Saat masyarakat Indonesia tengah menanti keputusan resmi KPU terkait Pilpres dan Pileg 2024, Rabu (20/3), tim nasional sudah tiba di Miami, Amerika Serikat. Skuat Azzurri bakal melakoni dua laga uji coba di Negeri Paman Sam, yakni versus Venezuela (22/3) dan Ekuador (25/3).
Laga kontra Ekuador digelar di Fort Lauderdale’s Chase Stadium, Florida. Stadion itu merupakan kandang Inter Miami, tim yang diperkuat Lionel Messi.
Salah satu misi yang dikumandangkan pelatih Luciano Spalletti dalam tur ke Amerika Serikat kali ini adalah memodifikasi taktik dari 4-3-3 ke 3-4-2-1.
Keinginan itu tak lepas dari mulai banyaknya tim-tim Serie A yang menggunakan formasi berskema tiga bek tersebut di musim ini. Inter Milan, selaku pemuncak klasemen, merupakan salah satunya.
Terakhir kali Italia berlaga di laga resmi adalah kala bertandang ke Ukraina di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2024 pada 21 November 2023. Meski skor akhir imbang 0-0, Italia sukses memastikan satu tiket lolos ke putaran final Euro 2024.
Di laga tersebut, Italia masih bermain dengan formasi 4-3-3. Empat pemain lini belakang yang menjadi starter adalah Giovanni Di Lorenze (bek kanan/Napoli), Federico Acerbi (bek tengah/Inter), Alessandro Buongiorno (bek tengah/Torino), dan Federico Dimarco (bek kiri/Inter).
Komposisi lini belakang tersebut bakal berubah di Miami. Acerbi dipastikan absen lantaran sedang terlibat kasus rasialisme dengan bek Napoli, Juan Jesus. Posisinya digantikan bek AS Roma, Gianluca Mancini.
Jadi, Mancini dan Giorgio Scalvini (Atalanta) bakal berebut satu tempat sebagai starter lantaran dua pos bek tengah lainnya kemungkinan besar bakal diisi Boungiorno dan Alessandro Bastoni (Inter).
Sedangkan Di Lorenzo, harus cepat beradaptasi dari kompatriotnya di sisi kiri, Di Marco, yang sudah lebih akrab dengan skema 3-4-3 di Inter.
Dua pos gelandang tengah bakal diperebutkan Jorginho (Arsenal), Manuel Locatelli (Juventus), Nicolo Barella (Inter), Davide Frattesi (Inter), Giacomo Bonaventura (Fiorentina), dan Michael Folorunsho (Frosinone). Nama yang disebut terakhir merupakan debutan.
Dua posisi di belakang striker kemungkinan besar bakal menjadi milik Lorenzo Pellegrini (AS Roma) dan Federico Chiesa (Juventus). Media-media Italia menyebutkan bahwa kedua pemain tersebut berperan sebagai free-role guna menopang ujung tombak. Jika Pellegrini atau Chiesa kurang tampil bagus, Spalletti bisa mencoba Nicolo Zaniolo (Aston Villa),
Lantas siapa yang bakal menjadi striker tunggal? Pos itu jadi rebutan Mateo Retegui (Genoa), Riccardo Orsolini (Bologna, Giacomo Raspadori (Napoli), dan muka baru Lorenzo Lucca (Udinese).
Hanya saja sebenarnya, tak satupun dari nama-nama tersebut yang sedang on-fire.
Khusus Orsolini, ok-lah Bologna sedang naik daun. Namun, performa sang striker justru menurun drastis. Sempat mendulang lima gol selama pertengahan Januari hingga Februari, Orsolini mandul di lima laga terakhir.
Raspadori lebih parah lagi. Ia tak pernah tampil penuh 90 menit di 10 penampilan terakhir dan cuma mampu mencetak satu gol.
Sang calon debutan, Lucca, masih lebih mending dibanding Raspadori. Meski sama-sama cuma mengoleksi satu gol di 10 laga terakhir, striker berusia 23 tahun itu setidaknya mengecap menit bermain lebih lama lantaran tampil penuh di empat laga terakhir.
Nominasi paling kuat versi media-media Italia adalah Retegui meski torehannya di 10 laga terakhir juga tak terlalu mentereng, yakni cuma tiga gol. Hanya saja, striker berdarah Argentina itu dinilai lebih berpeluang tampil sebagai starter dalam rangkaian uji coba Italia di Amerika Serikat.


