Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Salah Satu Dosa Besar Erik ten Hag di Man. United Kini Jadi Pujaan Napoli yang Lagi Sadis di Bawah Asuhan Antonio Conte
    Liga Italia

    Salah Satu Dosa Besar Erik ten Hag di Man. United Kini Jadi Pujaan Napoli yang Lagi Sadis di Bawah Asuhan Antonio Conte

    Jelang Duel Menjamu Atalanta
    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaNovember 2, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Scott "McTotally" McTominay, bikin Man. United gigit jari. (foto: twitter romanseriea)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tanpa bermaksud merusak kegembiraan Man. United menyambut pelatih baru, mereka mungkin telah membuat keputusan keliru di bursa transfer lalu. Pemain yang boleh jadi terbaik yang dipunyai United sampai musim panas lalu kini berseragam Napoli.

    Tifosi Napoli memiliki pujaan baru. Scott McTominay namanya. Para tifosi menjulukinya McTotally, yang sedikit banyak menggambarkan semangat besarnya tampil habis-habisan hingga seperti berada di mana-mana kayak gerai minimarket.

    Pada musim panas, Man. United tak kuasa menolak pinangan Napoli senilai 25,7 juta pound untuk gelandang Skotlandia berusia 27 tahun itu. Erik ten Hag sempat menahan pada musim panas sebelumnya seiring beberapa tawaran, tapi akhirnya membiarkan McTominay mengakhiri tujuh masa bermainnya di United.

    Di Stadio Diego Armando Maradona, McTominay tampil trengginas. Disokong keputusan pelatih anyar, Antonio Conte, untuk membentuk permainan di sekitarnya, sang gelandang mengangkat Napoli. Musim lalu, Partenopei finis dengan jarak 41 poin dari scudetto, Inter Milan. Napoli pun menjadi juara bertahan terburuk.

    Kondisi itu sempat membuat beberapa bintang berniat hengkang. Namun, kedatangan Conte, yang sering memberikan gelar buat klub-klub yang ia tangani, dan McTominay mengubah wajah Napoli.

    Victor Osimhen yang krusial dalam scudetto dua musim lalu sudah pergi. Akan tetapi, kedatangan Romelu Lukaku dan Billy Gilmour bisa membuat tifosi melupakan Osimhen. McTominay boleh jadi merupakan pembelian paling brilian yang dibuat Conte.

    “Tak pernah cukup bicara soal para fan, masyarakat, kota, dan sambutan yang diberikan rekan-rekan setim dan pelatih kepada saya,” ucap McTominay kepada BBC. McTominay menjawab sambutan hangat itu dengan penampilan penuh hasrat. Setelah mencetak gol di Derby delle Due Sicilie kontra Palermo di Coppa Italia, McTominay mengukir gol perdana di Serie A pada awal Oktober.

    Kredit besar pada akhirnya mengarah kepada Conte. Eks pelatih Chelsea ini berhasil menaikkan mental pemenang dalam Napoli, tak peduli kemenangan didapat dengan penampilan kurang menarik.

    “Yang saya bisa janjikan adalah keseriusan, sebuah kata yang kerap diremehkan. Keseriusan dalam memberikan segalanya buat Napoli dan dalam menularkan kultur saya dalam pekerjaan dan mentalitas saya,” tutur Conte.

    Atmosfer Napoli berangsur melonjak. Kapten Giovanni di Lorenzo batal pindah. Kvicha Kvaratskhelia begitu juga, bahkan disebut bersiap meneken kontrak baru.

    Gli Azzurri kini memuncaki klasemen dengan 22 poin, empat poin di atas Inter. Membuka musim dengan kekalahan dari Verona, Napoli tancap gas dengan sembilan laga tanpa terkalahkan, delapan di antaranya berakhir dengan kemenangan termasuk di lima partai terakhir.

    Pada Minggu (3/11), Napoli menanti peringkat ketiga, Atalanta. Tren mereka di jalur kemenangan, dengan yang terakhir di San Siro atas AC Milan, Partenopei berkesempatan besar terus melaju.

    La Dea, kubu tamu, juga tengah mencatat enam pertandingan tanpa terkalahkan di semua kompetisi. Akan tetapi, mereka bakal pulang dengan kekalahan keempat di liga. Salah satu patokannya, Gian Piero Gasperini mempunyai rekor buruk menghadapi Conte. Gasperini tak pernah menang di tujuh pertemuan, lima di antaranya berakhir dengan kekalahan dan clean sheet klub besutan Conte.

    Revolusi Conte di Napoli akan berlanjut.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    atalanta conte di lorenzo diego armando maradona gasperini gilmour Kvaratskhelia lukaku man united mctominay napoli osimhen partenopei serie a ten hag
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.