Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Indonesia Open 2024: Kalah di Semifinal dari Chen Yu Fei, Belum Waktunya Carolina Marin Juara di Rumah Keduanya
    Bulutangkis

    Indonesia Open 2024: Kalah di Semifinal dari Chen Yu Fei, Belum Waktunya Carolina Marin Juara di Rumah Keduanya

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 8, 2024Updated:June 8, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Carolina Marin gagal melangkah ke final usai takluk dari wakil China, Chen Yu Fei. Marin merupakan salah satu pebulutangkis yang punya banyak penggemar di Indonesia.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Carolina Marin berteriak lantang begitu pukulannya dinyatakan masuk dan ia sukses memenangi gim kedua (21-17) laga semifinal Indonesia Open 2024 melawan Chen Yu Fei, Sabtu (8/6).

    Sudah menjadi gaya khas Marin yang kerap berteriak setiap kali meraih poin dan dalam kasus ini, ia “selamat” dari kekalahan lantaran lebih dulu kalah 11-21 di gim pertama.

    Marin merupakan salah satu favorit publik Istora. Pengalamannya berlatih di pelatnas Cipayung pada periode 2013 silam, cukup membekas, baik untuk sang pemain maupun penggemarnya di Tanah Air.

    Marin bahkan menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya. “Hello Indonesia, ready for a new tournament in a country that always brings me good vibes,” tulis Marin di bagian caption salah satu unggahan di Instagramnya.

    Itu pula mengapa begitu ia kembali takluk 13-21 di gim ketiga dari Chen Yu Fei, Marin terpaksa merelakan kembali mimpinya pupus untuk menjadi juara di Istora.

    Pencapaian ini juga tak lebih baik tahun lalu di mana pemain asal Spanyol itu bisa melangkah sampai ke final. Kala itu, Chen Yu Fei pula yang mengalahkan Marin.

    Ditemui awak media di Mixed Zone, Marin tetap terlihat tegar. Baginya, kekalahan ini hanyalah bagian dari permainan dan mimpinya menjadi juara di Istora tak akan pernah padam.

    “Saya tak pernah merasa kesulitan bermain di Istora. Saya justru sangat senang tampil di sini, di depan para penggemar yang sangat mendukung saya, yang mencintai saya dan saya sangat bersyukur akan hal itu. Tunggu saya lagi tahun depan,” ujar Marin.

    Meski kalah dari Chen Yu Fei di final tahun lalu, Marin sebenarnya memenangi pertemuan terakhir di antara keduanya, yakni di perempat final All England, Maret silam. Kala itu, Marin bahkan mampu menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-15.

    “Kadang memang tergantung hari-harinya. Saat Anda tak bisa sepenuhnya mengontrol bola dan permainan, Anda bisa meraih hasil buruk. Saya sudah berusaha menekan lawan, tapi dia bermain bagus hari ini,” ujar Marin.

    Di sisi lain, Chen Yu Fei begitu bersyukur dengan kemenangan ini. Ia mengakui Marin sebagai lawan berat. Namun, pemain asal China itu tak ingin terlalu bereuforia. Pasalnya, lawan yang tak kalah tangguh sudah menantinya di final, yakni An Se-Young.

    Pebulutangkis nomor satu dunia asal Korea Selatan itu melaju ke final dengan cukup meyakinkan usai menang straight game dari wakil Cina lainnya, Wang Zhi Yi, dengan skor 23-21, 21-13.

    Chen Yu Fei juga menepikan statusnya sebagai juara bertahan dan lebih fokus menjadikan ajang Indonesia Open tahun ini sebagai persiapan akhirnya sebelum menuju Olimpiade 2024.

    “Saya terus mempelajari kekurangan-kekurangan saya untuk saya evaluasi. Bisa  juara di Indonesia Open tentu penting, akan tetapi, menjalani prosesnya untuk Olimpiade juga tak kalah penting,” ujar Chen Yu Fei.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pundit Bulutangkis Indonesia (@pb_ina)

    badminton indonesia Carolina Marin chen yu vei istora semifinal indonesia open 2024 tunggal putri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.