Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Dibantai 0-3 Atalanta di Final Liga Europa, Misi Invicible Treble Leverkusen Buyar, Kok Bisa? Gara-Gara Hoki Sekali Seumur Hidup Ademola Lookman
    Liga Champion/Europa

    Dibantai 0-3 Atalanta di Final Liga Europa, Misi Invicible Treble Leverkusen Buyar, Kok Bisa? Gara-Gara Hoki Sekali Seumur Hidup Ademola Lookman

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 23, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ademola Lookman, memborong gol-gol kemenangan 3-0 Atalanta atas Bayer leverkusen di laga final Liga Europa.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Buyar sudah mimpi terliar Bayer Leverkusen musim ini dalam meraup tiga gelar tanpa terkalahkan (invicible treble). Kekalahan telak 0-3 dari Atalanta di final Liga Europa, Kamis (23/4) jadi penyebabnya.

    Sebelumnya, Leverkusen sudah lebih dulu meraih gelar juara Bundesliga. Kini, skuat asuhan Xabi Alonso itu tinggal berharap mengawinkan gelar Bundesliga dengan gelar DFB Pokal. Mereka akan menghadapi Kaiserslautern di final akhir pekan ini, Minggu (26/5).

    Kekalahan dari Atalanta juga memutus rekor tak terkalahkan Leverkusen musim ini. Sebelumnya, skuat berjuluk Die Werkself tersebut sudah melewati 51 pertandingan di semua ajang tanpa pernah terkalahkan.

    Lantas, kok bisa-bisanya Granit Xhaka dkk. dibantai tiga gol tanpa balas oleh Atalanta dini hari tadi? Yang pertama tentu saja gara-gara penampilan impresif Ademola Lookman lantaran bomber Atalanta tersebut sukses mengemas tiga gol.

    Proses ketiga gol striker asal Nigeria itu bahkan keren-keren. Gol Lookman yang pertama lahir berkat insting tajam dan kegesitannya dalam menyambar umpan silang Davide Zappacosta.

    Gol kedua dan ketiganya bahkan lebih keren lagi lantaran ia berhasil menggetarkan gawang Leverkusen lewat akurasi tembakan menawan, setelah lebih dulu memperdaya bek Atalanta. Situs Whoscored bahkan sampai memberikan nilai sempurna (10) untuk rating penampilan Lookman.

    Performa impresif itu dijabarkan lebih mendetail oleh situs pengolah data statistik lainnya, Squawka. Menurut Squawka, Lookman menjadi pemain terbanyak dalam hal memenangi penguasaan bola (9 kali), menyentuh bola di kotak penalti lawan (6 kali), melewati penjagaan lawan (4 kali), dan melepaskan tembakan on-target (3 kali).

    Yang lebih kerennya lagi, ini merupakan torehan hattrick perdana Lookman di sepanjang karier profesionalnya di level senior. Sebelumnya, Lookman tak pernah mampu mengemas tiga gol, baik ketika sudah berseragam Atalanta (sejak 2022), maupun saat masih membela Leicester City (2021-2022), Fulham (2020-2021), RB Leipzig (2019-2022), dan Everton (2017-2019).

    Penampilan impresif Lookman memang jadi pembeda. Pasalnya, jika berkaca pada data statistik laga, Leverkusen sebenarnya masih cukup mendominasi.

    Dilansir Flashscore, Florian Wirtz dkk. masih unggul dalam persentase penguasaan bola (58% berbanding 42%). Hal itu lantaran pasukan Alonso lebih sering melepas umpan (688 berbanding 330).

    Jumlah tembakan yang dilepaskan kedua tim juga terbilang setara (sama-sama 10 tembakan). Hanya saja, Atalanta jauh lebih sering mengancam karena mampu membuat tujuh tembakan on-target, sedangkan Leverkusen cuma tiga.

    Dalam sesi jumpa pers usai laga, Alonso mengakui bahwa Atalanta bermain jauh lebih baik dari timnya. Selain itu, faktor ketinggalan dua gol juga membuat para pemain Leverkusen jadi kurang sabar dalam merancang serangan.

    “Kami tak mengatasi beberapa situasi sulit yang sebenarnya sudah kami persiapkan. Itu karena Atalanta benar-benar tampil menyulitkan. Tak seharusnya seperti ini,” ujar Alonso.

    “Kami tak bisa mengalirkan bola ke arah yang benar, sebaliknya, mereka bisa. Para pemain sudah berusaha untuk melakukan banyak operan, tapi kami harusnya bisa lebih bersabar lagi,” lanjut Alonso.

    Mantan gelandang Liverpool dan Real Madrid itu juga tak malu untuk mengakui penampilan Atalanta yang jauh lebih bagus dari timnya. Ia terpaksa berbesar hati lantaran rekor 51 laga tak terkalahkan Leverkusen akhirnya harus terhenti.

    Bangkit merupakan satu-satunya pilihan terbaik. Pasalnya, Leverkusen bakal kembali menghadapi laga final akhir pekan ini (Final DFB Pokal versus  Kaiserslautern).

    “Hari ini, mereka tampil lebih baik dari kami, baik secara individual maupun penampilan tim secara kolektif. Rekor tak terkalahkan kami juga harus terhenti. Selamat untuk Atalanta, mereka layak juara,” ujar Alonso.

    “Tentu saja menyakitkan kalah dengan skor telak. Namun, kami bakal kembali menghadapi laga final hari Minggu ini dan kami harus belajar dari kekalahan ini,” tutupnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    ademola lookman atalanta bayer leverkusen final liga europa hasil menang 3-0 xabi alonso
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.