Juventus mengalami perjalanan yang berbeda dibandingkan dengan sebelumnya dan yang dialami AC Milan. Mesti bermain dengan 10 pemain lagi, Juve keok dengan gol injury time di laga pada Selasa (22/10).
Setelah keberhasilan menang secara dramatis atas RB Leipzig di laga sebelumnya, Juventus berpeluang menorehkan kemenangan ketiga beruntun. Mereka menjamu runner-up Bundesliga, Stuttgart, yang baru mengumpulkan satu angka dari dua laga.
Akan tetapi, pasukan besutan Thiago Motta ini tampil limbung di kandangnya, Juventus Stadium atau Allianz Stadium. Di babak pertama, La Vecchia Signora hanya membukukan satu percobaan yang meleset dari sasaran.
Stuttgart tampil beringas sejak awal duel. Skuad racikan Sebastian Hoeness ini mencetak 59% penguasaan bola dengan selusin percobaan yang empat di antaranya menjadi shot on goal. Namun, tidak ada gol di paruh pertama.
Juventus mulai menguasai permainan di babak kedua dengan 56% ball possession. Akan tetapi, I Bianconeri tidak berhasil meroketkan performa keseluruhan. Juve membuat enam usaha, dengan cuma sebuah yang menyasar ke gawang lawan. Stuttgart menghasilkan setengah lusin shot on goal dari 10 percobaan.
Aksi yang lebih efektif itu berbuah gol pada menit ke-48. Namun, VAR menganulir gol Deniz Undav itu karena handball.
Juventus tidak kunjung mendapatkan momentum. Yang ada, mereka malah kekurangan jumlah pemain. Danilo mendapat kartu merah pada menit ke-84, hanya tiga menit setelah kartu kuning pertama.
La Vecchia Signora masih dinaungi keberuntungan dan berharap hasilnya seperti di Leipzig. Saat itu, Juve bisa menang meski bermain dengan 10 pemain. Hoki Juve berikutnya adalah kegagalan penalti Enzo Millot dua menit setelah Danilo diusir. Kiper Mattia Perin menjadi pemain terbaik karena ketangguhannya menahan sembilan peluang kubu tamu.
Hanya, dewi fortuna akhirnya memihak Stuttgart. Millot membayar kesalahannya dengan assist untuk El-Bilal Toure saat injury time memasuki menit kedua. Tidak ada gol tambahan sampai akhir duel.
“Pertandingan ini istimewa bagi saya. Saya pernah bermain di Italia sehingga tahu apa artinya memukul Juventus,” ucap Toure dikutip DW. Penyerang berusia 23 tahun ini adalah pemain pinjaman Stuttgart dari Atalanta musim ini.
Kegamangan Juve boleh jadi ditambah dengan kemenangan AC Milan saat menjamu Club Brugge. I Rossoneri nyaris mendapatkan rasa malu karena bermain selama 50 menit dengan kelebihan jumlah pemain akibat diusirnya gelandang Brugge, Raphael Onyedika.
Christian Pulisic membuka skor pada menit ke-34. Namun, meski bermain dengan 10 orang, Brugge bisa membalas lewat Kyriani Sabbe (51′).
Publik San Siro bersorak lagi saat Tijjani Reijnders membuat dua gol dalam 10 menit, masing-masing dari assist Noah Okafor (61′) dan Samuel Chukwueze (71′). Sebuah gol Francesco Camarda dianulir VAR karena off-side (87′).
Juventus tergeser ke zona play-off, sementara Milan naik ke zona play-off dari zona tersingkir.
View this post on Instagram


