Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Ribut Ramai Telikung Nike buat Jersey Timnas Jerman di Depan Mata Adidas
    Euro 2024

    Ribut Ramai Telikung Nike buat Jersey Timnas Jerman di Depan Mata Adidas

    Seragam Timnas Inggris Riuh Juga
    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMarch 23, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kostum Jerman, Adidas digeser Nike per 2027. (foto: twitter sputarmadrid)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seragam timnas sedang menghadirkan perbincangan hangat di beberapa negara. Inggris bermasalah soal desain. Jerman lebih riuh lagi karena berganti produsen pemasok aparel, lepas dari perusahaan yang bisa dibilang identitas nasional.

    Keputusan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk berganti pemasok seragam timnas dari Adidas mengundang sorotan domestik. Politisi ikut bersuara mengkritik pilihan itu.

    Adidas menyediakan seragam buat Die Mannschaft selama lebih dari 70 tahun. Terlebih, Adidas merupakan produsen dari negara Eropa Barat tersebut.

    Dengan sentimen lokal tersebut, tak mengherankan banyak suara yang menyorot keputusan berganti ke produsen lain dari luar Jerman. Pemasok anyar itu adalah pesaing buat Adidas, Nike.

    Ikatan DFB dengan perusahaan asal AS itu baru akan berlaku sejak 2027, tapi kritik sudah bermunculan sejak kesepakatan dibuat. Politikus bersuara keras.

    Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, menyatakan bahwa dirinya condong dengan lebih banyak patriotisme lokal. “Saya hampir enggak bisa membayangkan jersey Jerman tanpa tiga garis. Bagi saya, Adidas dan hitam-merah-emas selalu saling melengkapi. Sekeping identitas Jerman,” ucap Habeck dikutip BBC.

    Menteri Kesehatan, Karl Lauterbach, melalu akun media sosial melabeli keputusan itu salah. “Keputusan yang keliru ketika komersial melenyapkan tradisi dan kebanggaan nasional,” tulis Lauterbach.

    Meski sudah sekian lama bekerja sama dengan Adidas, DFB memilih memutus ikatan dengan perusahaan lokal tersebut. PSSI-nya Jerman itu menyatakan bahwa kesepakatan dengan Nike karena alasan finansial. Di samping itu, kontrak dengan Nike akan mendukung keberlangsungan perkembangan sepak bola Jerman.

    Menurut laporan dari Jerman seperti dilansir BBC, Nike akan menggelontorkan 100 juta euro per tahun, sementara Adidas cuma separuhnya alias 50 juta.

    Politisi Bavaria, Markus Soeder, berkata bahwa timnas selalu tampil dengan Adidas. “Itu sejernih fakta bahwa bola itu bulat dan pertandingan berlangsung 90 menit,” ucapnya.

    “Kisah sukses dimulai pada 1954 dengan kemenangan tak terlupakan di Piala Dunia, yang memberikan negeri kami kepercayaan diri lagi. Itulah kenapa keputusan itu keliru, memalukan, dan sulit dicerna bahwa kisah ini harus berakhir sekarang,” tutur Soeder.

    Soeder menegaskan pula bahwa sepak bola Jerman tidak seharusnya menjadi pion dalam pertarungan korporasi internasional. Ia menyatakan bahwa faktor komersial bukan segalanya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    DFB memiliki pendapat yang berbeda. Melalui medsos, otoritas sepak bola Jerman itu memahami reaksi emosional terhadap keputusan yang drastis itu.

    Akan tetapi, DFB menyebut bahwa akar rumput sepak bola Jerman menjadi pertimbangan besar dalam penerimaan ikatan dengan Nike. DFB menyatakan bahwa mereka mesti membiayai lebih dari 24 ribu klub sepak bola, 2,2 juta pemain aktif, sekian banyak relawan, dan hampir 55 ribu wasit.

    “Dari latar belakang ini, DFB mesti membuat keputusan ekonomis. Nike sejauh ini membuat penawaran finansial terbaik dalam proses tender yang transparan dan tidak diskriminatif. Kerja sama dengan Nike di masa depan memastikan bahwa kami dapat terus menjalankan tugas-tugas pokok dalam sepak bola pada dekade-dekade mendatang,” demikian tulis DFB di akunnya.

    Pengumuman kesepakatan Nike hadir hanya beberapa bulan sebelum gelaran Euro 2024 yang akan digelar di tanah Jerman. Die Mannschaft masih menggunakan kantor pusat Adidas di Herzogenaurach yang terletak di dekat Nurenberg, sebagai markas untuk persiapan turnamen. Adidas menyatakan bahwa mereka tidak akan berkomentar mengenai rincian kontrak.

    St. George’s Cross di bagian belakang kerah seragam Inggris. (foto: twitter thenorskapaul)

     

    Warna-warni bendera Inggris

    Perselisihan soal seragam Jerman hadir hampir bersamaan dengan keriuhan yang sama di Inggris untuk hal yang sama, yakni seragam timnas. Para politikus Inggris menyorot desain Nike untuk seragam The Three Lions, yakni pemakaian warna lain untuk St. George’s Cross selain merah tradisional, yaitu biru navy, biru muda, dan ungu.

    Suara paling menyita perhatian datang dari Perdana Menteri, Rishi Sunak. PM berdarah India itu menyatakan bahwa St. George’s Cross, seperti layaknya bendera Inggris, tidak semestinya dimain-mainkan. Sunak mengatakan bahwa dirinya lebih suka tampilan asli dan bahwa bendera nasional merupakan sumber kebanggaan.

    FA mencoba mempertahankan pendapat mereka. PSSI-nya Inggris itu mengungkapkan bahwa penggunaan warna lain selain merah bukan yang pertama kali dilakukan.

    Ed Cowburn, perancang kostum sepak bola, mengatakan bahwa St. George’s Cross baru mulai dicantumkan di seragam Inggris pada awal 2000-an. Sejak saat itu, menurutnya elemen bendera tersebut hanya muncul sekitar enam kali dalam rancangan kostum Tim Tiga Singa.

    Nike mengatakan bahwa desain kali ini adalah untuk mengenang tim Inggris di Piala Dunia 1966. Perusahaan dari Negeri Paman Sam itu menyatakan bahwa mereka tidak berniat menyinggung perasaan para fan.

    adidas DFB inggris jerman jersey kostum nike rishi sunak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.