Usai hasil minim di dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 terakhir, Brasil mencoba bangkit. Namun, pada Jumat (17/11), mereka mendapatkan ujian besar. Kolombia tangguh di rumahnya.
Setelah hanya mendulang satu poin dari dua pertandingan terakhirnya, Brasil tercecer ke peringkat ketiga. Posisi Selecao itu diapit Uruguay dan Venezuela yang memiliki poin yang sama, yakni tujuh poin.
Kolombia berada di posisi keenam, satu angka lebih sedikit daripada Brasil. Akan tetapi, Los Cafeteros, julukan Kolombia, belum mengalami kekalahan dari empat laga kualifikasi PD zona Conmebol ini.
Bukan cuma di kualifikasi ini Kolombia sulit ditekuk. Sejak Maret 2022, catatan Cafeteros adalah tak terkalahkan dalam total 15 partai, dengan memenangi 10 laga di antaranya. Di bawah kepelatihan Nestor Lorenzo sejak Juli silam, Kolombia tak pernah kalah di 12 laga.
Brasil akan datang ke Estadio Metropolitano Roberto Melendez yang terletak di Barranquilla dengan ancaman berupa catatan pertemuan. Selecao Brasileiro menang empat kali tanpa pernah kalah dari tujuh benturan terakhir dengan Kolombia.
Cafeteros boleh jadi melihat Brasil sebagai momok yang sukar ditumbangkan. Namun, mereka masih sangat mungkin membuat hasil imbang untuk melanjutkan torehan tak terkalahkan.
Yang juga menyokong niat Pasukan Lorenzo menahan Brasil adalah faktor tuan rumah. Kolombia baru sekali kalah di kandang dalam sembilan laga terakhir di ajang kualifikasi Piala Dunia. Cafeteros tiga kali menang dalam sembilan pertandingan itu.
Bisa juga dimasukkan atmosfer yang segar di dalam skuad. Luis Diaz bisa bermain setelah ayahnya dibebaskan penculiknya.
View this post on Instagram
Bagaimanapun, Brasil masih merupakan lawan yang tidak ringan, bahkan buat jago kandang seperti Kolombia sekalipun. Catatan tandang Selecao juga apik sebelum kekalahan di Uruguay bulan lalu, yakni menang 11 kali dan seri 7 kali dari 18 pertandingan tandang.
Tim Samba juga berniat bangkit usai performa buruk di dua partai terakhir. Kubu tamu berbekal sejarah bagus di arena kualifikasi PD. Terakhir kali Brasil menorehkan catatan tak pernah menang di tiga laga beruntun di penyisihan PD ini adalah pada 2004.
Hanya, Brasil sepertinya masih akan merasakan imbas absensi bintang sumber kreativitas utama mereka, Neymar. Pelatih interim, Fernando Diniz, mencoba menyiasatinya dengan memanggil beberapa nama, termasuk empat pemain calon debutan.
Khusus terkait Diniz, sang arsitek sementara ini bisa menularkan kepercayaan diri. Sang pelatih tengah bergembira usai membawa Fluminense menjuarai Copa Libertadores untuk pertama kali dalam sejarah. Dua pemain klub itu, Andre dan Nino, berpeluang besar menjadi andalan Diniz untuk mengangkat Brasil.
Hanya, Kolombia akan memaksimalkan rumah mereka untuk meneruskan kelesuan Brasil. Satu angka untuk masing-masing kubu tampaknya jadi hasil akhir yang cukup adil.


