Italia kembali mengukir kemenangan untuk memantapkan posisi mereka di puncak klasemen sambil memperbesar kans ke perempat final Nations League A. Di hari laga keempat Grup 2 pada Senin (14/10), Gli Azzurri membekuk Israel. Ada noda sedikit, tapi kepastian dinasti menjadi hal yang sangat menarik.
Di Bluenergy Stadium, dahulu Stadio Friuli, Udine, Azzurri mencoba bangkit dari hasil imbang di laga sebelumnya dengan Belgia. Walau unggul dua gol lebih dulu, Belgia bisa memanfaatkan kartu merah Lorenzo Pellegrini untuk menyamakan kedudukan.
Butuh Penalti
Pertahanan rapat Israel merepotkan Italia dengan ambisinya untuk kembali ke jalur kemenangan. Kiper Israel, Omri Glazer, menjadi salah satu pengganjal dengan beberapa penyelamatan gemilang, termasuk menahan dua peluang Mateo Retegui dan sebuah tembakan jarak dekat Sandro Tonali.
Italia baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-41. Wasit dari Spanyol, Ricardo Bengoetxea, menunjuk titik putih setelah Dor Peretz secara ceroboh menekel Tonali di dalam kotak penalti. Eksekusi Retegui bersarang di pojok kiri atas gawang Israel.
Azzurri melanjutkan tekanan di awal babak kedua. Giovanni Di Lorenzo menyundul masuk umpan Giacomo Raspadori pada menit ke-54.
Gol Sepak Pojok
Muncul noda berukuran rada besar buat Italia dalam laga ini. Gol Israel tercipta langsung dari tendangan sudut Mohammad Abu Fani pada menit ke-66.
Kiper Italia, Guglielmo Vicario, mengklaim pelanggaran pada proses gol karena pergerakannya terganggu Maltan Baltaxa yang berada di depannya saat hendak mengantisipasi sepak pojok. Wasit tidak mengindahkan klaim tersebut.
Namun, asa Israel cuma bertahan enam menit. Davide Frattesi mencetak gol ketiga Italia dengan menggeber sodoran Federico Dimarco. Pada menit ke-79, Di Lorenzo menutup kemenangan Italia dengan cara yang mirip Frattesi melanjutkan operan Destiny Udogie.
Italia memantapkan diri di pucuk klasemen, tapi belum menggenggam tiket ke perempat final sebab Prancis hanya berjarak satu poin usai menang atas Belgia. Israel, dengan empat kekalahan beruntun, terancam terdegradasi ke Liga B.
Sensasi Maldini Gen 3
Nama Maldini menyeruak dalam pertandingan ini. Maklum, marga tenar dalam sepak bola Italia dan dunia ini menyumbangkan generasi ketiganya ke dalam Gli Azzurri.
Bos Italia, Luciano Spalletti, memasukkan Daniel Maldini pada menit ke-73 menggantikan Giacomo Raspadori. Daniel pun resmi mengikuti jejak kakek dan ayahnya, Cesare dan Paolo.
Menurut Opta, jarak laga terakhir Paolo berseragam Azzurri dengan debut Daniel adalah 22 tahun dan 118 hari. Jarak debut dengan laga terakhir opa Cesare adalah 61 tahun lebih sehari. Namun, berbeda dengan kakek dan ayahnya yang merupakan bek andal, Daniel adalah gelandang-penyerang.
Maldini menjadi trah pertama yang memberikan tiga generasi di Italia. Di dunia, hanya ada beberapa keluarga yang menyumbangkan kakek-ayah-anak ke dalam timnas negaranya.
“Saya rasakan sensasi kuat dan positif. Saya sangat gembira bisa bermain dan pertandingan berjalan baik. Kami bisa mengendalikan laga sampai terjadi gol lawan, tapi kami bisa memegang kendali lagi dan melihat permainan kami kembali,” ucap Daniel kepada RAI Sport seperti dikutip Football Italia.
Kedua orang tua Daniel menonton di tribun. Ibunya, Adriana, mengabadikan momen debut dengan rekaman video di ponselnya. “Saya senang orang tua saya hadir di sini. Saya akan berbincang dengan mereka setelah tiba di rumah. Saya mendedikasikan debut ini untuk keluarga, teman, dan semua yang mencintai saya,” ucap Daniel, pemain Monza berusia 23 tahun.
View this post on Instagram


