Jerman mendapatkan ujian yang tidak ringan di fase gugur. Pada Sabtu (29/6) di Westfalenstadion, Dortmund, tuan rumah mesti menghadapi kuda hitam yang menahan Inggris di Grup C, Denmark.
Jerman sempat meragukan setelah mencatat serangkaian hasil payah pada 2023. Akan tetapi, setelah Julian Nagelsmann datang menggantikan Hansi Flick, Die Mannschaft memperlihatkan kefavoritan mereka.
Die Mannschaft mampu memuncaki klasemen akhir Grup A dengan catatan tidak terkalahkan dan produktivitas tinggi. Satu-satunya hasil seri yang didapat, 1-1 dengan Swiss, tak kurang menunjukkan daya juang tinggi juara Eropa tiga kali ini. Gol penyeimbang yang diciptakan Niclas Fullkrug hadir saat injury time.
Jerman pun meneruskan kiprah ciamik pada 2024. Tahun ini, tuan rumah tidak terkalahkan di tujuh pertandingan terakhir mereka, lima duel di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Selain faktor tuan rumah, Mannschaft semakin favorit karena keberhasilan Nagelsmann mengombinasikan pengalaman dan tenaga muda. Pemain kawakan seperti Ilkay Gundogan dan Toni Kroos bisa berpadu secara mengesankan dengan bakat belia semacam Jamal Musiala dan Florian Wirtz.
Kedalaman tim merupakan kelebihan Jerman. Pelapis seperti Leroy Sane atau pemain gaek, Thomas Muller, dapat memecah kebuntuan pengisi sebelas awal.
Khusus Fullkrug, penyerang Dortmund ini dapat memanfaatkan keakrabannya dengan atmosfer Westfalenstadion. Tidak mustahil pemain berusia 31 tahun kembali mencetak gol yang dibutuhkan Jerman di babak kedua, seperti yang ia lakukan dengan enam gol terakhirnya.
Pertahanan menjadi kekuatan Jerman tahun ini. Akan tetapi, di Dortmund nanti, Nagelsmann tidak bisa menampilkan bek Bayer Leverkusen, Jonathan Tah, akibat akumulasi kartu. Lini belakang Mannschaft menanti kondisi Antonio Rudiger yang diusik cedera hamstring.
View this post on Instagram
Dengan peningkatan kekuatan, Jerman pun mengincar perempat final pertama sejak Euro 2016. Niat itu mendapat lawan yang kerap tampil dengan motivasi kuat untuk membalikkan perkiraan.
Denmark berkeinginan mengulangi kiprah luar biasa di turnamen sebelumnya. De Rod-Hvide atau Si Merah-Putih merupakan semifinalis 2020/21 dengan awal mengkhawatirkan berupa kolapsnya Christian Eriksen.
Kiprah Denmark di Euro 2024 ini tampak belum semantap edisi sebelumnya itu. Danish Dynamite tidak bisa membukukan kemenangan walau tidak kalah di tiga laga Grup C.
Kekuatan Denmark juga akan menurun. Pasukan racikan Kasper Hjulmand tidak bisa diperkuat pencetak gol ke gawang Inggris, Morten Hjulmand.
Hanya, Denmark telah memperlihatkan kemampuan untuk membuat kejutan. Para penggemar sepak bola takkan melupakan kejutan besar saat mereka menjuarai Euro 1992 yang digelar di Swedia.
Saat itu, Tim Dinamit hadir cuma sebagai pengganti Yugoslavia. Denmark bisa menang 2-0 di final. Lawan di laga puncak? Jerman!
Untuk memapar lini belakang Jerman, Denmark akan mengandalkan Jonas Wind. Penyerang yang bermain di Wolfsburg ini beberapa kali memberikan pengaruh bagus buat timnya. Denmark hanya sekali kalah dari 12 laga, 10 kali menang, ketika penyerang berumur 25 tahun itu mengukir gol atau assist.
Hanya, Jerman saat ini memiliki motivasi yang tampak lebih tebal daripada Denmark. Die Mannschaft akan melangkah ke perempat final pertama mereka sejak 2016.


