Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป 5 Sisi Menarik Sukses Uruguay Empaskan Kolombia Lewat Drama di Pengujung Laga, dari Dendam Sampai Sibuknya VAR
    Piala Dunia 2026

    5 Sisi Menarik Sukses Uruguay Empaskan Kolombia Lewat Drama di Pengujung Laga, dari Dendam Sampai Sibuknya VAR

    Bukti Ketatnya Kualifikasi PD 2026 Zona Conmebol
    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaNovember 16, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Manuel Ugarte, golnya naikkan Uruguay ke posisi kedua. (foto: twitter uruguayanheroes)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sengitnya perburuan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 di zona Amerika Selatan bisa dibilang tersimpulkan di laga di Estadio Centenario, Montevideo, pada Jumat (15/11). Dua gol dramatis saat injury time menjadi gambaran singkatnya.

    Ada banyak kisah yang mewarnai duel ketat kala Uruguay menjamu Kolombia, dari sebelum sampai akhir pertandingan.

    Latar Kesumat

    Duel ini dihelat pada hari laga ke-11 kualifikasi PD 2026 yang akan dihelat di Amerika Utara (AS-Meksiko-Kanada). Latar belakangnya adalah dendam tuan rumah terhadap tamu yang menyingkirkan mereka di semifinal Copa America pada musim panas lalu.

    Cafeteros 1

    Los Cafeteros, julukan Kolombia, menguasai babak pertama dengan 62% penguasaan bola. Namun, kedua tim sama-sama membuat dua tembakan ke gawang, dengan Kolombia hanya melepaskan lima percobaan, sebuah saja lebih banyak daripada tuan rumah. Keunggulan dalam ball possession itu tertera pula berupa gol pembuka yang dibuat pemain Kolombia yang mengisi posisi kapten James Rodriguez, Juan Quintero (31′).

    Celeste 2

    Uruguay segera mengendalikan permainan di paruh kedua hingga ganti menggoreskan 62% ball possession dengan tiga tembakan ke gawang dari enam percobaan. Alhasil, juara dunia dua kali itu berbalik unggul.

    Gol penyama kedudukan lahir dari bunuh diri Davinson Sanchez (57′). Eks bek Tottenham itu membelokkan bola ke gawangnya sendiri menyusul umpan Marcelo Saracchi yang terlebih dahulu mengenai Daniel Munoz.

    Tiga menit berselang, Rodrigo Aguirre membawa Celeste memimpin. Setelah menerima operan Mathias Olivera, Aguirre berhasil menaklukkan kiper La Tricolor, Camilo Vargas.

    Untuk menambah daya gedor Kolombia, pelatih Nestor Lorenzo memasukkan James dan Rafael Borre pada menit ke-72 diikuti Andres Gomez 10 menit kemudian. Namun, Kolombia berkesulitan mencapai sepertiga lapangan depan selama sekitar 10 menit sampai waktu normal 90 menit.

    VAR Sibuk Drama

    Wasit Kevin Ortega dari Peru dan tim VAR menjadi orang-orang yang paling sibuk selain pemain di pengujung duel. Dua insiden berujung gol penuh drama terjadi saat injury time.

    Kolombia menyamakan kedudukan lebih dahulu saat injury time. Pemain pengganti, Andres Gomez menembak masuk bola umpan Johan Mojica. Pada menit keenam injury time, VAR mengesahkan gol kendati Uruguay mengklaim terjadi pelanggaran lebih dahulu di depan titik penalti sebelum umpan Mojica dari sisi kanan pertahanan.

    Akan tetapi, saat Los Cafeteros mengira akan membawa pulang satu poin berharga, tuan rumah menolak menyerah. Semenit kemudian, Manuel Ugarte membuat penyelesaian dengan tembakan kali pertama untuk gol kemenangan Uruguay. VAR kembali dilibatkan karena dugaan off-side dan dorongan yang dibuat Facundo Pellistri sebelum memberikan assist terhadap Mojica. Namun, gol akhirnya diputuskan tetap berlaku (90+11′).

    Terjadi perselisihan di antara kedua tim setelah wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya duel sengit ini. Beberapa pemain bertahan Kolombia bahkan terlihat berdebat di antara mereka sendiri.

    Jenis Pemersatu

    Hasil ini memperpanjang rekor Uruguay atas Kolombia menjadi sembilan laga tak terkalahkan. La Celeste naik ke peringkat kedua menggeser Cafeteros. Kedua tim memiliki perolehan yang sama besar, 19 poin, berbeda tiga dari pemuncak klasemen, Argentina. Brasil di peringkat keempat dengan jarak dua angka dari Kolombia dan Uruguay.

    “Kemenangan seperti hari ini membawa kesembuhan dalam arti membuat setiap orang lebih dekat di sekitar perasaan sekuat koneksi Uruguay dengan timnasnya. Pertandingan yang mendebarkan. Ini menjadi bukti nyata determinasi para pemain untuk mengamankan kemenangan,” ucap Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay, dikutip BeIN.

    “Lawan memiliki gaya bermain yang mengalir. Mereka bertahan, menekan, menguasai bola, ditopang individu brilian. Sulit menang atas lawan seperti itu. Mereka juga kuat secara fisik dengan pemain-pemain yang tepat di setiap posisi sehingga bisa mengubah dinamika permainan,” lanjut pelatih kawakan itu.

    Lima hari setelah tripoin ini, Uruguay akan melawat ke Brasil. Kolombia akan menjamu Ekuador, yang pada Kamis mengempaskan Bolivia dengan skor 4-0.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    andres gomez bielsa centenario conmebol davinson sanchez injury time james rodriguez Kualifikasi Piala Dunia 2026 mojica montevideo nestor lorenzo pellistri quintero rodrigo aguirre ugarte uruguay kolombia 3-2 var
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Pelatih Irak dan Arab Saudi Terus Pantau Pemain untuk Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 13, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Pelatih Irak dan Arab Saudi Terus Pantau Pemain untuk Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 13, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.