Chelsea mesti membalikkan kekalahan 0-1 dari semifinal pertama. Mauricio Pochettino tak sungkan minta bantuan publik Stamford Bridge pada Selasa (23/1) petang ini saat menjamu Middlesbrough agar bisa ke Wembley.
Kiprah goyah pada awal musim masih membuat posisi Chelsea di Premier League belum meyakinkan. Klub London Barat ini mendapatkan jalan untuk mendekat ke trofi pertama pada era Todd Boehly sebagai pemilik klub.
Tangguh lagi
Untuk bisa ke Wembley, Chelsea mesti mengalahkan Middlesbrough dengan selisih dua gol. Di leg pertama di Riverside Stadium rumahnya, The Boro menang 1-0. Bos Pochettino tahu pertaruhan besar di depan mata.
“Ini jalan menuju final di Wembley. Ini merupakan laga penting bagi klub, buat kami semua. Kami ingin ke final. Namun, pertama-tama kami harus mengalahkan tim yang sangat bagus yang tidak bisa kami kalahkan di laga pertama,” ucap Pochettino dikutip BBC.
Eks pelatih Tottenham itu tak segan memohon dukungan para fan Chelsea di kandang. “Kami yakin bisa melewati laga dengan sangat baik di depan pendukung kami. Kami perlu mengambil keuntungan bermain di Stamford Bridge dengan segala energi yang akan muncul dari para suporter,” lanjutnya.
The Blues sempat merasakan kepayahan di rumah. Selama 11 bulan hingga November tahun lalu, mereka cuma tiga kali menang di Stamford Bridge.
Namun, ketangguhan itu sudah kembali. Chelsea mencatatkan tiga kemenangan beruntun di liga, plus dua partai masing-masing di Piala FA dan Piala Liga. Wajar bila Pochettino meminati sebuah kemenangan lagi di partai terpentingnya menukangi Si Biru.
Meski mendapat keuntungan tampil di rumah untuk leg kedua Carabao Cup ini, Chelsea masih harus berurusan dengan absensi pemain. Daftar cedera mereka diisi Reece James, Wesley Fofana, Marc Cucurella, Romeo Lavia, Christopher Nkunku, Robert Sanchez, dan Lesley Ugochukwu.
Nicolas Jackson memperkuat Senegal di Piala Afrika. Cesare Casadei yang dicabut dari masa peminjamannya di Leicester tidak bermain karena cup-tied.
Sejauh ini, dengan hasil yang mulai bagus terutama di kandang, Chelsea bisa melewati masalah cedera pemain. Faktor rumah berpeluang gede akan kembali menyokong performa Si Biru yang meningkat dengan inti pemain muda seperti Conor Gallagher, Cole Palmer, dan Enzo Fernandez.
Mau mengulangi
Middlesbrough menanti tekanan besar di Stamford Bridge. Namun, mereka juga mengintip kemungkinan membuat kejutan.
The Boro mencoba menjadi tim dari luar Premier League yang mencapai Piala Liga sejak Bradford City pada 2013. Di laga puncak musim itu, Bradford kalah dari Swansea.
Boro mengincar pula kiprah besar setelah hampir dua dekade. Final mayor terakhir mereka adalah final Piala UEFA 2005-06, yang berujung kekalahan dari Sevilla untuk trofi pertama klub Spanyol itu di ajang ini. Boro juga berniat kembali ke Wembley sejak kekalahan di final play-off promosi pada 2015.
View this post on Instagram
Modal utama klub papan tengah Championship Division ini adalah hasil leg 1. Manajer Boro, Michael Carrick, berniat menjaga keunggulan itu, tapi langkah skuadnya tidak bakal seringan di rumah.
“Kami mendapatkan hasil besar dari pertandingan pertama, tapi laga nanti akan berbeda. Kami tahu seberapa berat ujian nanti. Kami bersiap menghadapi versi terbaik dari Chelsea,” ucap Carrick.
Carrick paham bahwa Stamford Bridge akan menyulitkan tim yang melawat. Namun, pelatih yang merasakan tiga trofi ajang ini saat memperkuat Man. United itu yakin pasukannya tidak gentar.
“Bukannya terlalu percaya diri, tapi, terlihat jelas dari laga pertama, anak-anak dapat mengatasi tekanan dengan sangat baik dan ingin mengulanginya,” lanjut Carrick.
Akan menarik menanti seberapa sukses Boro membuat kejutan di Bridge. Sepertinya sih klub North Yorkshire ini susah melakukannya.


