Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » BDMNTN-XL: So Sweet-nya Lawan Jadi Rekan, Rekan Jadi Teman
    Bulutangkis

    BDMNTN-XL: So Sweet-nya Lawan Jadi Rekan, Rekan Jadi Teman

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaNovember 5, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Tiga dari beberapa pasangan gado-gado di ajang BDMNTN-XL. Selena Piek/Gloria E. Widjaja (Hurricanes), Hendra Setiawan/Lee Yong Dae (Rockets), dan Greysia Polii/Ashwini Ponnappa (Lightning). Bekas lawan yang menjadi rekan.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Belum kering keringat di baju Gloria Emanuelle Widjaja kala pemain ganda campuran Indonesia beranjak ke Mixed Zone pada hari kedua ajang BDMNTN-XL di Istora Senayan, Jumat (1/11).

    Ia didampingi dengan Selena Piek, pemain ganda campuran asal Belanda yang beberapa bulan lalu sempat memutuskan gantung raket. Belakangan, Piek merevisi keputusannya tersebut. Ia hijrah ke sektor ganda putri dan berencana mengikuti beberapa turnamen lagi hingga awal tahun depan.

    Di ajang BDMNTN-XL, Gloria bertandem dengan Piek. Mereka memperkuat tim Hurricanes dan sukses mengantar tim tersebut hingga ke final. Padahal, Gloria dan Piek sejatinya merupakan rival di ajang-ajang resmi BWF.

    Menurut data head-to-head Tournamentsoftware BWF, Gloria (berpasangan Dejan Ferdinansyah) sudah empat kali berhadapan dengan Piek (berpasangan dengan Robin Tabeling.

    Dari empat pertemuan tersebut, Gloria/Dejan menang tiga kali, sedangkan Piek/Robin menang sekali. Pertemuan terakhir berlangsung di ajang German Open 2024 pada akhir Februari silam.

    Namun, benih-benih persaingan itu luntur dengan sendirinya begitu Gloria dan Piek dipasangkan di BDMNTN-XL. Keduanya bahkan tampak menjadi pasangan gado-gado yang paling kompak dan “mesra” baik di dalam maupun di luar lapangan.

    “Tak sulit untuk bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan Gloria. Faktanya, saya cukup senang berpasangan dengannya. Gloria bahkan sempat mentraktir deesert (hidangan penutup) untuk tim. Itu makanya kami bisa menang tadi,” ujar Piek setelah mengalahkan tim Lighting yang diperkuat Victor Axelsen, Jumat (1/11).

    Soal komunikasi di lapangan juga bisa langsung nyambung?

    “Ya hanya beda kebiasaan saja. Pemain-pemain eropa punya tipikal lebih banyak mengingatkan kalau di lapangan. Saya senang-senang aja berpasangan dengannya. Kami langsung akrab,” timpal Gloria sambil tertawa.

    Bukti dari keakraban tersebut, keduanya tak keberatan ketika Jebreeetmedia meminta mereka untuk berpose dengan membentuk love sign.

    *Tak merasa gendong ibu anak satu

    Hal serupa juga dirasakan Greysia Polii yang berpasangan dengan pemain asal India, Ashwini Ponnappa. Di ajang BDMNTN-XL, keduanya berduet untuk tim Lightning.

    Gresya yang sebelum berpasangan dengan Apriani Rahayu berduet dengan Nitya Krishinda Maheswari, sudah sempat tiga kali berlawanan dengan Ponnappa yang kala itu berpasangan dengan Jwala Gutta.

    Duet Greysia/Nitya menang dua kali dan kalah sekali dari Ponnappa/Gutta. Setelah era tersebut, Greysia dan Ponnappa mulai dekat. Itu pula mengapa mereka bisa begitu kompak di tim Lightning.

    Di fase grup, duet Greysia/Ponnappa sempat mengalahkan duet tim Blitzers yang menurunkan Alexandar Boje (Denmark) dan Toh Ee Wei (Malaysia). Ditemui Jebreeetmedia di Mixed Zone usai laga tersebut, keduanya pun saling berbagi pujian.

    “Permainan Greysia masih luar biasa terutama jika berkaca pada kondisinya belakangan ini yang sudah tak aktif lagi bermain dan sudah menjadi ibu beranak satu. Tapi, ia masih ulet mengejar bola. Pukulannya juga belum hilang. Saya merasa tak menggendongnya di lapangan,” ujar Ponnappa.

    “Saya bersyukur bisa dipasangkan dengan Ponnappa karena kami cukup akrab. Jadi, tak perlu banyak adaptasi di lapangan. Saya juga bersyukur karena masih diberi kesempatan ikut serta di ajang ini walaupun jujur malam sebelum bertanding, saya sempat kurang tidur karena memikirkan besok gimana,” timpal Greysia.

    “Tenang, permainanmu masih keren kok. Saya cuma sedikit khawatir karena Greysia terus memaksa mengejar bola. Luar biasa,” sambung Ponnappa.

    *Mimpi Lee Yong Dae ke Hendra Setiawan

    Sosok lain yang mengaku bersyukur dengan format pasangan gado-gado di ajang BDMNTN-XL ini adalah pemain spesiaslis ganda asal Korea Selatan, Lee Yong Dae.

    Pasalnya, Lee Yong Dae akhirnya berkesempatan mewujudkan mimpinya untuk berada satu lapangan dengan rival sekaligus pemain idolanya, Hendra Setiawan. Keduanya tergabung di tim Rockets.

    “Kalau sebelum-sebelumnya, saya sudah beberapa kali bertemu Hendra sebagai lawan di lapangan. Tapi, baru kali ini bisa satu tim. Tentu saja senang rasanya,” ujar Lee Yong Dae.

    Keduanya memang tak dipasangkan untuk tampil di partai ganda putra, namun lebih dikhususkan untuk bahu membahu di partai 3vs3.

    Sebagai gambaran, partai 3vs3 merupakan format baru yang menjadi jualan utama di BDMNTN-XL. Bobot poin partai ini (3 poin) juga lebih besar dibanding partai-partai lain seperti tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.

    Terbukti, partai 3vs3 memang menyisakan pengalaman menarik tersendiri, baik bagi pemain maupun penonton. Hal itu karena jalannya laga lebih banyak menyuguhkan bola-bola adu drive dalam tempo yang cepat.

    Beberapa pemain bahkan setuju jika BWF mengkaji ulang partai 3vs3 ini agar bisa resmi dipertandingkan di masa mendatang.

    ===

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pundit Bulutangkis Indonesia (@pb_ina)

    BDMNTNXL Greysia Polii Hendra Setiawan istora senayan Lee Yong Dae SELENA PIEK victor axelsen
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.