Laga tandang versus Wolverhampton, Minggu (20/10), harusnya bisa dijalani dengan mudah oleh Manchester City, terutama jika mengacu pada rekor pertemuan kedua tim.
Data menunjukkan bahwa City sukses mendulang tujuh kemenangan di delapan pertemuan terakhir kontra Wolves. Lalu dari tujuh kemenangan tersebut, tiga di antaranya lahir di kandang Wolves.
Namun, yang tersaji di Molineux Stadium malam tadi nyatanya tidak demikian. The Citizens butuh gol menit-menit akhir John Stones demi bisa menang tipis 2-1.
Selain itu, anak-anak asuh Pep Guardiola juga sampai harus melepas 22 kali tembakan (7 di antaranya on-target) ke gawang Wolves demi cuma mencetak dua gol. Bandingkan dengan Wolves yang cuma bisa melepas tiga tembakan atau tujuh kali lipat lebih sedikit dibanding jumlah tembakan City.
Gol cepat striker tuan rumah (menit 7’), Jorgen Strand Larsen, jadi salah satu faktor penyebabnya. Wolves jadi tampil lebih pede meladeni permainan City di 30 menit awal.
Ketegangan para pemain City baru mereda setelah Josko Gvardiol mencetak gol penyeimbang kedudukan di menit 33’.
Apalagi, City cuma bisa mencetak satu gol di babak pertama meski mereka mengkreasi 10 peluang. Bandingkan dengan Wolves. Dalam jumlah gol yang sama, Matheus Cunha dkk. cuma butuh dua peluang.
Di babak kedua, Erling Haaland dkk. berupaya tampil lebih ofensif. Namun, upaya mengurung pertahanan Wolves lewat dominasi penguasaan bola 77% berbanding 23% tak lantas berarti banyak.
Buktinya, City butuh gol menit-menit akhir Stones demi bisa membawa pulang tiga poin. Bek senior tersebut juga mendapat rating penampilan tertinggi (7,8) versi Whoscored berkat gol krusialnya.
“Jujur, saya tak terlalu menyadari proses golnya karena prosesnya kemelut di depan gawang dan saya sempat terjatuh. Wasit lalu meniup peluit dan saya mengira ada pelanggaran. Namun, begitu melihat papan skor, saya langsung merayakan gol tersebut,” ujar Stones di akun resmi City di X.
Selain itu, tugas sebagai pemain bertahan dijalani Stones dengan baik. Persentase tekel suksesnya 100% (tiga tekel sukses dari tiga percobaan). Ia juga tercatat sebagai pemain dengan jumlah memenangi duel udara terbanyak (6 kali).
Jeremy Doku, sosok yang menyuplai assist untuk gol Stones, mendapat rating terbaik kedua (7,5). Tusukan-tusukannya kerap mengganggu konsentrasi lini belakang Wolves. Dari tujuh kali upaya dribel untuk melewati lawan, Doku cuma sekali gagal.
Yang lebih spesialnya lagi, City berarti sudah tak terkalahkan di 31 laga terakhir mereka di ajang Premier League dan catatan impresif tersebut menjadi rekor baru tersendiri di buku sejarah mereka.
View this post on Instagram


