Arsenal memelihara peluang menjadi juara Premier League dengan kemenangan meyakinkan atas Chelsea. Lima gol tanpa balas di Emirates Stadium pada Selasa (23/2) menjaga tekanan terhadap Man. City.
Kemenangan 5-0 membawa Arsenal bertahan di puncak klasemen dengan perolehan 77 poin. Peringkat kedua, Liverpool, berpeluang menyamakan perolehan angka jika menang dalam derbi Merseyside. Man. City tertinggal empat poin, tapi The Cityzens masih menyimpan dua laga di tangan.
Bagaimanapun, hasil mantap ini menjaga kans Arsenal. Beberapa hal dapat dikedepankan dari partai ini, terutama tiga pemain.
Start Cepat
Benturan dua tim ibu kota yang dalam era Premier League kerap sarat gengsi ini segera menampilkan start cepat Arsenal. Tuan rumah hanya butuh empat menit untuk unggul. Di awali dribel ciamik dilanjutkan operan Declan Rice, Leandro Trossard membuka skor dengan tembakan kaki kiri dari sisi kiri pertahanan Chelsea.
Meski menuai gol dari start cepat, Arsenal tidak terlampau dominan, setidaknya dari penguasaan bola yang selama ini menjadi warna utama permainan Gabriel Magalhaes cs.
Gol Trossard menjadi satu-satunya di babak pertama. Setelah unggul, Arsenal cenderung bertahan. Kecenderungan ini mulai muncul saat Gunners menghadapi lawan kuat.
White Dua
Ben White merupakan salah satu penampil paling konsisten di Arsenal. Mikel Arteta mempercayakan 33 penampilan di liga untuk pemain berusia 26 tahun itu, dengan hanya dua kali sebagai pengganti.
Sebelum duel, White telah menyumbangkan dua gol. Koleksinya menjadi dua kali lipat usai laga.
Gol pertama, yang menunjukkan ulangan start cepat Gunners, dibuat White dengan menembakkan bola muntah (52′). Gol keduanya, kelima The Gunners petang ini, boleh jadi lebih merupakan umpan. Namun, sang bek sayap melakukannya lewat tendangan voli usai melesat di sayap kanan (70′).
Dua Pula dari Mantan
Kai Havertz pindah pada musim panas silam dari Stamford Bridge ke Emirates Stadium. Pemain Jerman itu memperlihatkan kepada tim lamanya mengenai pentingnya penyelesaian akhir mumpuni.
Havertz menorehkan dua gol ke gawang mantan klubnya itu. Yang pertama meneruskan operan daerah apik Martin Odegaard (57′). Havertz mengungguli kawalan Marc Cucurella sebelum menjaringkan bola.
Delapan menit kemudian, Havertz memanfaatkan operan Bukayo Saka di dalam kotak penalti. Pemain berusia 24 tahun itu menempatkan bola ke pojok kiri gawang Dorde Petrovic yang terpaku.
View this post on Instagram
Pimpinan Odegaard
Odegaard tidak mencetak gol, tapi pengaruhnya besar di laga ini buat Si Gudang Peluru. Dua assist menjadi bukti peran masifnya itu. Yang paling mengesankan adalah assist untuk gol Hevertz berupa bola daerah yang mengiris pertahanan Chelsea.
Whoscored dan Flashscore menjadikan sang kapten sebagai pemain terbaik laga ini. Akurasi operannya mencapai 87,9 persen. Angka itu bukan yang terbaik di laga ini, tapi gelandang Norwegia tersebut tercatat membuat 8 operan kunci, tertinggi petang ini.
Akurasi operan itu sendiri memperlihatkan konsistensi Odegaard. Rata-ratanya musim ini 87,1 persen. Yang jelas, tambahan dua dari partai ini menjadikan jumlah assist eks pemain Madrid itu delapan buah.
Tanpa Palmer: Menguasai, tapi Tumpul
Chelsea sudah mendapatkan kabar buruk sebelum laga. Andalan utamanya musim ini, Cole Palmer, absen karena cedera. Demikian pula Malo Gusto, cedera menjelang pertandingan.
Ketidakhadiran Palmer terasa dalam serangan. Dibandingkan Arsenal yang membuat 27 percobaan, mencetak gol, Chelsea hanya tujuh kali. Yang mengarah ke gawang hanya sebuah, sementara Gunners menghasilkan 10 shot on goal.
Pengaruh Palmer luar biasa di musim pertamanya di Chelsea. Jika tanpa gol boyongan dari Man. City itu yang mencapai 21 buah, Chelsea disebut sudah terseok-seok di zona relegasi.
Meski demikian, Chelsea mencatatkan statistik unik juga di laga ini. Mereka bisa membuat 56 persen penguasaan bola atas lawan yang biasanya mendominasi penguasaan bola, terutama di kandang.
Nirpoin dari London Utara membuat kans Chelsea menembus Eropa mengecil. Mauricio Pochettino mesti membawa Si Biru memperbaiki permainan di sisa musim untuk modal musim depan termasuk menghilangkan ketergantungan terhadap Palmer. Itu pun kalau eks bos Spurs itu tak didepak.


