Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Dejan/Gloria Disingkirkan Raja Terakhir di Indonesia Masters 2024
    Bulutangkis

    Dejan/Gloria Disingkirkan Raja Terakhir di Indonesia Masters 2024

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJanuary 24, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja harus kandas di babak pertama Indonesia Masters 2024. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja dikalahkan oleh sang raja terakhir yang kini menjadi pasangan nomor satu dunia, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.

    Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2024) pagi WIB, Dejan/Gloria kalah dua set langsung. Peringkat 14 dunia itu harus mengakui keunggulan pasangan China dengan skor 14-21 dan 13-21.

    Dejan/Gloria sebetulnya sempat mengimbangi permainan wakil China di set pertama. Bahkan poin pun sempat sama kuat 8-8.

    Pada interval pertama Dejan/Gloria hanya tertinggal tipis, satu poin saja dari Zheng/Huang. Akan tetapi, pasangan China itu langsung tancap gas.

    Set pertama pun ditutup oleh pasangan China dengan skor 14-21. Memasuki kedua, pasangan Indonesia itu semakin tertinggal jauh 1-9.

    Beberapa kali Dejan/Gloria mencoba memperkecil ketertinggalan dengan bermain menyerang. Namun kesalahan yang dibuat keduanya justru membuat permainan menjadi semakin sulit.

    Sampai pada akhirnay Zheng/Huang mendapatkan match poin ketika skor ada di angak 20-12. Sebelum akhirnya pasangan China itu mengkahiri permainan dengan skor 21-13.

    Selepas pertandingan Gloria Emanuelle Widjaja sangat menyayangkan dengan hasil yang ada. Hal itu tak lepas dari permainannya yang ia nilai masih terlalu terburu-buru.

    Ia mengakui pertandingan sempat enak untuk dinikmatinya. Namun karena terburu-buru, pada akhirnya setelah interval pertama, mereka jadi tertinggal.

    “Kalau dari aku mungkin karena akunya juga terburu-buru saat interval pertama jadi banyak miss sendiri, tidak kontrol juga. Jadi at the end tidak [bisa] keluar dari tekanan. Tadi tuh enak, tapi akunya tidak sabar, kurang tenang, maunya buru-buru jadinya banyak miss,” ucap Gregoria.

    Dejan Ferdinansyah mengakui hasil ini menjadi pembelajaran bagi keduanya agar bisa tampil baik di turnamen selanjutnya. Terkait dengan Olimpiade, dirinya tidak ingin ambil pusing.

    Baginya yang terpenting bisa bermain baik. Jika sudah bermain baik dan mendapatkan hasil yang baik juga maka Olimpiade bukan hal yang mustahil juga.

    “Kita ingin memaksimalkan, maksudnya sampai nanti April terakhir BAC kan, ya kalau kita punya hasil yang baik tidak ada yang tidak mungkin. Jadi kita masih harus diberi kesempatan oleh Djarum, jadi saya ingin memaksimalkan sama Kak Glo sama tim juga mau memaksimalkan waktu yang ada dan kesempatan yang ada.

    “Antara masuk atau tidak [Olimpiade], ya setidaknya kita sudah maksimal sudah mencoba dan berusaha,” jelasnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pundit Bulutangkis Indonesia (@pb_ina)

    China dejan ferdinansyah Gloria Emanuelle Widjaja Indonesia Masters 2024
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.