Metropolitano Stadium melihat laju kemenangan si empunya berakhir. Atletico mesti menerima satu poin setelah sempat unggul jauh dalam laga pada Selasa (19/12).
Terdapat beberapa hal yang perlu disimak dari tampilan naik turun duel ini. Apa saja?
Latar sulit
Atletico tampil dengan latar hanya sekali menang dari tiga laga La Liga terakhir mereka. Pekan silam, skuad Diego Simeone keok dengan dua gol tanpa balas di tangan tuan rumah Athletic Bilbao.
Tanda awal kesusahan Atleti untuk kembali ke jalur kemenangan lagi adalah keluarnya bek Stefan Savic dengan dua kartu kuning dalam 23 menit. Kartu kuning kedua didapat bek Serbia itu pada menit ke-38 setelah lengan atasnya mengenai sayap Getafe, Jaime Mata.
Memimpin cukup jauh
Meski tampil dengan 10 pemain, Atletico dapat unggul lebih dulu di pengujung paruh pertama. Semenit sebelum turun minum, Antoine Griezmann yang tak terkawal di dalam kotak penalti dapat menuntaskan umpan kali pertama Rodrigo Riquelme.
Berbeda dengan babak pertama yang baru riuh setelah kartu merah Savic, paruh kedua duel segera bertempo cepat. Dengan keunggulan jumlah pemain, Getafe bisa menyamakan skor pada menit ke-53. Sundulan melambung Borja Mayoral melewati Jan Oblak yang keluar dari sarangnya.
Ada alasan betapa Los Colchoneros menjadikan kandang bukan hanya sebagai penghasil poin, tapi juga angka penuh. Deret 17 kemenangan beruntun menjadi bukti kekuatan berlipat Atleti bila berlaga di depan publik Metropolitano.
Alvaro Morata membawa Atletico unggul kembali pada menit ke-63 saat menyundul masuk umpan Marcos Llorente. Enam menit berselang, Griezmann mengubah skor menjadi 3-1 dari titik putih. Penalti diberikan wasit melalui pemeriksaan VAR setelah Damien Suarez menjatuhkan Mario Hermoso.
Tumben limbung
Pertahanan rapuh Atleti menjadi pemandangan langka di Metropolitano. Namun, kecerobohan lini belakang membuat keunggulan Atleti melayang.
Tiga menit sebelum waktu normal berakhir, Getafe memangkas ketertinggalan melalui pemain pengganti Oscar Rodriguez. Kubu tamu semakin percaya diri setelah gol itu, dan menuai buahnya.
Tiga menit memasuki injury time, Mayoral mencetak gol keduanya dari titik putih. Wasit memberikan penalti untuk handball Riquelme. Deret 17 kemenangan Atleti di rumah pun berakhir.
Padat, tapi enggak capek
Simeone menyiratkan bahwa kombinasi jadwal padat dan kartu merah memperberat ambisi meneruskan catatan apik itu. “Setelah tampil setiap tiga hari sekali dan bermain dengan 10 orang di sebagian besar pertandingan, para pemain bekerja keras. Kami tahu bahwa pertandingan akan berjalan berat,” ucap Simeone dikutip Reuters.
View this post on Instagram
Meski demikian, pelatih asal Argentina itu menepis anggapan bahwa kubunya mengalami kelelahan. “Kami selalu berjuang di liga. Ada laga yang kami menangi, ada yang berakhir dengan penderitaan. Tidak ada kelelahan. Kami sangat gembira,” ucapnya.
Emosi Getafe
Dengan satu angka, Atletico membuat perolehan yang sama dengan juara bertahan, Barcelona. Rojiblancos berada di peringkat ketiga, satu anak tangga di atas Barca. Namun, Koke dkk. berjarak sembilan poin dari Girona di puncak klasemen dan tujuh poin dari Real Madrid.
Getafe berada di posisi kedelapan. Jarak mereka dari zona Eropa adalah empat poin. Dengan dua gol di Metropolitano, Mayoral telah mengukir selusin gol.
“Ya Tuhan! Di 30 menit pertama kami tampil tenang, lalu laga menggila. Hasil seri, banyak emosi yang harus kami analisis setelahnya. Saya gembira. Semuanya berjalan lancar buat saya,” ucap Mayoral.


