Pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate, menurunkan susunan pemain awal yang agak berbeda kala menang tipis 1-0 di laga uji coba kontra Australia, Sabtu (14/10). Hasilnya tak terlalu memuaskan.
Jika berkaca pada penampilan terakhir Inggris di ajang resmi (di luar uji coba), maka acuannya adalah laga tandang kontra Ukraina di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2024.
Pada laga yang berlangsung 9 September tersebut, Inggris ditahan imbang 1-1. Kala itu, Southgate menurunkan komposisi pemain awal yang sebagian besar merupakan jebolan Piala Dunia 2022.
Sedangkan di laga teranyar kontra Australia (menang 1-0), sang pelatih terkesan sedang coba-coba dalam menentukan starting line-up.
Di lini belakang, hanya Trent Alexander-Arnold (TAA) yang merupakan nama reguler. Sisa tiga bek lainnya yang jadi starter adalah Fikayo Tomori, Lewis Dunk, dan Levi Colwill. Harry Maguire, John Stones, dan Kyle Walker dicadangkan.
Hal serupa juga terjadi di lini tengah. Southgate menurunkan Jared Bowen, Conor Gallagher, dan Jordan Henderson, alih-alih memainkan Jude Bellingham, Declan Rice, atau Phil Foden.
Ada pula nama Ollie Watkins yang dipasang sebagai ujung tombak sejak menit awal. Ia beruntung karena mencetak gol kemenangan. Namun, saat Watkins ditarik keluar, Southgate justru lebih memilih Edward Nketiah ketimbang Harry Kane yang akhirnya hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga.
Kemenangan tipis 1-0 pun dinilai kurang memuaskan publik Wembley. Sorotan tajam juga datang dari media-media Inggris.
Laga kontra Australia memang merupakan laga uji coba. Namun, laga ini menjadi persiapan terakhir sebelum skuat The Three Lions menghadapi Italia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2024, Rabu (18/10).
Sang lawan bukan hanya pesaing terberat di Grup C, tapi juga tim yang menaklukkan Inggris di final Piala Dunia 2022 silam. Aroma gengsi begitu kuat.
Di salah satu artikelnya, Sky Sports mengulas bahwa skenario pemilihan starter ala Southgate di laga kontra Australia justru terbilang sia-sia. Perfoma tim jadi semenjana.
Kalau pun ada sosok yang mencuat, rasanya cuma Watkins yang bisa ditonjolkan. Itupun lebih karena striker Aston Villa tersebut berhasil mencetak gol tunggal kemenangan.
Sky Sports juga mempertanyakan keputusan Southgate terkait posisi TAA. Bek Liverpool itu diplot balik ke posisi aslinya, full-back kanan. Padahal, TAA sempat tampil bagus di lini tengah kala menghadapi Makedonia Utara. Inggris menang 7-0 di laga tersebut.
Proses gol tunggal yang dicetak Watkins ke gawang Australia sebenarnya bermula dari TAA. Ia mengirimkan umpan panjang dan akurat kepada Jack Grealish. Bola first-time Grealish-lah yang akhirnya berhasil diteruskan Watkins ke gawang Australia.
Sisi positifnya, keputusan Southgate dalam merombak komposisi starting line-up di laga kontra Australia, lebih bertujuan agar pilar-pilar utamanya tampil bugar sejak menit kala meladeni Italia.


