Dua wakil Inggris di Liga Champion yang tampil pada Selasa (22/10) sama-sama membukukan kemenangan di kandang. Namun, Aston Villa lebih meyakinkan daripada Arsenal.
Aston Villa membekuk Bologna dengan dua gol tanpa balas. Arsenal menang tipis atas Shakhtar Donetsk. Selain skor yang sudah memperlihatkan perbedaan kualitas kemenangan, jenis gol juga menunjukkan keunggulan The Villans dibandingkan dengan The Gunners.
Aston Villa 2-0 Bologna: Emery Magis
Di laga ini, The Villans merayakan dua tahun keberadaan Unai Emery di Villa Park. Hadiahnya adalah sebuah lagi performa mantap.
Villa mesti menghadapi permainan bertahan Bologna di babak pertama. Di paruh pembuka ini, Villans mencetak 63% penguasaan bola diikuti sembilan percobaan dengan tiga tembakan ke gawang. Tamu dari Italia bisa melepaskan tiga shot on goal dari lima percobaan. Villa masih melihat lima tembakan mereka diblok lawan.
Tuan rumah menaikkan efisiensi mereka di paruh kedua. John McGinn, pemain terlama di tim Villa, membuka skor pada menit ke-55. Tendangan bebasnya tidak tersentuh siapa pun, termasuk kiper Lukasz Skorupski, sebelum bersarang di dalam gawang.
Emery kerap membangkucadangkan Jhon seiring pilihannya mengutamakan Ollie Watkins. Walau Duran kerap kali ini mencetak gol sebagai pemain pengganti, Emery memberikan kesempatan start untuk penyerang asal Kolombia itu.
Kepercayaan itu dibayar Duran dengan gol pertama dirinya sebagai starter dan ketujuh musim ini. Duran menceploskan bola operan Morgan Rogers pada menit ke-64. Ia memperlihatkan kegusarannya ketika ditarik keluar dua menit kemudian digantikan Watkins, yang telah mencetak lima gol.
“Saya tidak bermasalah dengan reaksi pemain. Saya mengatur segalanya termasuk reaksi pemain. Kami menebar pesan di kamar ganti: hormati nilai-nilai kami dan tampil dewasa dan bertanggung jawab. Tak hanya Jhon Duran, pemain lain bereaksi. Namun, semuanya dalam kendali saya,” ucap Emery usai laga seperti dikutip BBC.
Bologna mencatat penguasaan bola yang lebih tinggi di paruh kedua. Namun, Villa bisa menjaga keunggulan dua gol untuk tampil sebagai tim pertama yang selalu menang di tiga pertandingan pertama fase liga ini. Sebelumnya, Villans menang atas Young Boys dan salah satu favorit, Bayern Munchen.
Arsenal 1-0 Shakhtar: Minimalis
Tiga angka di rumah diraih pula oleh Arsenal. Akan tetapi, para pemain Si Gudang Peluru tidak berhasil mencetak gol.
Start Arsenal sebenarnya bagus. Riccardo Calafiori mendapat peluang bagus yang luput sebelum tembakan Gabriel Jesus ditangkal Dmytro Riznyk. Shakhtar tampil rapi dan menyulitkan Gunners dengan sejumlah serangan balik.
Gol buat klub London Utara itu hadir dari gol bunuh diri Riznyk pada menit ke-29. Tembakan Gabriel Martinelli menerpa tiang gawang sebelum membentur punggung sang kiper dan masuk ke gawangnya sendiri.
Gunners mendapat hadiah penalti setelah VAR mendapati Valerii Bondar handball. Namun, eksekusi Leandro Trossard pada menit ke-77 bisa ditahan Riznyk yang tampil apik.
Publik Emirates Stadium nyaris merana saat injury time. Eguinaldo, pemain Shakhtar yang sering merepotkan pertahanan Arsenal, memaksa David Raya bersusah payah menepis tembakannya.
Walau bisa bangkit dari kekalahan pertama musim ini di tangan Bournemouth di Premier League, Arsenal tampil semenjana. Gunners menorehkan penguasaan bola 56% saja, dengan 13 percobaan yang lima di antaranya mengarah ke sasaran. Shakhtar hanya bisa menghasilkan sebuah tembakan ke gawang dari sembilan usaha.
“Kami tampil dua setengah hari lalu, dengan pemain yang baru kembali dari laga timnas setelah terbang dari Brasil dan lain-lain. Saya tidak heran kalau kami agak menurun. Kini kami memiliki empat hari. Percayalah, kami akan melesat pada Minggu,” ucap Mikel Arteta.
Namun, Arsenal mendapatkan efek samping buruk. Daftar cedera yang sudah diisi pemain seperti Bukayo Saka dan Martin Odegaard, tampak akan diikuti Ben White dan Calafiori dari partai ini.
View this post on Instagram


