya musim ini. Klub ibu kota itu berada di peringkat ke-13, dua anak tangga dari zona degradasi. Musim lalu, klub berjulukan De Godenzonen atau Anak Dewa itu finis di peringkat ketiga, yang berarti gagal lolos ke Liga Champion untuk pertama kali dalam 13 tahun.
“Mengecewakan terutama karena pertandingan berakhir seperti ini. Kesempatan untuk menggoreskan sesuatu yang sangat indah telah direnggut dari kami. Kami memahami keputusan yang telah diambil, tapi kami tak merasakan kemenangan. Kami masuk bus dengan perasaan tidak puas,” ucap Arne Slot, pelatih Feyenoord, seperti dikutip BBC.
“Perilaku seperti ini bukan bagian dari Ajax. Manajemen dan dewan pengawasan Ajax mengambil jarak dari pelanggaran yang memicu penghentian laga melawan Feyenoord dan gangguan setelahnya.
“Kekecewaan akibat start buruk musim ini bisa dipahami, tapi tak pernah boleh menjadi alasan untuk perilaku mengganggu. Kami meminta maaf kepada setiap orang yang merasa tidak aman atau terdampak dalam bentuk apa pun,” demikian pernyataan pihak Ajax.
Pihak liga menyatakan bahwa informasi mengenai bagaimana menyelesaikan pertandingan akan menyusul.
View this post on Instagram


