Persaingan sengit di Grup A mendekati akhir. Matchday 5 pada Rabu (29/11) akan menjadi pertaruhan bagi Galatasaray dan Manchester United. Galatasaray, memaksimalkan kandangnya yang angker, berpeluang mengempaskan The Red Devils.
Sebelum hari laga 5, United masih menjadi juru kunci Grup A dengan koleksi hanya tiga poin. Galatasaray di peringkat ketiga dengan keunggulan satu angka dari The Red Devils, begitu pula runner-up grup, Kobenhavn.
Dengan kata lain, peluang tiga tim untuk bisa menemani Bayern Munchen lolos ke 16 besar beda-beda tipis saja. Kans ketiga tim ke perdelapan final tentu bakal semakin besar kalau menang di matchday 5 ini.
Pertaruhannya jelas. Pemenang duel akan mendekat kepada tiket otomatis ke perdelapan final. Dengan posisi buncit dan poin hanya tiga, United masuk kotak jika kalah.
Galatasaray boleh jadi lebih diunggulkan pada tengah pekan ini. Di pertemuan pertama di Old Trafford pada 3 Oktober lalu, Gala meremukkan hati pada suporter Iblis Merah. Bukan hanya bisa dua kali menyamakan kedudukan, jagoan dari Turki itu akhirnya pulang dari Manchester dengan tiga angka. Mauro Icardi menjadi penentu kemenangan setelah penaltinya sempat gagal beberapa menit sebelumnya.
United bisa berkilah bahwa kegagalan mereka menang karena Casemiro mendapatkan kartu merah empat menit sebelum gol Icardi. Namun, Red Devils saat itu terbilang sedang sangat labil.
Secara keseluruhan, pasukan Erik ten Hag belum menunjukkan konsistensi, tapi sudah bisa kembali ke jalur kemenangan. Di dua laga terakhir di liga usai kalah dari Kobenhavn, Manchester Merah dapat menorehkan kemenangan beruntun.
Modal terakhir United tentu berupa kemenangan besar tiga gol tanpa balas yang mereka bukukan atas tuan rumah, Everton. Sebagai catatan, The Toffees dilanda kegeraman setelah pemotongan nilai oleh Premier League. Akan tetapi, Iblis Merah bisa melewatinya dengan hasil yang terlihat meyakinkan.
Di Goodison Park, United terbilang mengandalkan efisiensi permainan seturut Everton yang memiliki peluang yang lebih banyak. Juara tiga kali Liga Champion itu akan mencoba menyajikan efisiensi serupa.
Akan tetapi, laga ini akan tampil sebagai ujian lebih besar buat mental United. Rams Park, kandang Galatasaray yang dulu dikenal sebagai stadion Ali Sami Yen, sering digambarkan sebagai neraka bagi kubu tamu.
United era Sir Alex Ferguson pernah mengalaminya pada 1993. Intimidasi dari pendukung tuan rumah sudah terlihat sejak mereka tiba di hotel dengan bus. Fanatisme di Ali Sami Yen terhampar sepanjang laga.
Laga pertama ronde kedua musim 1993-94 itu berakhir dengan 3-3 di Old Trafford. Skor 0-0 di Ali Sami Yen yang riuh membuat Red Devils rontok di ronde kedua.
Sari-Kirmizililar atau Si Merah Kuning mengulangi kembali keangkeran rumah mereka buat United pada benturan terakhir di musim 2012-13. Gala menang berkat gol tunggal Burak Yilmaz. Kedua klub melangkah ke perdelapan final, dengan Gala melaju lebih jauh sampai ke perempat final musim itu.
Repot buat United, mereka masih akan kehilangan banyak pemain. Casemiro, Christian Eriksen, Jonny Evans, Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, Mason Mount, dan Amad Diallo masih berkutat dengan cedera.
Marcus Rashford dipastikan absen karena kartu merah saat kalah secara menyesakkan lagi dari Kobenhavn pada matchday 4 lalu. Jadon Sancho masih terlempar dari tim utama karena masalah indisipliner. Sektor penyerangan United menanti perkembangan kondisi cedera paha pencetak dua gol di pertemuan pertama, Rasmus Hojlund.
Si Merah Kuning praktis tanpa masalah cedera. Kapasitas tim yang besar juga akan menjadi bekal buat Gala untuk menekuk United. Icardi menjadi favorit publik Rams Park dengan torehan 36 gol dan 11 assist dari 46 pertandingan. Skuad racikan Okan Buruk ini juga masih memiliki pemain seperti Dries Mertens, Tete, Hakim Ziyech pinjaman dari Chelsea, dan eks binaan yang kerap menyulitkan United, Wilfried Zaha.
Rams Park alias Ali Sami Yen tampak akan berandil dalam menyingkirkan Iblis Merah.


