Jordan Henderson menyatakan bahwa alasan kepindahannya ke Ajax adalah sepak bola. Soal masa bermainnya di Arab Saudi, mantan kapten Liverpool itu bilang bahwa kadang kala kenyataan tidak sesuai harapan.
Henderson, kapten yang membawa Liverpool menjadi kampiun Premier League dan Liga Champion, pindah ke klub Arab Saudi, Al-Ettifaq, pada Juli. Akan tetapi, kontraknya di klub itu berakhir prematur.
Untuk tampil di klub yang dilatih eks kapten The Reds sebelumnya, Steven Gerrard, Henderson diganjar ikatan selama tiga tahun. Gajinya dikabarkan 700 ribu pound per minggu.
Namun, Al-Ettifaq akhirnyamemutus ikatan dengan Henderson. Mantan pemain Sunderland itu hanya tampil sebanyak 17 kali berseragam Al-Ettifaq. Sang gelandang pun bergabung ke raksasa Belanda, Ajax.
Kendati hanya setengah tahun berada di Saudi, Henderson menolak mencemooh liga negara Timur Tengah itu. Ia tidak menyarankan bintang-bintang yang berada di sana untuk pindah seperti dirinya.
“Saya rasa banyak orang ingin saya duduk di sini dan mengkritik Saudi dan segalanya yang terkait. Saya takkan melakukannya. Saya menghormati liga, Al-Ettifaq, dan masyarakat di sana. Mereka sungguh menyambut saya. Sayangnya, kadang kala ada hal-hal dalam kehidupan dan sepak bola yang tidak berjalan baik
“Pemain-pemain hebat di sana yang menikmati setiap detik keberadaan dan bisa lama bertahan. Ada pemain yang tidak bisa betah dan bertahan lama. Perubahan bisa terjadi sedemikian cepat,” katanya seperti dikutip BBC.
Tentang alasan sepak bola, Henderson menyodorkan keinginannya tampil di Euro 2024 memperkuat Inggris sebagai latar alasan pilihannya ke Eredivisie. Ia mengaku kerap berdiskusi dengan bos The Three Lions, Gareth Southgate.
Pokok pembicaraan Henderson dengan eks bek Aston Villa adalah potensi ke Euro 2024 yang akan digelar di Jerman pada pertengahan tahun ini. “Saya selalu memikirkan Euro dan Inggris. Bagi saya, membela negara adalah perkara besar. Jelas saya saya harus bermain bagus untuk Ajax sambil berharap dipanggil ke timnas,” tuturnya.
View this post on Instagram
Sang gelandang berkata ingin segera melakoni debut buat klub berjulukan De Godenzonen atau Putra Dewata itu. Sampai Sabtu (20/1), Henderson masih menanti izin kerja dari pemerintah Belanda.
Ajax disebut memberikan kontrak dua setengah tahun buat Henderson. Gajinya di klub Klub Amsterdam itu ditengarai sebesar 120 ribu pound per pekan saja.
Mengenai pilihannya ke Ajax bukan kembali ke Premier League, Henderson menyatakan bukan karena pajak. “Jangan percaya pada apa yang tertulis di media. Kepindahan saya karena sepak bola, bukan hal lain,” lanjut pemain berusia 33 tahun itu.
Gimana, menurut kalian? Bener karena sepak bola?


