Manchester United belum juga keluar dari krisis. Setan Merah cuma bermain imbang 0-0 kala bertandang ke Aston Villa di laga teranyar, Minggu (6/10). Hasil itu membuat United masih terlempar dari posisi 10 besar klasemen Premier League musim ini.
Bruno Fernandes dkk. cuma menduduki peringkat 14 lantaran baru mengemas dua kemenangan dari tujuh laga. Sisanya berupa dua kali imbang dan tiga kali kalah. Catatan itu menjadi start terburuk United sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Premier League.
Posisi Erik ten Hag selaku nahkoda tim makin tersudut. Naas bagi pelatih asal Belanda tersebut lantaran beberapa petinggi United, justru hadir langsung di Villa Park.
Menurut laporan Sky Sports, para petinggi United tersebut, di antaranya Sir Jim Ratcliffe (pemilik klub), Omar Berrada (CEO), Dan Ashworth (Sporting Director), Jason Wilcox (Technicak Director), dan beberapa nama lain, berencana menggelar rapat Komite Eksekutif di London hari ini, Selasa (8/10).
Masa depan ten Hag disebut-sebut menjadi salah satu topik yang diperbincangkan. Media-Media Inggris bahkan mulai memunculkan beberapa nama pengganti ten Hag semisal Ruud van Nistelrooy dan Thomas Thucel.
Nistelrooy saat ini sebenarnya berstatus sebagai salah satu staf pelatih ten Hag. Hanya saja, striker legendaris United itu kedapatan terlibat diskusi “panas” dengan ten Hag di bench United pada laga versus Villa.
Jebreeetmedia coba menggambarkan dua periode krusial di awal musim ini yang mengantar ten Hag ke jurang pemecatan.
- Sebelum jeda internasional (17 Agustus- 1 September):
Main: 3x
Menang: 1x
Kalah: 2x
Jeda internasional yang pertama berlangsung kala Premier League sudah memanggungkan 3 pekan pertandingan (Matchday).
Masalahnya, United langsung menunjukkan start buruk di periode tersebut. Setelah cuma menang tipis 1-0 atas tim tamu, Fulham, di pekan pembuka, The Red Devils, langsung menelan dua kekalahan beruntun, yakni 1-2 kala bertamu ke Brighton (Mathcday 2) dan dibantai 0-3 oleh Liverpool di Old Trafford (Matchday 3).
Ten Hag masih beruntung karena kecaman keras terhadap dirinya bisa langsung mereda karena liga berhenti sejenak dan perhatian publik teralihkan ke laga-laga internasional.
- Periode antara jeda internasional pertama dan kedua (14 Septmber-6 Oktober): Cuma dua kali menang di tujuh laga
Main: 7x
Menang: 2x
Imbang: 4x
Kalah: 1x
Periode ini sebenarnya makin krusial bagi ten Hag. Selain wajib mendongkrak performa timnya, sang pelatih juga dihadapkan jadwal padat berjumlah tujuh laga (di semua ajang), hanya dalam rentang 22 hari sebelum liga kembali diliburkan karena jeda internasional fase kedua.
Pada periode ini, ten Hag sebenarnya sempat berhasil membangkitakan United lewat kemenangan di dua laga awal, yakni menang 3-0 di kandang Southampton (Matchday 4) dan membantai Barnsley 7-0 di Old Trafford (Carabao Cup).
Namun, tanda-tanda kebangkitan itu justru segera memudar lantaran di liga laga selanjutnya, tak sekalipun United mampu meraih kemenangan.
Rinciannya berupa empat hasil imbang (0-0 vs Palace, 1-1 vs Twente, 3-3 vs Porto, dan 0-0 vs Villa serta satu kekalahan (0-3 dari Tottenham Hotspur).
*Secara keseluruhan
Jadi, United sudah menjalani 10 pertandingan di semua ajang musim ini. Baru tiga kemenangan yang mereka raih. Sisa tujuh laga lainnya berujung dengan empat kali imbang dan tiga kekalahan.
Khusus di Premier League, skuat Manchester Merah baru meraih dua kemenangan di tujuh laga. Selain hanya menempati peringkat 14, United juga baru mencetak lima gol.
Dari antara seluruh 18 kontestan Premier League musim ini, torehan lima gol United tersebut cuma lebih baik dari tim juru kunci, Southampton, yang baru mengoleksi empat gol.
Sedangkan di ajang Liga Europa, United baru meraih dua poin dari dua laga yang telah mereka dijalani, yakni imbang 1-1 kala menjamu Twente di Matchday 1, serta imbang 3-3 kala bertamu ke Porto di Matchday 2.
Satu-satunya kemenangan paling meyakinkan United justru lahir di ajang Carabao Cup, yakni kala membantai Barsnley 7-0 di Old Trafford.
Namun, pesta tujuh gol tanpa balas itu dirasa kurang begitu spesial lantaran sang lawan cuma berstatus sebagai tim League One alias dua kasta di bawah Premier League.
View this post on Instagram


