Liverpool kembali terpeleset dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Kekalahan anyar 0-2 dari tuan rumah, Everton, Kamis (25/4), menjadi penyebabnya.
Kekalahan tersebut membuat The Reds tertinggal tiga poin dari Arsenal di puncak klasemen. Selain itu, Liverpool juga berpotensi disalip Manchester City yang cuma berjarak satu poin dan masih mengantongi dua laga lebih banyak.
Raihan poin Juergen Klopp dan pasukannya memang mendadak mandek di empat laga terakhir. Mereka cuma bisa mengumpulkan empat poin dari total 12 poin maksimal yang bisa diraih, lewat catatan satu kali menang, satu kali imbang, dan dua kali kalah.
Rinciannya, imbang 2-2 vs Manchester United, kalah 0-1 dari Crystal Palace, menang 3-1 versus Fulham, dan takluk 0-2 dari Everton. Padahal, liga sudah memasuki periode krusial, terutama dalam kaitan persaingan menuju gelar juara.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Mohamed Salah. Selaku andalan, Salah cuma mengemas satu gol di empat laga terakhir tersebut, yakni di laga kontra United.
Sedangkan pada dua laga di mana ia justru tampil penuh 90 menit, yakni versus Palace dan Everton, Salah justru tampil melempem. Ujung-ujungnya, Liverpool kalah. Lantas saat, dirinya “cuma” tampil sebagai pemain pengganti kontra Fulham pekan lalu, Liverpool justru menang 3-1.
Jika berkaca pada data statistik, menurunnya performa Salah mulai terasa sejak pergantian tahun. Dilansir Sky Sports, rata-rata gol gol Salah turun dari 0,72 (per laga) menjadi 0,53. Lalu rataan assistnya juga nge-drop signifikan dari 0,41 menjadi 0,18. Alhasil, rataan keterlibatan golnya pun turun dari 1,14 gol menjadi 0,71.
Bek legendaris Liverpool yang kini menjadi pandit Sky Sports, Jamie Carragher, merupakan salah satu yang mulai mengkhawatirkan performa Salah.
“Anda berharap ia tampil bagus karena ia bisa melakukan segalanya, mengancam lawan. Namun, dalam dua tahun terakhir, saat Liverpool tengah bersaing meraih gelar juara liga atau di laga-laga genting, Anda berharap pemain andalan Anda bisa mencetak gol di Old Trafford atau di Goodison Park,” ujar Carragher.
“Setelah dua tahun dan tak ada perkembangan signifikan darinya. Saya ngomong apa adanya. Penyelesaian akhirnya mulai tak jelas dan hal itu tak cukup untuk mengantarkan trofi juara,” lanjut Carragher.
Seirama dengan Carragher, salah satu pandit Dewan Pandit Indonesia (DPI) Jebreeetmedia, Sapto Haryo Rajasa, juga mengungkapkan hal yang kurang lebih serupa.
Menurut Sapto, tanda-tanda menurunnya performa Salah sudah tampak di beberapa laga terakhir. Jadi, Juergen Klopp selaku pelatih, seharusnya menginstirahatkan dulu bintang asal Mesir tersebut.
“Salah memang seharusnya di bench. Dia ibaratnya anugerah sekaligus musibah buat Liverpool. Ok, sepanjang musim (penampilan Salah) memang bagus, tapi belakangan khususnya musim ini di periode krusial, dia sering gak perform membantu Liverpool meraih kemenangan,” ujar Sapto.
View this post on Instagram
*Pembuktian di dua laga berikutnya
Jika merunut ke jadwal liga, Salah sebenarnya berpeluang untuk kembali bangkit dan meredakan kebimbangan para penggemarnya.
Pasalnya, skuat Merseyside Merah bakal bersua West Ham (27/4) dan Tottenham Hotspur (5/5) di dua laga ke depan. Nah, kebetulan West Ham dan Spurs sebenarnya merupakan lawan yang kerap dibobol Salah.
Sepanjang kariernya, Salah sudah 11 kali membobol West Ham dan Spurs. Catatan itu menjadikan West Ham dan Spurs, berikut Manchester City, sebagai tim kedua yang paling sering dibobol Salah setelah Manchester United (14 kali).
Toh, secara matematis, peluang merebut trofi juara musim ini juga belum sepenuhnya tertutup. Peluang itu wajib dijaga lewat kemenangan atas West Ham dan Spurs. Jadi, Salah wajib bangkit di kedua laga tersebut.


