Belum juga laga Bologna menjamu Juventus berlangsung 15 menit, Selasa (21/5), tuan rumah sudah unggul 2-0 berkat gol Riccardo Calafiori (menit 2’) dan Santiago Castro (11’).
Keunggulan itu bertahan hingga turun minum lantaran Juve kurang bisa berkutik. Dilansir Flashscore, skuat La Vecchia Signora cuma mampu melepas satu tembakan di babak pertama. Bandingkan dengan Bologna yang bisa melepaskan tujuh tembakan dengan empat di antaranya on-target. Selain itu, Juve juga kalah persentase penguasaan bola (66% berbanding 34%).
Situasi makin rumit bagi Federico Chiesa dkk. karena Bologna mampu memperbesar keunggulan menjadi 3-0 berkat gol kedua Calafiori (53’). Apalagi, ini merupakan laga perdana Juve setelah memecat Max Allegri.
Kondisi itu memaksa bek legendaris Juventus yang kini berstatus caretaker, Paulo Montero, menghabiskan jatah lima penggantian pemain saat laga masih menyisakan 20 menit.
Pertaruhan Montero itu berbuah manis. Dua pemain penggantinya tampil efektif, yakni Kenan Yildiz (menggantikan Federico Gatti) dan Arkadiusz Milik (Dusan Vlahovic).
Berawal dari gol Chiesa (76’) yang memperkecil ketertingalan menjadi 1-3, Milik dan Yildiz bergantian menyusul masuk dalam scoresheets lewat gol-gol keduanya yang lahir hanya dalam tempo satu menit (83’ & 84’).
Skor imbang 3-3 bertahan hingga akhir laga dan Juventus sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Stadio Renato Dall’Ara menjadi 23 laga.
Raihan satu poin juga menjaga persaingan kedua tim di papan klasemen. Sama-sama mengoleksi 68 poin dari 37 laga, Bologna (peringkat 3) unggul agregat gol (+24) dari Juventus (+21).
*Pesta dan Misi menjaga Motta
Tiket lolos ke Liga Champions musim depan sudah digaransi kedua klub. Berhubung laga ini menjadi laga kandang terakhir Bologna, pihak klub sengaja memasang theme song Liga Champions di akhir pertandingan. Suasana makin meriah lantaran disertai pesta kembang api dan tifosi ikut bernyanyi dari tribun.
Skuat I Rossoblu (The Red and Blues), julukan Bologna, memang menjadi tim yang paling mencuri perhatian musim ini lantaran bakal finis di empat besar. Ini juga menuntaskan mimpi Bologna untuk kembali beraksi di Liga Champions setelah menjuarai Serie A 1963/64.
Hanya saja, kiprah bagus skuat asuhan Thiago Motta tersebut, masih diselingi dengan samarnya nasib sang pelatih musim depan. Pasalnya, kontrak Motta di Bologna bakal habis pada 30 Juni mendatang. Eks gelandang Inter Milan dan Paris Saint-Germain itu bahkan mulai diisukan bakal ke Juventus.
Guna menetralkan suasana, presiden Bologna, Joey Saputo, angkat bicara sesudah laga kontra Juventus.
“Ini musim yang indah dan awalnya kami tak menyangka bisa ada di posisi ini (peringkat 3). Sayang, tadi kami batal menang atas Juve, padahal itu (kemenangan) bakal menjadi cara sempurna untuk mengakhiri musim di Dall’Ara,” ujar Saputo dilansir DAZN.
“Sejujurnya, saya juga belum percaya kami lolos Liga Champions. Kami akan bertemu Motta dan membicarakan kontraknya pekan depan. Intinya, kami akan melakukan segalanya untuk melanjutkan kiprah ini,” lanjut Saputo.
Apa tanggapan Motta? “Ya, kami akan membicarakan masa depan dengan presiden klub dan keputusannya akan diumumkan sesegera mungkin. Momen keberhasilan ini harus dirayakan dan dilanjutkan dengan energi yang positif,” ujar Motta.


