Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Rematch Semifinal 2020/21, Inggris Bisa Ditahan Denmark kalau Enggak Kunjung Meyakinkan
    Euro 2024

    Rematch Semifinal 2020/21, Inggris Bisa Ditahan Denmark kalau Enggak Kunjung Meyakinkan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 19, 2024Updated:June 19, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Harry Kane, masih dianggap sangat mengancam. Seberapa berbahaya di Frankfurt? (foto: twitter attackingfooty)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Inggris dan Denmark kembali berjumpa setelah semifinal Euro 2020/21 yang kemenangan kontroversial Inggris. Laga kedua di Grup C mengarah ke kelanjutan tren Denmark, terutama kalau The Three Lions tak menaikkan permainan.

    Sorotan tak pelak lebih mengarah ke Inggris sebelum partai di Frankfurt Arena pada Kamis (20/6) ini. Kemenangan dengan cara yang payah menjadi alasan kritik. Denmark pun masih goyah, tapi memiliki kesempatan menahan niat Inggris. Buat pertimbangan, simak bahasan dari kedua kubu berikut ini.

     

    Disorot, tapi Rekor Duel dan Fase Grup Oke

    Sorotan terhadap Inggris tak ayal karena performa yang tampak tidak meyakinkan walau bisa meraih tiga poin usai meladeni Serbia di Gelsenkirchen. Secara khusus, kiprah di babak kedua yang bertahan mengundang kritik.

    Gareth Southgate memuji ketabahan skuadnya teristimewa dalam menangkal tekanan di bagian akhir laga. Namun, bos The Three Lions paham bahwa Inggris mesti menaikkan pertaruhan.

    Grafik permainan runner-up perhelatan silam ini pun belum mantap untuk bisa dijagokan menang atas Denmark. Terakhir kali Inggris mencatat dua kemenangan beruntun adalah pada November tahun lalu.

    Inggris akan menggali keyakinan dari torehan tidak pernah kalah di fase grup Euro sejak kekalahan 1-2 dari Prancis pada 2004. Kebobolan terakhir yang dialami Tiga Singa di fase grup terjadi pada 2016 oleh Gareth Bale (Wales).

    Yang juga dapat mempertebal keyakinan Inggris kala melawan Denmark adalah rekor pertemuan. Dari total 22 benturan dengan Danish Dynamite, Tiga Singa bisa memenangi 13 laga dan 5 kali imbang.

    Inggris dengan segala amunisinya yang dianggap mumpuni berpeluang menang, terutama jika tidak mengulangi kiprah sebelumnya. Hanya, ancaman buat niat Inggris meraih poin penuh juga terletak pada lawan.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Rekor Belakangan Bagus

    Start Denmark di Grup C tidak bisa dibilang ideal walau tidak kalah. Danish Dynamite unggul lebih dulu lewat gelandang gaek yang tiga tahun lalu kolaps dan terancam gantung sepatu, Christian Eriksen. Namun, meski menguasai permainan melawan Slovenia, Denmark tidak bisa mempertahankan keunggulan itu.

    Hasil imbang itu memang membuat catatan Denmark membaik di fase grup. Akan tetapi, dari enam pertandingan terakhir di fase grup, Si Merah-Putih tidak dapat menambah jumlah kemenangan yang baru sebuah. Kubu dari Skandinavia ini juga gagal menang di fase grup di Piala Dunia 2022.

    Kegagalan meraup tiga angka bakal membuat langkah Denmark lebih berat. Berikutnya, pasukan asuhan Kasper Hjulmand ini mesti menghadapi favorit, Inggris.

    Tim Dinamit bisa mengedepankan misi membalas kekalahan menyakitkan tiga tahun lalu di semifinal Euro 2020/21. Denmark bisa mengedepankan pula catatan lumayan bagus saat melawan The Three Lions, yakni tidak pernah kalah dalam 90 menit di tiga duel terakhir, di antaranya berakhir dengan sebuah kemenangan di UEFA Nations League.

    Tiga laga itu terlihat cukup sebagai tanda awal Denmark masih berpotensi besar menjadi momok buat Tim Tiga Singa. Apalagi, sejumlah pemain De Rod-Hvide bermain di Liga Inggris. Pemahaman bagus Si Merah-Putih akan bepengaruh dalam meredam Inggris.

    Salah satu pemain yang siap menghadapi tantangan Inggris adalah Jannik Vestergaard. Bek tengah berusia 31 tahun itu tahu persis tidak boleh memiliki keraguan menghadapi tim semacam Inggris.

    “Kalau keraguan mulai menyergap, laga bakal berat dan terasa lama. Kadang kala penting untuk menjaga kepercayaan walau akan dikatakan naif. Kami percaya diri. Jika tidak percaya pada diri sendiri, orang lain juga tidak akan percaya,” ucap Vestergaard kepada DR seperti dikutip Reuters.

    Bek tengah milik Leicester City yang baru promosi lagi ke Premier League itu secara khusus mewaspadai Harry Kane. Vestergaard menilai striker Bayern Munchen itu masih berbahaya walau tidak tajam di laga kontra Serbia. Kane menjadi ujung tombak di babak pertama laga itu, dan turun membantu pertahanan untuk menjaga keunggulan Tim Tiga Singa di babak kedua.

    “Ia merupakan striker yang komplet. Ia dapat bermain membelakangi gawang, ia dapat membuat lesatan berbahaya ke dalam kotak penalti, dan bisa mengancam dari lini kedua. Ia bagus di semua hal. Itulah sebabnya sulit mencari kelemahannya karena ia akan melakukan hal lain. Akan berat menghadapinya, tapi juga merupakan tantangan yang menyenangkan,” lanjut Vestergaard.

     

    Perkiraan Hasil

    Denmark akan sekali lagi menahan langkah Inggris dalam duel sengit. Dua tim akan berbagi angka.

    View this post on Instagram

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    bellingham denmark frankfurt grup c Harry Kane hjulmand inggris semifinal euro 2020 southgate vestergaard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.