AC Milan berhasil lolos ke babak delapan besar Liga Europa 2023/24 meski kalah 2-3 dari tuan rumah Rennes, Jumat (23/3). Gol solo-run Rafael Leao dari tengah lapangan sukses meredupkan penampilan cemerlang gelandang Rennes, Benjamin Bourigeaud, yang mencetak hattrick.
Bermodalkan keunggulan agregat 3-0 dari leg pertama, Milan sejatinya lebih leluasa mengawali laga. Namun, gol cepat Bourigeaud (menit 11’), membuyarkan skenario tersebut. Gelandang senior sekaligus kapten Rennes itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan gawang Milan.
Beruntung, Rossoneri segera mampu menyamakan kedudukan 11 menit kemudian lewat gol Luka Jovic (22’). Umpan silang Theo Fernandez ditanduknya dari jarak dekat. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Bourigeaud menambah golnya dari titik penalti (54’). Namun, lagi-lagi, di saat Rennes terus berupaya mengikis ketertinggalan agregat, Milan justru mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Giliran Rafael Leao yang pamer aksi individu. Dengan keyakinan tinggi, ia menggiring bola dari lapangan tengah. Sempat ada upaya dua bek Rennes untuk menghalau Leao. Namun, keduanya justru tersungkur.
Tinggalah Leao berhadapan satu lawan satu dengan kiper kawakan Rennes, Steve Madanda, dan berhasil memperdayainya. Leao lantas menggelindingkan bola ke gawang kosong. Saking kerennya proses gol tersebut, Squawka melabeli Leao sebagai Kylian Mbappe versi Liga Europa.
Dilansir Opta, Leao sudah mengoleksi tiga gol ke gawang tim Prancis di level Eropa. Ia hanya kalah dari Filippo Inzaghi (6 gol).
Aksi keren Leao itu juga meredupkan penampilan cemerlang Bourigeaud yang mencetak hattrick. Padahal, Bourigeaud sukses mencatatkan dirinya ke dalam buku sejarah Liga Europa berkat torehan tiga golnya tersebut.
Pasalnya, torehan hattrick Bourigeaud tersebut merupakan torehan hattrick pertama di fase knock-out Liga Europa, setelah terakhir kali hal serupa terjadi tahun lalu, yakni kala Angel Di Maria (masih berseragam Juventus), mengemas tiga gol ke gawang Nantes.
*Sempat ketar-ketir
Usai laga, kubu Milan Merah mengakui bahwa mereka sempat tertekan saat Rennes dua kali unggul di laga ini.
“Kami seperti akan lolos dengan mudah jika berkaca pada hasil leg pertama. Namun, kenyataannya tidak demikian. Justru masih banyak yang harus dievaluasi,” ujar pelatih Milan, Stefano Pioli, dilansir Football Italia.
“Laga ini mengonfirmasi bahwa kami punya potensi untuk terus melangkah lebih jauh. Namun, kami juga seharusnya bisa lebih sedikit diancam peluang-peluang lawan,” lanjut Piolo.
Bek senior Milan yang tampil penuh sejak menit awal di laga ini, Simon Kjaer, juga menuturkan hal yang hampir sama. Berbekal segudang pengalamannya, bek asal Denmark itu mengaku beruntung bisa membendung hasrat Rennes dalam mengejar ketertinggalan agregat.
“Ini laga yang sulit dan kami paham betul lawan akan menggebrak sejak awal. Saat Anda unggul agregat 3-0, situasi ini sangat mungkin terjadi. Mereka mengeluarkan seluruh kemampuan dan kami jadi cukup menderita. Namun, yang terpenting adalah kami berhasil lolos ke babak berikutnya,” ujar Kjaer.


