Man. United membawa pulang satu poin saat bertandang ke Villa Park pada Ahad (6/10). Hasil skor kacamata ini boleh jadi terasa seperti kekalahan buat Iblis Merah karena beberapa hal.
Fakta bahwa Aston Villa tengah menyala, begitu istilah yang sedang ramai belakangan ini, sulit disangkal. Villa masih berada di sekitaran papan atas sambil tampil paten di antarklub Eropa.
Di rumahnya pada tengah pekan, The Villans bisa mengalahkan salah satu jawara Liga Champion, Bayern Munchen. Jika melihat performa Villa itu, satu poin di Villa Park bisa terasa bak kemenangan buat United.
Seri aroma menang bisa pula mudah dirasakan Red Devils karena penampilan mereka sedang jeblok. Awal musim United berat sampai saat ini. Dalam 10 laga pertamanya sebelum tandang ke Villa, Red Devils hanya berada di peringkat ke-13 klasemen Premier League dan belum pernah menang di kompetisi kasta kedua Eropa, Liga Europa.
Skor 0-0 di Villa Park pun tak banyak menolong hasil United. Apalagi, skuad Erik ten Hag memperburuk rekor butut mereka sepanjang sejarah kiprah di Premier League. Delapan poin dari awal tujuh pekan lebih payah daripada sembilan poin musim lalu.
Akan tetapi, dari penampilan di Villa Park kecuali soal penyelesaian akhir, The Red Devils mendapatkan beberapa alasan untuk merasa bahwa mereka kehilangan dua poin.
Pilihan Bos Aneh
Daftar sebelas awal yang dipilih Ten Hag segera mengundang pembahasan hangat. Harry Maguire bukan salah satu yang disorot karena bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan United dari kekalahan di Porto.
Bek tengah kawakan, Jonny Evans, secara mengejutkan dipilih untuk berduet dengan Maguire. Masuknya Matthijs de Ligt menggantikan Maguire memberikan sedikit kejelasan. Apiknya performa Evans, seperti saat menahan tembakan Youri Tielemans, mungkin bisa menyelamatkan sang bos dari cercaan soal duet bek sentral ini.
Namun, Ten Hag disorot lagi karena menarik Marcus Rashford yang sedang menanjak lagi di menit ke-64. Penggantinya mungkin tidak disangka-sangka para fan: Si Gasing, Antony. Satu poin tampak berharga dari keputusan-keputusan rada nyeleneh itu.
Statistik Duel
Sebagai tamu, torehan 46% penguasaan bola bukan sesuatu yang jelek, apalagi mengingat Villa garang di rumahnya. Namun, United bisa tampil lebih berbahaya daripada tuan rumah.
Manchester Merah dapat membuat empat tembakan ke gawang. Villa hanya sebiji. Kalau saja Emiliano Martinez tidak dapat melanjutkan ketangguhannya di bawah mistar Villans, United akan pulang dengan angka penuh.
Bruno vs Mistar
Di samping mantapnya Martinez, gawang Villa selamat dari kebobolan karena mistar. Tendangan bebas kapten yang tengah disorot pula karena dua kartu kuning ditambah belum mencetak gol sejauh ini, Bruno Fernandes, pada menit ke-68 menerpa mistar saat Martinez hanya terpaku.
Batalnya Fernandes memecah telur dan manandai kebangkitan pribadinya menggagalkan pula tiga poin United. Iblis Merah merosot ke peringkat ke-14.
Tak kurang hasil ini memperpanjang catatan bagus United di Villa Park yang cuma sekali kalah dari 26 lawatan terakhir. Villa besutan Unai Emery tak terkalahkan di delapan laga mereka di semua kompetisi.
View this post on Instagram
Bising Luar
Kehilangan dua poin ini praktis gagal menahan arus deras desas-desus perihal masa depan Ten Hag di Old Trafford. Soal kebisingan eksternal itu, pelatih asal Belanda ini berkata, “Istilah yang bagus. Bising di luar. Secara internal, kami kecewa. Kami tahu harus membaik, terutama harus mencetak gol.”
Bagaimana keyakinan Ten Hag akan dukungan penuh pihak klub? “Saya tak mempunyai gagasan yang berbeda karena mereka seharusnya telah memberi tahu saya. Kami berkomunikasi secara sangat terbuka dan transparan. Saya bisa bilang kami berbicara setiap hari. Jadi, saya akan berbicara dengan mereka,” ucapnya kepada BBC.


