Sial benar nasib Manchester United. Setelah bersusah payah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 kala bertandang ke West Ham, Minggu (27/10), Setan Merah malah takluk 1-2.
United sebenarnya lebih menguasai permainan di babak pertama lewat persentase penguasaan bola 57% berbanding 43%. Hal itu membuat pasukan Erik ten Hag bisa melepas delapan tembakan (2 on-target), sedangkan West Ham cuma bisa melepas sekali tembakan.
Hanya saja, tiga pergantian pemain yang dilakukan pelatih West Ham, Julen Lopetegui, usai turun minum, berdampak positif. Tuan rumah bisa lebih bermain agresif. Hal itu berujung dengan gol pembuka yang dicetak salah satu pemain pengganti, Crysencio Summerville (menit 74’).
United tersentak. Ten Hag lantas memasukkan Joshua Zirkzee (79’) guna menambah opsi serangan. Dua menit setelah merumput (81’), Zirkzee menorehkan assist untuk gol penyeimbang kedudukan 1-1 yang dicetak Casemiro.
Saat angin terasa mulai berbalik, United justru ketiban petaka di menit-menit akhir. Benturan minor Matthijs de Ligt kepada Danny Ings di kotak penalti, berbuntut penalti untuk West Ham setelah peninjauan ulang via VAR. Jarrod Bowen menuaikan tugasnya selaku algojo dengan baik dan West Ham kembali unggul 2-1.
Ada tambahan waktu 12 menit, yang diperpanjang menjadi 14 menit bagi United untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Bruno Fernandes dkk. sudah terlanjur frustasi. Dari sejumlah serangan sporadis mereka di sisa waktu tersebut, tak satupun membahayakan gawang Lukasz Fabianski.
Buruknya United dalam mengoptimalkan peluang tergambar dari salah satu data statistik. Dilansir Opta, United menjadi tim terburuk dalam hal merealisasikan peluang gol atau expected goals (xG). Menurut hitung-hitungan tersebut, seharusnya United bisa mencetak enam gol lebih banyak dari koleksi mereka saat ini (8 gol).
Performa pemain United juga payah. Berkaca pada rating penampilan versi Flashscore, hanya ada dua pemain Manchester Merah yang mendapat nilai di atas 7, yakni sang pencetak gol, Casemiro (8,2) dan bek sayap yang sebenarnya tampil bagus, namun harus diganti karena cedera, Noussair Mazraoui (7,2).
Bandingkan dengan West Ham yang tujuh pemainnya mendapat nilai di atas 7, termasuk bek kanan yang ditelantarkan United, Aaron Wan-Bissaka.
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk United. Mereka cuma bisa meraih satu kemenangan di delapan laga terakhir semua ajang. Khusus di liga, kekalahan ini juga membuat United, yang masih berkutat di peringkat 14, tersusul oleh West Ham (peringkat 13).
Sebaliknya bagi West Ham, kemenangan ini justru menghadirkan sejarah baru. Dilansir Squawka, ini merupakan pertama kalinya sepanjang sejarah The Hammers mampu mendulang kemenangan beruntun di tiga laga kandang terakhir kontra United.
View this post on Instagram


